Ketik disini

Headline Praya

15 Murid SD di Mantang Teler

Bagikan

PRAYA-15 siswa di tiga sekolah dasar (SD) di Mantang, Batukliang Lombok Tengah (Loteng), harus dilarikan ke Puskesmas setempat. Itu setelah, mereka menggunakan A�menghirup asap bahan mainan yang memiliki efek seperti narkoba.

a�?Penanganan medis sudah kita berikan. Alhamdulillah, tidak ada masalah,a�? kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng H Omdah pada Lombok Post, kemarin (11/9).

Menurut A�Omdah para siswa tersebut mereka membeli cairan untuk menciptakan asap buatan. Cairan ini diteteskan di atas kapas kemudian dibakar sebagai bahan mainan. Namun bukannya senang,A� asap yang keluar judtru membuat para siswa tersebut teler.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kami pun langsung turun ke tempat kejadian perkara,a�? kata mantan Kepala BP2KB Loteng tersebut.

Omdah menambahkan secara sepintas efek dari asap membuat tenang. Namund emikian untuk mengetahuinya kandungan dan dampaknya, Dikes Loteng akan melakukan uji laboratorium, bekerja sama dengan Dikes NTB.

A�a�?Cairan itu diduga dibawa oleh beberapa anak SMA. Lalu, diberikan ke anak-anak SD tersebut,a�? cetus Kepala Desa (Kades) Mantang Zainal Abidin, terpisah.

SD yang dimaksud, terangnya terletak di Dusun Jantuk, Dusun Gubuk Dua dan Dusun Seganteng. Yang paling banyak memakan korban yaitu, di SD yang berdiri di Dusun Seganteng. Aparatur pemerintah desa pun, telah menggandeng kepolisian, guna menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut.

Kendati demikian, pihaknya bersama aparat sepakat, tidak akan membawa kasus yang satu itu keranah hukum, karena yang mengkonsumsi dan yang menyediakan masih anak-anak.

A�a�?Tapi, kami sudah mengumpulkan para orang tua mereka masing-masing,a�? kata Zainal.

Tujuannya, tambah Zainal untuk memberikan penyuluhan, pendidikan dan pengetahuan tentang, bahaya narkoba. Para orang tua dan guru pun, diminta mengawasi secara ketat anaknya masing-masing. Bukan sebaliknya, dilepas begitu saja dilingkungannya. a�?Semoga ini kasus terakhir,a�? harapnya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka