Ketik disini

Headline Metropolis

Dikbud Tak Luluh, Hafiz Tetap Out

Bagikan

MATARAMa��Upaya Hafiz Ramdani agar tetap bisa bersekolah di SMKN 3 Mataram, berakhir getir. Hafiz akhirnya tercatat sebagai siswa ke 34 yang dipecat pihak sekolah setempat.

a�?Anak dan ibu menangis, tapi apa daya,a�? Kata Sukini, Pendamping Lingkungan kasus Hafiz dengan nada sedih.

Dengan kata tajam, Sukini sempat menyindir bagaimana pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, terlihat hanya mengedepankan sistem dan hirarki kewenangan. Sehingga segala upaya yang sudah dilakukan sejumlah aktivis yang mendampingi kasus Hafiz agar bisa mengenyam pendidikan di SMKN 3 Mataram lagi mentah begitu saja.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?(Mau gimana lagi) habis mereka berkuasa,a�? cetusnya.

Namun pihaknya masih bisa bernafas sedikit bernafas lega. Pihak Dikbud dikatakan telah berjanji akan menyelesaikan persoalan, jika Hafiz harus dipindahkan ke sekolah baru.

a�?Mereka jamin tidak ada biaya satu sen pun. Sementara untuk biaya ke tempat sekolah, pihak Dikbud katanya janji mau belikan Hafiz sepeda,a�? terangnya.

Keputusan ini disebutkan belum mewakili seluruh harapan Hafiz dan keluarganya. Tetapi demi pendidikan anak kampung Melayu Bangsal itu, dengan berat hati akhirnya diterima.

a�?Hafiz terlihat masih belum bisa lupakan kesedihannya dikeluarkan pihak sekolah, tapi mungkin karena merasa bertanggung jawab ya, tadi dia tetap pergi melatih (bela diri),a�? terangnya.

Sukini tetap melihat keputusan yang diambil pihak Dikbud hanya untuk mengamankan keputusan di bawahnya. Selain itu, ingin menunjukan bahwa pihak provinsi sudah punya kuasa atas sekolah-sekolah SMK dan sederajat.

a�?Tapi tadi kami juga minta agar pihak sekolah dan Dikbud, bertanggung jawab atas dipecatnya 33 siswa lain,a�? jelasnya.

Mereka diharap di data lagi dan diberikan kesempatan ujian. Sehingga bisa dapat ijazah kelulusan. Bagaimanapun mantan siswa SMKN 3 Mataram yang pernah jadi a�?tumbala�� kakunya aturan SMKN 3 Mataram harus mendapatkan hak-hak pendidikan.

a�?Rencananya mereka akan diujikan pada tanggal 11- 13 Oktober supaya bisa dapat ijazah dan melamar pekerjaan,a�? terangnya.

Ia juga berharap, kasus Hafiz menjadi kasus yang terakhir. Tidak ada lagi pemecatan siswa hanya dengan dalih disiplin. Bukan hanya untuk SMKN 3 Mataram, tetapi juga di sekolah-sekolah lain yang membuat aturan merugikan bagi anak didik.

a�?Semoga tidak ada Hafiz-hafiz yang lain,a�? harapnya.

Di hubungi melalui ponsel, Kepala Dikbud NTB H Muhammad Suruji membenarkan jika Hafiz sudah tidak ada peluang lagi untuk diterima di SMKN 3 Mataram. A�Peluang ini tertutup setelah dilakukan musyawarah secara bersama-sama.

Hanya saja, Suruji tetap berdalih langkah penolakan Hafiz masuk ke SMKN 3 Mataram bukan sebagai pemecatan. a�?Tidak ada yang memberhentikan, setelah berbicara panjang dan berdiskusi akhirnya sepakat, Hafiz dipindah. Ini justru langkah untuk menyelamatkan Hafiz,a�? dalih Suruji.

Dalam musyawarah itu, dikatakan Suruji, telah melibatkan semua pihak. Dari pihak sekolah, kepala UPT, hingga kepala bidang. Serta sejumlah aktivis dari LPA, BP3AKB Kota Mataram.

a�?Termasuk Hafiz dan ibunya,a�? terangnya.

Ia mengatakan di satu sisi sekolah ingin menegakkan disiplin. Karena ia mengklaim SMKN 3 Mataram telah melakukan tahapan pembinaan terlebih dahulu. Tetapi hasilnya tetap gagal. Hafiz tetap dipandang sebagai siswa yang layak dipecat, karena melanggar disiplin sekolah.

a�?Karena itu direkomendasikan ke sekolah lain,a�? imbuhnya.

Ia mengklaim cara ini untuk menyelamatkan pendidikan Hafiz. Mengingat secara kemampuan akademis, Hafiz sulit mengimbangi pelajaran di SMKN 3 Mataram.

a�?Nanti, kepala UPT yang menguruskan kepindahannya dan apa saja yang menjadi konsekwensi pindah, dinas yang bantu,a�? ulasnya.

Selanjutnya, Dinas Pembedayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), akan melakukan monitoring dan melakukan pendampingan. Guna menjamin tumbuh kembang Hafiz menjadi lebih baik.

a�?Soal transportasi yang jadi kendala juga kami akan bantu,a�? tegasnya.

Justru Suruji berkeyakinan, jika Hafiz kembali dipaksakan masuk SMKN 3 Mataram itu tidak akan baik bagi perkembangan psikologi dirinya dan teman-teman yang lain. Suruji juga membantah, keputusannya mengamankan keputusan SMKN 3 Mataram mengeluarkan Hafiz, bukan bentuk ketidakmampuan pihak mereka mengubah keputusan sekolah.

a�?Oh tidak, kami sangat mampu. Sangat bisa. Justru karena kami pandang ini keputusan yang tepat, karena itu kita jamin dan kawal,a�? ujarnya.

Namun, Suruji akhirnya mengakui ada persoalan di SMKN 3 Mataram yang harus ditata. Jumlah siswa hingga mencapai 2 ribu lebih, telah membuat pihak sekolah kesulitan melakukan penataan dan pembinaan karakter anak.

a�?Karena itu, kita akan kurangi agar hanya menerima sekian belas rombel, tidak seperti sekarang,a�? paparnya.

Jumlah siswa yang overload dibanding SDM sekolah, telah membuat sekolah kesulitan mengatur dan mendidik siswa-siswinya. Sehingga, ada beberapa siswa yang harus menghadapi persoalan disiplin sekolah.

a�?Karena itu kalau ada 40-50 orang yang tidak disiplin, bukan sesuatu yang aneh dengan jumlah siswa mencapai 2.240 orang,a�? nilainya.

Pembenahan lain yang akan dilakukan yakni dengan penyegaran Kepala SMKN 3 Mataram. Disebutkan Suruji, SMKN 3 Mataram saat ini masih belum memiliki kepala sekolah definitif.

a�?Kita perlu segarkan karena Pak Umar itu posisinya PLT,a�? terangnya.

Dihubungi terpisah, Kepala DP3AKB NTB Hartina mengaku belum mengetahui persis hasil dari pembahasan nasib Hafiz. Hanya saja ia menyayangkan jika pada akhirnya Hafiz nantinya harus ditolak oleh pihak sekolah.

a�?Kalau kami harapannya tetap bisa sekolah. Tapi saya belum tahu persis hasilnya seperti apa, tadi saya ada acara sehingga tidak bisa ikut dalam diskusi itu,a�? terangnya.

Menerima Hafiz masuk ke sekolah dinilai langkah bijak. Hal ini didasari atas kajian dan informasi yang dihimpun bersama sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konsen dengan persoalan Hafiz.

a�?Idealnya memang harus mencari tahu latar belakang anak itu kenapa sampai tidak masuk. Di kepegawaian kita juga begitu, kalau ada yang tidak masuk, kita pasti cari tahu apa sebab-sebabnya,a�? jelas ia.

Ia menegaskan posisi DP3AKB tetap sebagai yang terdepan dalam melindungi hak-hak anak. Termasuk dalam hal memperoleh pendidikan yang layak.

a�?Kami siap berjuangkan agar anak-anak NTB bisa dapat hak-haknya,a�? tandasnya. (zad/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys