Ketik disini

Headline Kriminal

Penembak Polisi Mantan Napi Terorisme

Bagikan

MATARAM-Polda NTB terus berupaya mengungkapA� pelaku penembakan dua anggota Polres Bima. Penyelidikan sementara menyebutkan jika pria dengan inisial IM dan BL diduga kuat sebagai pelaku penembakan. Keduanya kini telah masuk dalam daftar buronan polisi (DPO).

Wakapolda NTB Kombes Pol Imam Margono mengatakan, kedua pelaku merupakan orang yang menembak Bripka Gofur. Identitas keduanya terkuak A�berkat pengamatan korban.

“Korban (Bripka Gofur, Red) ini kan ditembak dari arah depan, jadi dia tahu persis wajahnya,” kata Imam, kemarin.

Mengenai terduga pelaku lain, yang melakukan penembakan terhadap Bripka Jainal, Wakapolda mengaku belum dapat memastikannya. Apakah mereka merupakan orang yang sama atau bekerja dalam dua kelompok.

“Pelaku berbeda bisa saja. Tapi kita belum bisa memastikan itu, soalnya korban kedua ini kan tertembak dari arah belakang,” ungkapnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Imam mengatakan, hingga kini tim yang telah diturunkan ke Bima masih melakukan pengejaran terhadap IM dan BL. Mereka melakukan pencarian ke sejumlah titik yang diduga menjadi tempat persembunyian terduga pelaku.

Mengenai BL, yang bersangkutan merupakan mantan narapidana tindak pidana terorisme. BL sempat mendekam di Lapas Nusa Kambangan dan baru keluar sekitar dua minggu yang lalu.

Hanya saja, Wakapolda belum dapat memastikan apakah pihak-pihak yang diduga terlibat masuk dalam jaringan BL. Yang pasti polisi berhasil mengidentifikasi BL dan IM sebagai terduga pelaku penembakan.

“Afiliasi ke mana, itu nanti kita ungkap kalau sudah tertangkap,” kata Imam.

Ditambahkannya, hingga kemarin polisi kembali menangkap satu orang yang diduga terlibat. Sehingga ada total lima orang yang diamankan polisi. Namun identitas yang bersangkutan belum bisa dibeberkan karena masih menjalani pemeriksaan.

Kelima orang yang diamankan itu, berasal dari lingkungan sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Kelurahan Penatoi, Kota Bima. Polisi menganggap mereka mengetahui adanya aksi teror terhadap Bripka Gofur dan Bripka Jainal. Di sis lain, sejumlah warga di Kelurahan Penatoi juga diketahui bersimpati dengan kelompok garis keras.

“Masih saksi saja. Tapi satu orang perempuan dengan inisial LT sudah kita pulangkan. Sedangkan yang empat sisanya masih diperiksa,” beber dia.

Selain memeriksa pelaku, polda juga akan mengidentifikasi jenis peluru yang ditembakkan terduga pelaku. Untuk sementara, polisi hanya bisa memastikan jika peluru tersebut merupakan buatan pabrik.

Identifikasi tersebut terlihat dari peluru di pinggang Bripka Jainal. Peluru ini biasanya digunakan pada senjata api dengan kaliber 5,56 milimeter. Sementara peluru di Bripka Gofur tidak dapat diidentifikasi karena kondisinya yang sudah hancur.

Meski demikian, Wakapolda memastikan jika kedua peluru itu bukan dari jenis yang sama. “Jenisnya beda, nanti akan kita libatkan labfor untuk pendalaman,” kata dia.

Hasil dari pendalaman labfor, nantinya akan menguak jenis senjata yang digunakan dalam peristiwa penembakan tersebut. “Jenis senjata nanti kita ketahui dari hasil labfor untuk peluru itu,” tambah Imam.

Meski demikian, Imam menduga jika terduga pelaku menggunakan senjata api rakitan untuk menembak kedua anggotanya. Sebab, peluru apa saja bisa masuk dalam senpi rakitan selama lubangnya sesuai dengan besaran peluru.

Bagaimana dengan motif penembakan? Menjawab ini, Wakapolda mengaku jika pihaknya masih belum mengetahuinya. “Motifnya kita belum ada bayangan seperti apa. Tunggu pelakunya tertangkap dulu. Yang pasti kita masih lakukan pemeriksaan terhadap mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, dari Bima dilaporkan bahwa diduga kuat, satu dari lima warga yang diamankan itu adalah pelaku penembakan. Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Bima Kota AKP Afrijal pada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin. Diakui Afirjal, pasca penembakan itu polisi sudah mengantongi identitas dua orang pelaku.

a�?Sepertinya dari lima orang yang masih kami amankan ini, ada seorang pelaku. Tapi mereka belum mau terbuka dan mengakuinya,a�? jelas Afrijal.

Sebelumnya polisi mengamankan enam warga Kelurahan Penatoa��i. Namun, Senin sore satu di antaranya dipulangkan yakni LS. Mereka diamankan untuk dimintai keterangan terkait insiden penembakan itu.

a�?Sejauh ini kami masih mendalami. Apakah mereka terlibat dalam kasus penembakan itu atau tidak,a�? tegasnya.

Menurut Afrijal, pelaku penembakan dua kejadian itu berbeda. Untuk sementara polisi baru mengantongi nama dua pelaku. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan jumlah pelaku. Tergantung dari pengembangan yang dilakukan pihak kepolisian.

Kondisi Korban Membaik

Hingga kemarin, kondisi terakhir Bripka Jainal, korban penembakan di Kelurahan Mande, Senin pagi (11/9) mulai membaik. Korban sudah bisa diajak bicara dan terlihat sehat.

Pantauan koran ini, sejumlah anggota Sat Sabhara Polres Bima Kota mengunjungi Jainal. Mereka terlihat berkomunikasi seperti biasa dan memberikan dukungan.

Di hadapan rekan-rekannya, Jainal tidak banyak bercerita. Ia hanya mengungkapkan kondisinya yang sudah membaik.

“Alhamdulillah sudah jauh lebih baik dari kemarin kok,” tuturnya sambil tersenyum.

Hanya saja ia menolak untuk memberikan pernyataan terkait kasus penembakan itu.A�”Kalau untuk penjelasan itu sama atasan saya saja,” tuturnya.

Sementara kondisi terakhir Bripka Gafur, Kasubag Humas Polres Bima Kota IPDA Suratno mengaku sudah membaik. Proses operasi sudah selesai. Saat ini korban masih dirawat di Mataram.A�”Alhamdulillah kondisi Bripka Gafur juga sudah membaik,” jelasnya.

Terkait jenis proyektil yang bersarang pada tubuh dua korban, Ratno belum bisa menjelaskan. Sementara saat olah TKP ditegaskan Ratno tidak ditemukan adanya selongsong peluru.

“Proyektilnya sudah dikeluarkan. Tapi jenis apa, maaf saya belum bisa memberikan penjelasan,” pungkasnya. (dit/yet/LPG/r2/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka