Ketik disini

Selong

Dianggap Bodoh, Ini Jawaban Kadis Pariwisata Lotim

Bagikan

SELONG-Pernyataan Bupati Lombok Timur (Lotim) Ali BD yang menyebut Kepala Dinas Pariwisata Lotim bodoh ditanggapi santai. Kepala Dinas Pariwisata Lotim H Mohammad Juhad memberi penjelasan terkaitA� ketidakhadirannya dalam acara Festival Alunan Budaya Desa Kecamatan Pringgasela.

“Jadi bukannya kami tidak hadir, kami sudah mengirim perwakilan ke sana untuk menghadiri undangan tersebut,” kata dia mengonfirmasi persoalan ini kemarin (12/9).

Ia mengakui koordinasi dengan panitia pelaksanan Festival Alunan Budaya Pringgasela juga kurang baik. Karena, panitia menyampaikan undangan pada Hari Sabtu (9/9) H-2 pelaksanaan kegiatan. Sementara, pihak dinas sedang bersiap berangkat bersama rombongan untuk menuju Sumbawa mengikuti kegiatan Festival Moyo.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Karena itu kan sudah lama diagendakan, makanya kami berangkat dengan tiga bus rombongan dalam kegiatan itu. Kami membawa misi mengenalkan budaya dan pariwisata Lotim di sana,” jelasnya.

Dalam kegiatan Festival Moyo, Dinas Pariwisata Lotim mengenalkanA� gendang beleq, tradisi nyongkolan, hingga promosi destinasi wisata di acara tersebut. “Di sana sambutan pemerintah Sumbawa pun luar biasa kepada kami,” akunya.

IaA� berkilah ketidakhadiran dirinya bukanlah disengaja. “Itu murni karena jadwalnya memang berbenturan. Sehingga kami mengirim Kabid dan Kasi dari Dinas Pariwisata,” jelasnya.

Sementara terkait masalah dukungan anggaran yang tak diberikan dalam Festival Alunan Budaya Pringgasela, pihak dinas sudah memberi penjelasan terhadap panitia. Anggaran tidak adapat diberikan karena memang pada anggaran tahun 2017 Dispar Lotim memang belum dianggarkan. “Yang ada untuk promosi kami di kegiatan Festival Moyo. Insya Allah di tahun 2018 ini kami akan anggarkan sesuai dengan anggaran dan arahan dari Pak Bupati,” janjinya.

Sehari sebelumnya Bupati Lotim Ali BD menyayangkan tidak adanya dukungan dari Dinas Pariwisata Lotim kepada masyarakat Pringgasela. Padahal, kegiatan semacam festival budaya di Pringgasela yang melibatkan ribuan penenun menurutnya bisa memberikan banyak dampak bagi masyarakat. Mulai dampak ekonomi, industri hingga pariwisata. “Berarti kepala dinasnya dia bodoh itu ya,a�? sindir Ali BD. (ton/r2).

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka