Ketik disini

Giri Menang Headline

Musim Penghujan Bakal Terlambat

Bagikan

GIRI MENANG-Lobar harus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak-dampak kekeringan hingga akhir Oktober mendatang. Pasalnya, musim penghujan akan datang sedikit terlambat dari biasanya.

Imbauan ini datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Lobar. Disebutkan, bulan ini adalah puncak musim kemarau di Lobar dan NTB pada umumnya.

a�?Sekarang kita sedang di puncak musim kemarau,a�? kata Prakirawan Data dan Informasi BMKG Restu, kemarin (15/9).

MeskiA� demikian, BMKG menilai kondisi iklim ini masih normal. Diakui musim kemarau tahun ini lebih kering dari tahun lalu. Namun, masih lebih basah dibandingkan tahun 2015.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Tahun 2015 ada elnino, di mana musim kering lebih panjang dari biasanya,a�? paparnya.

Ia menjelaskan, dari pantauan BMKG, musim kemarau terjadi di pertengahan April. Tetapi secara keseluruhan, ada sejumlah wilayah yang lambat memasuki musim kemarau. Seperti, Kota Mataram dan sebagian wilayah Lobar.

a�?Dua wilayah ini masuk musim kemarau di Bulan Mei,a�? ucapnya.

Selain itu, BMKG juga turut memantau wilayah-wilayah yang tidak turun hujan berturut-turut selama lebih dari 60 hari. Pemantauan dilakukan oleh pos-pos pemantauan yang tersebar pada 140 titik di NTB.

Hasilnya, lebih dari 20 titik tidak terjadi hujan berturut-turut selama lebih dari 60 hari. Terhadap titik-titik ini, BMKG telah memberikan peringatan dini kekeringan.

a�?Kita sudah berikan warning,a�? imbuhnya.

Adapun titik-titik yang paling tinggi, sambungnya, ada di wilayah Sape, Kabupaten Bima. Di mana sudah 132 hari tidak turun hujan. Sementara di Pulau Lombok, lanjut Restu, kondisi ini terjadi di Sambelia. Dengan rentan waktu 126 hari atau empat bulan tidak terjadi hujan berturut-turut.

Sedangkan di wilayah Lobar, kondisi terparah terjadi di Sekotong, Lingsar, dan Lembar. Masing-masing 62 hari di Sekotong dan Lingsar, dan Lembar selama 58 hari.

a�?Untuk Lobar hanya ada beberapa titik masuk kategori kekeringan,a�? jelasnya.

BMKG memperkiraan musim penghujan di NTB paling cepat berlangsung pada akhir Oktober. Di mulai dari Kota Mataram, menyusul sebagian wilayah Lobar. Sementara yang paling lambat masuk musim penghujan adalah Bima, Dompu, Sumbawa bagian selatan pada pertengahan Bulan Desember.

Kepada pemerintah daerah, kata dia, perlu memikirkan solusi jangka panjang untuk mengantisipasi kekeringan ini. Sedangkan, untuk jangka pendek pemda dengan pihak-pihak terkait harus makin gencar menyalurkan air bersih.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar H Moh Najib membenarkan, Lobar dalam status siaga darurat kekeringan. Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Lobar, titik-titik kekeringan tersebar di enam kecamatan dengan 32 desa di 121 titik. Meski sebagian dari mereka ada yang sudah bersurat atau belum berikan laporan, BPBD tetap bertindak mendroping air bersih.

a�?Tim kita terus bergerak, ada dari Polres, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Damkar salurkan air bersih,a�? terangnya.

Yang juga menjadi perhatian BPBD adalah pemeliharan sumur bor di sejumlah titik kekeringan. Selama ini, banyak bantuan sumur bor yang rusak.

a�?Soal pemeliharaan sumur bor ini juga harus diselesaikan,a�? kata Najib. Ia berharap, pemeliharaan sumur bor dapat dipusatkan kepada BPBD. (ewi/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys