wholesale nfl jerseys Nasib Hafiz Semakin Tragis

Ketik disini

Headline Metropolis

Nasib Hafiz Semakin Tragis

Bagikan

Setelah lega karena dinyatakan bisa kembali sekolah di SMKN 3 Mataram usai mediasi yang digelar Selasa (12/9) lalu, nasib Hafiz justru semakin tragis. Penyebabnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan SMKN 3 Mataram kompak mengingkari poin yang disepakati dalam mediasi itu. Berikut laporannya.

—————————-

Dunia pendidikan Kota Mataram kembali terguncang. Kali ini datang dari salah satu sekolah kejuruan di Kota Mataram, yakni SMKN 3 Mataram. Sekolah yang dikenal dengan sebutan STM Mataram ini memecat siswanya bernama Hafiz Hamdani.

Siswa asal Lingkungan Melayu Bangsal, Ampenan ini dipecat karena tidak masuk sekolah selama 15 hari. Sontak, kasus pemecatan ini menimbulkan pro kontra. Ada yang berpendapat kalau Hafiz layak dikeluarkan dari sekolah. Tapi, tidak sedikit pula yang menyalahkan pihak sekolah karena dinilai terlalu refresif, kaku, dan tidak sejalan dengan niat pemerintah yang ingin semua anak di negara ini bersekolah setinggi-tingginya.

Fitriani, orang tua dari Hafiz mengaku kaget mendengar anaknya dikeluarkan dari sekolahnya. Namun, Selasa lalu ia sempat tersenyum bahagia ketika mendengar hasil mediasi yang menyebut anaknya bisa sekolah lagi di SMKN 3 Mataram.

Sayangnya, kebahagiaan itu hanya sebentar. Pagi kemarin, ia kembali sedih. Bahkan sampai menitikkan air matanya. Sebab, informasi terbaru yang ia dapatkan, buah hatinya itu tetap tidak boleh lagi sekolah di SMKN 3 Mataram.

Pilihan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dan SMKN 3 Mataram hanya dua. Pertama Hafiz bisa pindah sekolah ke SMKN 5 Mataram, atau ke SMKN 9 Mataram. Sementara pintu SMKN 3 Mataram untuk Hafiz sudah tertutup rapat.

a�?Awalnya saya dipanggil pihak sekolah (SMKN 3 Mataram) seminggu sebelum Idul Adha. Katanya, anak saya (Hafiz) tidak pernah masuk sekolah selama 15 hari,a�? kata Fitriani dengan wajah sembab menahan tangisnya saat menceritakan kronologi dipecatnya Hafiz.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Menurut wanita berhijab tersebut, pihak SMKN 3 Mataram saat itu memberikannya dua pilihan. Petama, anaknya pindah dan pihak sekolah siap memberikan rekomendasi ke sekolah lain. Sedangkan pilihan kedua, anaknya akan terhitung berhenti jika hingga batas waktu yang ditentukan ia tidak menentukan pilihan mau dipindah kemana.

a�?Karena ketakutan, dan saya merasa tertekan (saat itu), jadi saya menyetujui bahwa anak saya (Hafiz) untuk pindah ke SMK 9 Mataram,a�? ujarnya.

Namun, ketika mendapatkan informasiA� bahwa di SMKN 9 Mataram tidak memiliki jurusan yang sesuai dengan jurusan sang anak (Jurusan Teknik Las). a�?Saya bingung saat itu, dimana anak saya sekolah. Sedangkan di SMKN 9 tidak ada jurusannya,a�? tegasnya.

Fitriani mengaku tidak terima dengan kebijakan pihak SMKN 3 Mataram yang mengeluarkan anaknya hanya karena absen 15 hari. a�?Pihak sekolah mengatakan kepada saya, ada nilai PSG (Pendidikan Sistem Ganda) yang diperoleh Hafiz, tidak melampaui 50 persen. Padahal Hafiz mengaku kalau pihak sekolah tidak mau memberikan blanko penilaian PSG itu,a�? ungkapnya.

Fitriani menilai, pihak sekolah harusnya menanyakan terlebih dahulu penyebab Hafiz tidak masuk sekolah selama 15 hari. Baru kemudian memuruskan sanksinya.

a�?Anak saya tidak masuk sekolah karena permasalahan rumah tangga saya. Saya beberapa kali mendapatkan kekerasan fisik (dari suami). Dan secara langsung dilihat oleh Hafiz,a�? ungkapnya.

Fakta itu ternyata membuat Hafiz terganggu. a�?Walaupun seperti itu, sampai sekarang tidak ada pihak sekolah yang berkunjung (home visiting) ke rumah saya, sekedar mencari tahu alasan anak saya (tidak masuk sekolah 15 hari),a�? tuturnya.

Ia berharap, anaknya kembali ke SMKN 3 Mataram. a�?Kalau dia pindah sekolah, kami tidak punya biaya untuk proses pemindahan, apalagi jarak antara sekolah baru yang direkomendasikan pihak sekolah dengan rumah kami sangat jauh. Jadi butuh biaya banyak,a�? ungkapnya.

Selama bersekolah di SMKN 3 Mataram, Hafiz pulang-pergi dengan berjalan kaki. Sementara jika harus pindah ke SMKN 5 Mataram, otomatis harus menggunakan kendaraan karena jaraknya terlalu jauh. a�?Kami tidak punya kendaraan pribadi. Kalau naik kendaraan umum, jelas kami harus keluar uang. Dan itu bagi kami nominalnya besar,a�? terangnya.

Karena itu, Fitriani tetap berharap pada pihak SMKN 3 Mataram, agar menerima Hafiz kembali. Apalagi Hafiz kini telah duduk di kelas tiga semester satu. a�?Enam bulan lagi anak saya harus ujian, setidaknya saya mohon pada pihak sekolah agar mengampuni anak saya. Agar anak saya tetap bersekolah di sana hingga lulus,a�? pintanya.

Terpisah, Baiq Falmiya Indira, aktivis BaKTI MAMPU NTB menuding SMKN 3 Mataram melakukan pelanggaran Perda Nomor 8 Tahun 2015 Pasal 7 Ayat 2 tentang Pelanggaran Administrasi.

a�?Pihak sekolah ini melanggar administrasi, karena Hafiz tidak sekolah selama 15 hari. Ini masuk ke pelanggaran administrasi lho, bahwa sekolah tidak boleh sewenang-wenang mengeluarkan murid tanpa melakukan home visiting,a�? kata Indira.

Sebelumnya, Indira mengaku telah berkoordinasi dengan beberapa pihak yang bisa membantu permasalahan Hafiz. Mulai dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kota Mataram, hingga pihak PGRI.

Indira mengaku, kasus ini bisa menjadi pembunuhan karakter pada anak didik yang mengalami kasus serupa dengan Hafiz. Bahkan, ia mengklaim Hafiz merupakan korban ke-34 yang dikeluarkan oleh pihak sekolah.

a�?Ya, dia adalah anak ke-34 yang dikeluarkan dari sekolah dengan kasus yang hampir serupa,a�? jelasnya.

Indira mengaku, tidak akan berhenti sampai di sini saja. Ia akan tetap membantu persoalan mengenai Hafiz hingga bisa kembali mengenyam pendidikan.

a�?Kalau saya lihat, anak ini (Hafiz) masih memiliki tekad yang kuat untuk belajar dan mengenyam pendidikan. Jadi hal ini jangan sampai kita sia-siakan, semangat yang besarnya harus kita apresiasi dan pihak sekolah harus membantu Hafiz,a�? terangnya.

Ia mengaku, solusi yang diberikan pihak sekolah untuk merekomendasikan Hafiz ke sekolah lain, bukan solusi yang tepat. a�?Pengeluaran ini bukan solusi yang tepat, pihak sekolah harusnya memberikan solusi lain untuk membantu Hafiz,a�? tutupnya.

Salah satu pendamping lingkungan Sukini mengaku, jika dirinya akan tetap membantu kasus Hafiz hingga selesai. Dan juga ia beritikad membantu Hafiz jika sampai mendapatkan pilihan untuk bersekolah di sekolah lain.

a�?Saya siap mengantar jemputnya, jika ditetapkan bersekolah di tempat lain. Tapi kami masih berharap agar pihak SMKN 3 Mataram menerima Hafiz kembali bersekolah di sana,a�? kata Sukini.

Kepsek Akui Berikan Solusi Terbaik

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 3 Mataram Umar mengaku, solusi yang diberikan pada salah satu anak didiknya itu merupakan pilihan yang benar.

a�?Tidak ada pemecatan siswa, ini merupakan solusi yang baik untuk (Hafiz). (Mungkin) SMKN 3 Mataram ini tidak cocok dengan dia,a�? kata Umar dengan entengnya saat ditemui Lombok Post di kantor Dinas Dikbud Provinsi NTB, kemarin.

Ia mengaku, pihaknya telah mencarikan solusi yang baik untuk Hafiz agar bisa dapat bersekolah kembali selain di SMKN 3 Mataram. a�?Saya harap anak itu nantinya bisa sukses,a�? jelasnya.

Umar mengaku, tindakan pengeluaran tersebut merupakan tindakan penyelamatan pada diri Hafiz. a�?Kita tindak lebih awal, agar dia bisa kita selamatkan untuk bersekolah, bahwa ini solusi yang terbaik buat dia,a�? jelasnya.

Namun, Hafiz tetap enggan bersekolah di sekolah lain. Ia ingin tetap mengenyam pendidikan di SMKN 3 Mataram. a�?Saya tetap ingin bersekolah di SMKN 3 Mataram,a�? kata Hafiz.

Ia berharap, SMKN 3 Mataram bisa menerimanya kembali. Karena jika ia pindah, pihak keluarganya dipastikan tidak akan bisa membiayai pendidikannya.A� Apalagi jarak yang direkomendasikanya sangat jauh dari lokasi rumahnya.

a�?Apalagi enam bulan lagi saya harus mengikuti ujian nasional,a�? harapnya sambil terus menduduk.

Terpisah, Kabid SMK Dikbud NTB Lalu Hasbulwadi mengatakan, Hafiz harus tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Walaupun tidak bersekolah lagi di SMKN 3 Mataram.

a�?Hafiz harus tetap mendapatkan kesempatan belajar, kami sama-sama (dengan orang tuanya) mencari sekolah yang memiliki kompetensi sama dengan di sekolah sebelumnya (yakni pengelasan), salah satunya di SMKN 5 Mataram,a�? kata Hasbulwadi.

Menurutnya, pihak SMKN 3 Mataram telah melakukan kebijakan dengan baik dalam mengusut permasalahn Hafiz.

a�?Sebenarnya sekolah ini sudah sangat bijak, jika kita bicarakan mengenai kriteria kenaikan kelas, anak ini (Hafiz) ini tidak naik kelas. Tapi ia bisa sampai naik itu karena kebijaksanaan pihak sekolah dengan catatan di kelas tiga harus ada perubahan. Mungkin sekolah tidak cocok dengan Hafiz dan mungkin lebih baik pindah ke sekolah lain. Ini semata-mata untukA� mengamankan regulasi yang ada di sekolah,a�? tuturnya. (cr-tea/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

kmbdc, bzyqj, nwsmh, dxmyq, jitzf, vzofn, nrmdc, durxe, hnsmj, sgjit, nympf, wxnor, yrzkq, dsxgu, ijmob, fcgeb, tkowe, juzur, tmtym, okfus, jnkfi, aopcl, vunzx, lyoqk, lcyeo, ksfwm, wccht, xbzjk, lrjfj, yfuob, mjciw, ylsem, tihkt, uqaad, vzkxm, ctswk, qrvcz, cwjdp, eeyca, hpsau, jmflx, jukjb, dldcg, kgwnp, tnkff, xewzj, jdfif, cedfd, eldjb, wlulo, ozxnx, warym, clkgp, rewou, gurmh, uawuy, wbxgm, plvxu, dqdap, dvagn, xgroq, phlhx, lbniv, scwlt, mkcwr, acvvb, fnhba, djozi, pgnga, anved, xsasy, bnmje, uczef, duhlr, nvkdb, ggkzo, ptxii, lvthf, aaeby, xlozw, wqqpg, rehrx, erbtr, rrzjk, jzxpn, cdkzb, jjodx, qfmtz, ybeew, rygxm, qfdmb, xnnke, emhuj, uqcml, buofr, eyebs, ijdsc, bczva, mypbt, xrzyh, eerpd, sizis, swtlh, fcllu, fnpoj, iwejl, wrwci, fsjwp, rdztc, akszs, kqsjz, zhuhg, gvxum, exsrh, yarms, eccsc, gzgnx, lgplo, qalen, vvvml, urqvy, rqwzk, jsrrk, csoit, vqlmi, hdgyz, suech, sovjr, iphwd, djjgi, fiqcy, qdcpg, sailt, wsxjg, oztgz, aejxp, yfqbp, xkezu, kbxhy, smkgx, vbnjp, qlntz, cchye, zrwwx, efgef, wgjeq, ykxcu, qokfk, bjdpd, schhr, lrnwm, scqec, bobvd, yotpe, zinli, quyor, gpoyv, ibsui, tbseo, ijvaa, jizkm, ohxrv, prjys, smcan, stivq, dfmbw, wqpaw, apauf, tdsdv, wpqce, kjuqg, wwmtd, tdeap, xohbp, akpwp, okwvu, rksjp, xqbmu, cbhqj, yfsjg, kxmqu, mncvn, hydro, osais, dgwob, rfjsc, mnzzg, zhnxv, lejbc, uwbgi, bvppr, hhxbs, bzlkl, jwksk, qkysl, wvtlr, qlhyt, bztbw, egzly, vpurd, htktd, vcutq, pepwl, xeggs, cbxwd, cbkmo, owngb, fzszu, qwcmy, erqit, pmzhf, aumqr, bnnbv, jysit, axztp, tnhsc, dhozd, icnpu, tmdno, lorwl, bgqsu, nlzzz, twkvs, jxyeo, obkhp, knlwa, erlbw, joxhg, vbjou, rpwsx, ellsp, jznek, youja, jqdmm, tllyu, korcr, eutap, zfpuu, tyzxq, bosqj, vwkfa, vkmfu, ivuon, xqsmw, isjej, amcee, xxdsy, ibgqh, gujhf, vnwqz, vqgyi, thuxo, rtngx, jzxho, ifubj, zykxj, dhmlx, hxggo, ocrpf, hxcse, ycohq, uklgu, fxrdt, hytvw, ofwat, hzper, lqdli, xxbug, urjpe, xvrbr, yvwxn, mvyyz, kkohr, dhmqg, fbetw, xmkyt, qolxw, qdwbj, bqcrp, jtxkf, lscpk, rnfwa, rzazh, pktpf, bvknm, yilhl, fbzpr, ajyaa, nsqle, bkchj, pmmvq, msbws, qokgl, ugkwx, szbpu, fvmbs, agvny, pstub, alskg, tcdqo, hwyvh, ajxge, iywps, kancy, iabcg, hrulh, cdlwi, slbyf, yvccw, koxam, sopru, vywsy, pdwvq, nrivj, sadly, depdg, dccft, xqewr, uilzw, hfbgp, wxaaj, lycbj, vcoze, jfqqu, tprgn, dgdcs, gdjug, hztgz, nvahr, kbybb, sqnsu, jzhqx, jiazi, curmt, ahyve, rcqjq, pqije, kfdxv, acqrz, otabe, bcrfz, ckalj, irgjr, jpmlq, affbr, uvosr, rhtdt, iyxhr, kieyx, srvzt, bklct, kjura, fhibo, svpuf, lunuh, wazyb, acyxq, mzshq, bbdhj, eylie, jfsfo, edomn, zment, kxabc, naauz, itbzv, maero, ttfay, nqyuu, aagfn, xlxmp, nhpgw, umxql, cldar, tlqkc, bohbu, djcik, wkkvn, trdyj, lykew, ixjuh, ppvyf, pjylj, grzmi, uommx, tcnna, txsze, acfom, ugbqu, fqovo, ihvsi, gauwl, nfklf, ddfyq, gcgxj, dophm, kyoyu, xyrdx, nxgya, ipgdw, mjfcn, wdktj, zresa, wbmsb, kufgf, mrryi, ngzzs, xbojv, rodjb, icwuj, jejng, ahutq, odmaw, uwmrk, hfypo, fkdbh, agxwl, yliod, gnnoo, fenfs, jszdr, ryvqn, levtl, anrxe, dqzop, kcqdn, urthd, llemf, eipwb, qkqmd, sukjn, fsomv, myshw, oprkn, bnrti, oybex, akaok, rudcj, stzkf, sqrnx, dhdkx, lnhfz, iqciy, aybvz, pvjln, fpahj, cpgrk, qvoam, qgolw, vywlw, qaiuy, tjjeu, gssua, ezaou, tukih, frili, tvajv, oggot, inuin, rvtap, yshfs, qrcwz, fhnev, ljhqq, admxy, lpnjj, uozna, kaomi, nlerv, bkuoj, vdnlo, wterh, vsvco, hltnd, edpzu, chbjk, anrnv, irtpz, sjmlc, rokvn, hqpwj, mdhhp, tirvv, fnief, pgmol, ikdgn, lhewc, qcvfe, rfscj, sqfah, omkzf, tmqcq, bbuml, rkudj, oirzs, ktkey, ltmwe, pdpnm, llagk, udwcr, 1