Ketik disini

Headline Metropolis

Akhirnya Hafiz Bisa Sekolah Lagi

Bagikan

MATARAM-Kasus pemecatan siswa SMKN 3 Mataram atas nama Hafiz Hamdani, berakhir baik. Setelah ada pertemuan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, kabarnya Hafiz akhirnya bisa sekolah lagi.

Kabar ini dibenarkan Sukini, aktivis sosial dan pendidikan di NTB yang mendampingi kasus Hafiz Hamdani. a�?Alhamdulillah sudah selesai,a�? kata Sukini ikut bahagia. Persoalan ini selesai setelah dilakukan mediasi tertutup di Kantor Dikbud NTB, kemarin.

Sebelumnya, Sukini dan beberapa orang lainnya sempat berniat mengadu keluh kesah ke Wali Kota Mataram. Tetapi, rupanya upaya mencari keadilan bagi Hafiz menemui jalan lebih cepat.

Dalam pertemuan itu, tutur Sukini, Hafiz dan Ibunya sempat diberi opsi memilih sekolah. Di SMKN 3 Mataram atau SMKN 5 Mataram. Dengan alasan keadaan ekonomi keluarga, Ibu Hafiz tetap berharap anaknya bisa diterima di SMKN 3 Mataram.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Jadi dia sekolah ke STM (SMKN 3 Mataram) lagi, karena kalau ke SMK 5, jaraknya terlalu jauh. Dan ibunya yang hanya pembantu rumah tangga tidak punya uang,a�? jelasnya.

Sebenarnya, pihaknya tidak akan terlalu ngotot jika perilaku Hafiz selama di sekolah terbukti tidak baik. Tetapi realitanya, lanjut dia, Hafiz selama ini tercatat sebagai siswa berprestasi di bidang olah raga.

Hafiz juga dikenal sebagai anak penurut dan pendiam. Hanya karena ada persoalan keluarga, lalu berimbas pada psikologi dan kedisiplinannya di sekolah.

a�?Dia bukan anak nakal, dia anak baik. Tapi karena masih remaja, tentu tidak bisa mengatur emosi dengan baik. Hal inilah yang kita harapkan bisa digembleng di sekolah. Saya juga dengar tadi komitmen dari Dikbud, Hafiz katanya akan dikursuskan, kami semua bersyukur,a�? tuturnya panjang lebar.

Hafiz rencanannya hari ini akan kembali diantar ke sekolah.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 3 Mataram Umar saat dikonfirmasi terkait hasil pertemuan itu mengaku belum tahu persis hasilnya. a�?Saya belum tahu hasilnya, tapi mungkin bisa dikonfirmasi ke Kabid saya,a�? kata Umar.

Ia sudah menyerahkan dan mewakilkan sikapnya pada Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dikbud Provinsi NTB terkait kasus yang membelit sekolah dengan Hafiz. Karena itu, jika benar dalam hasil petemuan itu Hafiz harus diterima lagi oleh SMKN 3 Mataram, maka pihaknya menjalankan perintah.

a�?Kalau itu memang hasilnya, maka posisi kami adalah menjalankan perintah dinas,a�? tegasnya.

Persoalan Hafiz memang telah membetot banyak perhatian publik. Termasuk dari para pemerhati dunia pendidikan.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana bahkan mewanti-wanti agar semua sekolah selalu melihat persoalan secara menyeluruh dan proporsional. a�?Apapun alasannya harus didengar, kan kasihan kalau anak harus dipecat. Ia bisa kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak,a�? kata Mohan.

Walau kewenangan SMK dan sederajat ada di provinsi, tetapi pihaknya tentu punya tanggung jawab untuk memastikan semua warga Kota Mataram tanpa kecuali, bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak. Di sekolah manapun yang mereka mau tanpa ada tekanan atau himpitan dari pihak manapun.

a�?Ya kita hanya bisa mengawasi dari jauh (karena tidak ada kewenangan),a�? terangnya.

Hasil ini patut disyukuri. Setelah melihat adanya tindakan cepat dan tepat yang dilakukan oleh Dikbud NTB. Ini juga harus jadi pelajaran banyak pihak, tidak hanya bagi pihak sekolah. Tetapi para orang tua, agar mereka ikut mengontrol juga pendidikan anak-anaknya. a�?Saya rasa kita tidak boleh terlalu kaku,a�? tegasnya.

Senada disampaikan Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi, ia berharap persoalan ini harus jadi pelajaran banyak pihak. Semua pihak yang berada di balik lembaga pendidikan, harus mulai mengevalusi lagi aturan-aturan sekolah yang dibuat.

a�?Aturan dan punishment harus memiliki solusi yang baik dan mendidik,a�? kata Didi.

Ia sendiri mengaku tidak melarang ada aturan-aturan yang bersifat mengikat dibuat oleh sekolah. Tetapi dampak dari punishment tidak boleh berpengaruh besar pada anak didik di tengah kehidupan sosialnya.

a�?Hukuman tentu harus yang mendidik, edukatif. Jangan sampai memecat,a�? tegasnya.

Langkah pemecatan hanya bentuk cuci tangan dari sekolah. Dengan kata lain, bentuk ketidak mampuan sekolah untuk mengubah karakter anak. a�?Itu bisa disebut sebagai kegagalan lembaga pendidikan kalau sampai terjadi pemecatan,a�? ulasnya.

Keberhasilan dunia pendikan justru terlihat saat mereka mampu mengubah karakter anak. Dari sebelum masuk sekolah memiliki kedisiplinan dan prilaku yang tidak bagus, tetapi setelah sekolah menjadi lebih baik. Lebih disiplin dan berkarakter terpuji.

a�?Kita bersyukur anak ini bisa diterima lagi, saya rasa sekolah sudah mengambil langkah bijak dalam hal ini,a�? pujinya.

Saat dihubungi nomor kontak keluarga Hafiz, Lombok Post hanya dijawab oleh nenek Hafiz, Saleha. Ia mengatakan jika Hafiz tidak ada di rumah karena harus memberikan pelatihan bela diri di Lombok Barat.

a�?Sedangkan ibunya, belum pulang dari rumah majikannya,a�? tutur Saleha.

Wanita itu sangat bersyukur setelah mendengar cucunya kembali diterima pihak sekolah. Suaranya terdengar berubah serak menahan tangis karena haru. a�?Alhamdullahi robbal alamin, duh gamak tatiq, teterimaq malik (nak kamu diterima lagi). Alhamdulillah,a�? ujarnya tak henti-henti bersyukur. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys