Ketik disini

Praya

Polisi Diminta Turun Tangan, Terkait Anak SD “Teler” di Mantang

Bagikan

PRAYA-Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng), telah menyerahkan sampel cairan liquid yang diduga mengandung zat narkoba ke BPOM Mataram. Ini untuk memastikan kandungan sebenarnya dari cairan yang membuat belasan siswa sekolah dasar (SD) di Mantang, Batukliang tidak sadarkan diri (teler) tersebut. Cairan ini sendiri lazim ditemukan pada rokok elektrik (vape) yang tengah populer dikonsumsi warga.

a�?Insya Allah, beberapa hari kedepan, sudah ada hasil. Kita tunggu saja,a�? kata Kepala Dikes Loteng H Omdah, kemarin (13/9) di Gedung PKK.

Ia mengatakan, liquid ini A�sebenarnya dijual bebas. Namun, diperuntukkan bagi para perokok elektrik saja. Cairan tersebut, tidak diperbolehkan dikonsumsi anak di bawah umur. Namun demikian Dikes merasa perlu melakukan uji laboratorium karena cairan yang satu ini bisa membuat anak-anak teler, halusinasi seperti efek narkoba. A�A�A�A�A�A�A� Dikes mencurigai ada kandungan lain dalam liquid yang dikonsumsi anak-anak tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

A�a�?Yang menjadi pertanyaan kami, dari mana anak-anak ini mendapatkannya,a�? ujar Omdah.

Untuk itu, pihaknya berharap kerja sama kepolisian guna melakukan pengusutan, sehingga siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab. a�?Menurut saya, kalau dikonsumsi berlebihan memang bisa teler. Apalagi, anak-anak,a�? cetus Sekretaris Dikes Mutawali, terpisah.

Sehingga, tambah Mutawali kasus yang menimpa para siswa di SD 1 Mantang, SD 2 Mantang dan SD 3 Mantang harus dijadikan pelajaran berharga. Jangan sampai terulang kembali, jangan pula menimpa lembaga pendidikan lain. a�?Seperti itu,a�? katanya.

Senada dikatakan koordinator tim reaksi cepat (TRC) Dikes Loteng Edi Sahroji. Menurutnya saat kejadian, pihaknya langsung turun ke lokasi, guna membawa 15 siswa di tiga SD tersebut, ke Puskesmas Mantang. Lalu, menyita kotak dan botol liquid tersebut. Di label kotak, tertulis harga Rp 20 ribu.

a�?Saya kebetulan perokok elektrik. Biasanya, harga cairan liqua itu di atas Rp 200 ribu per kotaknya. Sehingga, saya curiga, itu palsu,a�? kata Edi.

Barang bukti kotak dan botol, beber Edi masih diamankan. Dengan harapan, kepolisian turun tangan. a�?Karena ini kasus pertama dan teraneh. Melibatkan anak-anak SD pula,a�? ujarnya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys