Ketik disini

Giri Menang Headline

Minyak Goreng Bekas Bikin Was-was

Bagikan

GIRI MENANG-Kabar peredaran minyak goreng bekas hotel di wilayah Lombok Barat (Lobar)membuat masayarakat was-was. Jika benar, ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan.

Karena itu, Wakil Ketua I DPRD Lobar Multazam meminta seluruh warga Lobar berhati-hati. Terutama saat membeli minyak goreng curah.

Menurut Multazam, masyarakat Gumi Patut Patuh Patju harus menjadi konsumen cerdas dalam memilih panganan untuk dikonsumsi bersama keluarga. a�?Tapi memang sulit. Tentu tidak semua konsumen teliti dan tahu apakah minyak goreng yang ia beli, bekas atau tidak,a�? ungkapnya.

Kondisi ini akan semakin berbahaya jika dikaitkan dengan hukum agama. Sebab, tidak ada yang bisa menjamin jika minyak goreng bekas hotel itu halal. Sebab, ada juga hotel yang tidak hanya menyuguhkan makanan halal.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Maaf karena kita mayoritas muslim di Lobar, apa yang digoreng sebagainya kita juga belum tahu,a�? ungkap Wakil Ketua I DPRD Lobar Multazam, kemarin (12/9).

Menurut politisi Nasdem ini, dinas terkait, dalam hal ini Disperindag Lobar harus melakukan investigasi. Jangan sampai percaya begitu saja dengan keterangan pihak hotel.

A�a�?Kalau sudah ada informasi seperti ini, dinas harusnya sigap dan cepat,a�? tambahnya.

Terpisah, General Manager Hotel Jayakarta Lombok Cery Abdul Hakim mengatakan, limbah minyak goreng di Hotel Jayakarta tak banyak. Ia juga tak memperjualibelikan limbah minyak goreng tersebut. Pihaknya lebih memilih untuk mengalihfungsikan sebagai bahan bakar obor di pantai dekat hotel.

a�?Kami alihkan ke sana saja, gak ada jual-jual minyak bekas,a�? tandasnya.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar terus memperketat pengawasan terhadap peredaran minyak bekas. Bahkan selama dua minggu sekali, pihak Disperindag turun gunung mengecek langsung ke hotel-hotel. Hal ini dilakukan untuk melindungi para konsumen.

a�?Kita memiliki jadwal untuk turun ke lapangan minimal dua kali seminggu,a�? terang Kepala Disperindag Lobar Agus Gunawan.

Menurut Agus, setelah ditelusuri langsung ke pihak hotel, ternyata tidak ada kebijakan hotel yang memperjualbelikan minyak goreng bekas ke masyarakat. Kendati demikian pihak hotel tak menampik, jika minyak bekas dibeli langsung pihak lain, baik perseorangan maupun perusahaan (CV).

a�?Jadi hotel tahunya minyak mereka dibeli pihak lain, tetapi tidak mengetahui akan diapakan oleh pihak lain tersebut. Tapi seandainya ada (kebijakan hotel) langsung kita ditutup,a�? tegasnya. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka