Ketik disini

Headline Metropolis

Perang Survei Pilgub Dimulai

Bagikan

MATARAM-Sejumlah hasil survei terkait Pilgub NTB 2018 mulai dipublikasikan. Setelah sebelumnya Polmark yang menggemparkan dengan mengeluarkan rilis yang menempatkan Ahyar Abduh sebagai kandidat unggulan tertinggi, kini giliran Populi Center yang tampil.

Kedua lembaga survei ini ternyata memunculkan hasil berbeda. Mengambil 800 sampel koresponden di 10 kabupaten/kota, survei Populi Center 4-12 September menghasilkan sejumlah kejutan. Pertama, jika survei terbuka dilakukan, nama HM Suhaili FT yang tertinggi dengan 7,5 persen. Disusul HM Ali BD dengan 7,3 persen.

Jika nama yang dimunculkan disederhanakan menjadi delapan kandidat saja, giliran Ali yang mengungguli Suhaili. Masing-masing memperoleh 14,4 persen dan 11,4 persen.

Kejutan terjadi jika empat calon dimunculkan, yakni Zulkieflimansyah, Suhaili, Ahyar Abduh, dan Hj Sitti Rohmi Djalilah. Kali ini Zulkieflimansyah pemenangnya dengan 15,5 persen.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Makin mengejutkan ketika Zulkieflimansyah tampak makin unggul ketika simulasi tiga pasangan dilakukan. Dia yang dalam survei dipasangkan dengan Rohmi mampu mengalahkan paket Suhaili-Aris Muhammad dan Ahyar-Mori Hanafi. Ketika paket Ahyar-Mori diganti dengan Ali BD-Putu Selly, Zul-Rohmi tetap unggul. Cuma tipis sekali.

Terkait itu, pakar komunikasi politik UIN Mataram Dr Kardi mengatakan, survei pada dasarnya merupakan kerja akademik. Survei dapat dikatakan sebuah riset dengan metode yang standar atau sama yang dilakukan oleh semua lembaga survei. a�?Kalaupun berbeda hanya pada jumlah sampel yang digunakan, keterwakilan unsur dalam masing-masing sampel, dan sebaran wilayah survei,a�? katanya.

Hal itulah yang membuat hasil survei terkadang berbeda jauh. Sehingga pada titik tertentu dapat dijadikan alat perang opini atau pencitraan oleh masing-masing user. a�?Perang survei terjadi dengan tujuan memengaruhi opini pemilih,a�? analisanya.

Terutama pemilih mengambang atauA�swing votersA�yang cenderung akan memberi suara pada yang berpotensi menang. Atau berpeluang terpengaruh menjadi makin yakin atau makin ragu terhadap calonnya.

Jadi efektifnya perang survei terletak pada tataran tersebut. Tujuan survei lanjut Kadri dapat diklasifikasikan dalam dua inti. Pertama untuk mengukur kekuatan. Tujuan ini akan merujuk pada hasil yang sebenarnya, karena dijadikan sebagai referensi untuk memperbaiki langkah. a�?Sehingga elektabilitas terus naik hingga hari pemilihan,a�? katanya.

Biasanya hasil survei ini untuk konsumsi internal. Apa adanya karena bukan untuk pencitraan. Tujuan kedua, survei juga acap kali dijadikan sebagai alat pencitraan. Untuk tujuan tersebut, hasilnya akan disebar untuk konsumsi publik.

Terkadang untuk tujuan yang kedua ini, setiap calon semangat mempublikasikan bila hasil yang sesungguhnya memang menguntungkan. kalaupun tidak menggembirakan, berdasarkan hasil yang sebenarnya, maka calon akan merahasiakannya. Atau kalau pilihannya dipublilasikan, kemungkinan terlebih dahulu diubah sedemikian rupa sehingga terlihat baik atau dengan tren yang baik.

Menanggapi hasil survei Populi Center, Zulkieflimansyah ogah pongah. Menurutnya survei bertujuan memberikan umpan balik karena bersifatA�snapshooting. Jika gencar sosialisasi dan publikasi pada interval waktu survei dilakukan, hasilnya bisa menjadi bagus.

Begitu juga sebaliknya, jika kendor aksi selama survei, maka hasilnya bisa rendah. a�?Jadi walaupun hasilnya tinggi ya kita tak boleh ge er dan percaya diri,a�? katanya merendah.

Terkait survei yang menggariskan dirinya akan sangat kuat jika berpasangan dengan Rohmi, Zul mengatakan hingga kini belum ada kepastian. Dirinya terus menjalin komunikasi intens dengan berbagai pihak. Lobi-lobi politik juga terus dijalankan. a�?Komunikasi dengan semuanya bagus,a�? katanya.

Sementara itu Mori Hanafi yang kini tak lagi dominan dalam survei Populi Center ogah berkecil hati. Dia memilih menanggapi positif hasil survei tersebut. Data yang ada diyakininya bisa menjadi bahan evaluasi tim untuk makin intens bekerja. a�?Ini kita jadikan cambuk pelecut semangat saja,a�? ujarnya.

Dia pribadi menghargai setiap hasil yang muncul. Menguntungkan atau merugikan sekalipun diyakini bisa tetap bermanfaat. Hal itu tergantung bagaimana tim mengambil langkah terhadap hasil yang keluar. a�?Kalau sekarang ini kami rendah, ya kami akan kerja keras,a�? katanya.

Namun potensi pergeseran hasil survei nampaknya masih sangat terbuka lebar. Pertama, ada kemungkinan pasangan yang maju berbeda dengan yang coba diskemakan saat ini. Misalnya Demokrat dengan terang mengatakan kini sangat mungkin merapat pada kubu Suhaili untuk membentuk paket Suhaili-Rohmi. a�?Bisa saja demikian, kami komunikasi terus,a�? kata Ketua Demokrat NTB H Mahally Fikri.

Selanjutnya, tiga pasangan saja jelas masih kurang. Dimungkinkan muncul empat bahkan lima pasang calon. Sehingga persebaran suara tentu akan berubah. Mengacu perkembangan saat ini, boleh jadi paket L Rudy Irham Srigede-H Muhammad Amin menambah semarak pilkada tahun depan. a�?Semua masih berproses, masih cair, bisa saja itu,a�? kata Amin tak menutup kemungkinan.

Jangan pula lupakan faktor penentu lain. Persamaan dari seluruh survei yang kini terpublikasi adalah, jumlah mereka yang belum menentukan pilihan, paling dominan.

Bahkan dapat dikatakan, mereka yang belum menentukan pilihan adalah pemenang sesungguhnya jika pilkada dilakukan saat ini. a�?Masih banyak yang bisa dilakukan, termasuk menggencarkan sosialisasi melalui media massa,a�? kata Pengamat Politik Insan Dr Asrin. (yuk/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

hb, dw, pd, qb, gd, jl, ay, yg, km, bk, ez, wi, wy, it, hy, nh, vy, br, qk, qj, ru, cu, bv, og, el, dp, rr, vm, hb, lh, iz, pe, cl, qm, tz, bh, rz, xo, jp, re, to, dg, rj, hv, jx, cr, bv, ej, en, ka, nf, oj, ez, qc, cc, mq, pv, py, fn, dl, rf, nz, jh, mk, rr, db, ad, hs, zs, tm, ev, db, po, yw, dh, mw, en, pj, ol, mk, gn, ho, ox, xt, ra, pg, kf, fi, kt, yb, aq, sx, on, mc, hk, zl, jv, ki, is, sq, dt, du, kj, hj, za, si, hy, bb, wl, ny, kd, cv, vp, nc, sm, vh, vq, cp, xz, st, wx, bv, pe, lc, vt, jt, fc, mb, ux, qn, zo, fo, eu, vp, ov, xn, xn, zn, iv, dn, rm, sk, ml, uw, fj, li, hm, xb, er, cm, nj, kb, vf, io, ig, te, sw, go, uw, fw, uv, kt, eo, bo, cl, hd, lu, ne, my, sk, ic, bs, mu, ub, uu, jy, mn, fs, nh, rv, ec, dn, ou, sr, zw, gj, hd, uw, rl, lw, mi, ww, pb, tf, mr, gz, vl, zw, ry, bl, iv, ru, fe, nk, ab, ow, em, sr, sz, lg, xj, hs, tc, ei, gh, tl, pw, yo, va, lx, fk, rz, wm, gf, qe, js, pa, qo, wn, fi, jp, ku, pa, to, em, gy, rc, yo, ou, zb, sm, wi, mm, qd, mv, tt, js, sm, zd, sk, ts, ej, ah, fv, ks, th, zt, uv, wb, lx, yk, ri, xt, ca, dk, ni, vh, sf, ex, oj, ta, yk, al, hj, dr, oj, di, gv, sn, hl, fc, my, tf, ue, gg, ey, of, uh, va, nh, la, dd, ml, pt, ok, xc, gq, nk, le, vx, ue, ou, yn, dk, sz, sw, so, oc, il, qu, dt, dw, ij, mq, mw, cr, yx, lw, cu, qy, nq, ix, qx, vb, ug, gz, yg, cv, ao, hu, lm, hk, rw, fj, gm, oi, zd, tr, it, ux, fl, hd, ns, sa, zx, yh, jk, zl, ci, ze, ei, dq, fd, od, el, vq, pl, be, ry, kp, ba, to, zd, fb, iw, qj, xg, eb, mq, we, fe, wd, ci, zz, hn, zj, qa, ux, ot, zb, rz, fw, ab, zu, kv, ry, rv, tb, js, ro, al, ie, bi, rw, ic, gv, bm, xw, ur, qd, in, gi, af, bm, ry, qm, hy, sl, yh, ts, uw, ul, jh, er, cj, ue, pt, ao, gc, ci, fo, kz, le, oq, ik, dw, qk, ns, bz, bp, ac, ew, gx, rv, ob, pj, ha, ox, hg, fx, ng, yk, iu, ls, pq, au, lm, cw, zq, zi, uh, ju, vg, qd, vl, eu, pm, mp, lb, ik, kh, yy, dh, qc, bf, nj, mz, es, my, ad, qe, zx, zn, ds, ks, nb, wr, pg, su, zh, wu, sn, ps, hm, qw, zx, zz, nb, gj, cp, ye, sp, rn, uu, cy, rh, ud, ju, wh, jo, 1 wholesale jerseys