Ketik disini

Headline Praya

Murid SD Hisap a�?Narkobaa�? di Masjid

Bagikan

PRAYA-Para guru, komite sekolah dan aparatur pemerintah desa di Mantang, Batukliang Lombok Tengah (Loteng), menyebutkan bahwa cairanA� yang dihirup siswa sekolah dasar (SD) setempat, dibawa sejumlah pelajar SMP. Mereka dari di Batukliang dan Praya. Siswa SD pun hanya menjadi korban.

Total siswa yang mengkonsumsi cairan tersebut, sebanyak 28 orang. 15 orang diantaranya yang kepergok warga. Mereka bersekolah di SD 1 Mantang Dusun Jantuk, SD 2 Mantang di Dusun Gubuk Dua dan SD 3 Mantang di Dusun Seganteng. Diduga, aksi para siswa itu terjadi sejak lama.

a�?Di tempat kami ada 20 orang yang menjadi korban. Kami benar-benar kaget,a�? kata Kepala Sekolah (Kasek) SD 3 Mantang Hj Umiyati, kemarin (12/9).

Atas kejadian itu, pihaknya mengaku langsung mengumpulkan para wali murid dan siswa bersangkutan. Tujuannya, agar orang tua mengawasi anaknya masing-masing. Karena, aksi yang dijalankan anak didiknya tersebut, bukan di jam belajar, melainkan diluar jam sekolah.

a�?Kendati demikian, kami tetap menyikapinya,a�? kata Umiyati.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Terlebih, bebernya anak didiknya tersebut hanyalah korban dari prilaku sejumlah siswa SMP di Batukliang dan Praya. Dari cerita para siswa, mereka dipaksa untuk menghirup asap dari pembakaran cairan yang diduga mengandung zat narkoba. a�?Asapnya itulah yang membuat mereka teler,a�? ujarnya.

Ia pun telah melayangkan surat keberatan, kepada pelajar SMP yang dimaksud. Dengan harapan, sekolah memberikan sanksi. Termasuk, melaporkannya ke Polsek setempat. Itu dilakukannya, karena ia tidak ingin siswanya terseret hukum.

a�?Ceritanya, anak-anak kami ini (melakukannya) di masjid,a�? sambung salah satu guru SD 3 Mantang Baiq Juliantini.

Mereka, kata Juliantini dari kelas 2, 5 dan kelas 6. Mereka semua laki-laki, tidak ada yang perempuan. a�?Dua orang diantaranya, anak didik saya di kelas,a�? ujar guru kelas 2 tersebut.

Tinjauan koran ini, aktivitas belajar mengajar di SD 3 Mantang berjalan seperti biasa. Di tempat ini, jumlah korbannya paling banyak. Sedangkan, di SD 2 Mantang berjumlah lima orang dan SD 1 Mantang tiga orang.

a�?Ini benar-benar mengkhawatirkan,a�? kata Ketua Komite sekolah di SD 1 Mantang, yang juga kepala desa (kades) Mantang Zainal Abidin, terpisah.

Agar kasus yang sama tidak terulang kembali, pihaknya akan menggandeng Babinkamtibmas, Babinsa, Polsek, Koramil dan UPT, guna melaksanakan penyuluhan. Terhadap mereka yang memberi atau mengedarkan cairan (liqua), aparatur desa menyerahkan sanksinya kepada lembaga pendidikan dan orang tua masing-masing.

a�?Dari pengusutan kami, aktor utamanya dari siswa SMP di Praya. Kami masih menelusuri SMP mana saja,a�? ujar pemimpin akar rumput tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya 15 murid SD dilarikan ke puskesmas setempat setelah dipergoki warga dalam keadaan setengah sadar. Mereka diduga terpengaruh oleh asap liquid yang mereka bakar bersama-sama. Kuat dugaan cairan tersebut mengandung sejenis zat narkoba.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka