Ketik disini

Headline Metropolis

BPBD Gelontorkan Rp 3,5 Miliar untuk Tangani Kekeringan di NTB

Bagikan

MATARAM-Saat ini bencana kekeringan di NTB berstatus siaga. Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB menggunakan dana tidak terduga sebesar Rp 3,5 miliar untuk mengatasi kekeringan hingga Desember mendatang.

Dana yang bersumber dari APBD itu akan digunakan untuk menangani seluruh wilayah yang terdampak kekeringan. Baik untuk droping air bersih maupun pembangunan sumur bor di sejumlah titik yang membutuhkan. Selain itu, BPBD juga mengusulkan dana sebesar Rp 40 miliar ke BNPB, tapi masih dalam proses.A� a�?Dana Rp 40 miliar tunggu rekomendasi pak gubernur,a�? kata Kepala BPDB NTB H Muhammad Rum, kemarin (10/9).

Muhammad Rum menjelaskan, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB Nomor 365 Tahun 2017 tentang Status Siaga Bencana Kekeringan NTB, status siaga darurat kekeringan terhitung sejak tanggal 25 Agustus hingga 31 Desember 2017. Status dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. a�?Status darurat ada tiga, yakni siaga, tanggap dan transisi menuju pemulihan, sekarang masih siaga,a�? terang Muhammad Rum.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dengan status siaga, bupati dan wali kota se-NTB diminta mengambil langkah strategis dalam status siaga darurat kekeringan. Sementara upaya yang dilakukan BPBD saat ini adalah dengan mendroping air ke kantong-kantong kekeringan. Tim turun hampir setiap hari untuk membagikan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Tidak hanya BPBD, pembagian air bersih juga dilakukan Dinas Sosial,A� termasuk bantuan dari Polda NTB.

Beberapa waktu lalu, pembagian air bersih didistribusikan kepada warga di Pulau Maringkik dan Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur. Sebelumnya juga dilakukan di Desa Sekotong Tengah, Lombok Barat. Sejak beberapa hari terakhir, aparat kepolisian juga turun membagikan air bersih ke beberapa lokasi.

a�?Ya droping air,a�? kata Rum saat ditanya apa yang sudah dilakukan BPBD.

Hingga kemarin, ada tujuh kabupaten/kota yang sudah menyatakan siaga darurat kekeringan. Yakni, Kabupaten Bima, Lombok Tengah, Lombok Barat, Sumbawa Barat, Lombok Timur, Kota Bima, dan Dompu. Sedangkan Lombok Utara dan Sumbawa masih dalam proses. Dengan status itu, penanganan kekeringan di daerah tersebut akan lebih intensif dan melibatkan banyak pihak.

Rum menambahkan, selain penanganan jangka pendek, yang dibutuhkan juga adalah penanganan jangka panjang. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur seperti sumur bor dalam di beberapa titik kekeringan. Tahun ini BPBD memiliki alokasi untuk 10 unit sumur bor. Beberapa lokasi sudah coba ditinjau untuk pembangunan sumur bor seperti di Desa Sekotong Tengah. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka