Ketik disini

Headline Praya

PSK Dolly Hijrah ke Mandalika ?

Bagikan

PRAYA-Pekerja Seks Komersial (PSK) di objek wisata Pantai Kuta Mandalika, Pujut Lombok Tengah (Loteng) semakin mengkhawatirkan. Rata-rata mereka datang dari luar daerah. Salah satunya merupakan bekas penghuni lokalisasi Dolly Surabaya. Pemerintah desa setempat berharap, Satpol PP, kepolisian dan TNI turun tangan membantu.

a�?Tolong jangan konsentrasinya di Kota Praya saja,a�? sindir Kepala Desa (Kades) Kuta Lalu Badaruddin, kemarin (15/9) usai senam pagi di pantai Kuta.

Menurut Badaruddin keberadaan para PSK tersebut terselubung. Rata-rata mereka tinggal di sejumlah kos-kosan. Di satu sisi, aparatur pemerintah desa sudah berkali-kali melakukan imbauan, peringatan bahkan penertiban. Namun hal tersebut seolah tak membuat para PSK jera.

Yang paling ditakutkan, menurut Badaruddin mereka mempengaruhi warga. Khususnya, kalangan anak-anak. Karena itulah ia meminta aparat berwenang bertindak, baik melalui pendekatan sosial maupun hukum. a�?Karena kami tidak mau, nama desa kami tercoreng,a�? katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Lebih lanjut, pihaknya merasa bersyukurA� karena Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Loteng ikut membantu. Mereka menggandeng beberapa NGO dan pemerhati anak, guna melakukan pencegahan eksploitasi seks komersial anak di dunia pariwisata.

A�A�A�A�A�A�A� a�?Dari hulu hingga hilir harus kita jaga bersama. Kita berharap, Desa Kuta bebas PSK dan menjadi desa layak anak,a�? ujar orang nomor satu diakar rumput tersebut.

A�A�A�A�A�A�A� Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Hj Baiq Maesarah menerangkan, program desa layak anak dan pencegahan eksploitasi anak terus digalakkan. Termasuk, pengadaan alat kontrasepsi. Namun, program tersebut tidak bisa berjalan mulus. Jika tidak didukung dinas dan instansi lain.

A�A�A�A�A�A�A� Ia berharap, programnya itu dikroyok bersama. Karena, akan menjadi bom waktu, jika tidak cepat ditangani. Khususnya, di desa-desa penunjang wisata seperti, Desa Kuta, Mertak, Prabu atau Selong Belanak. a�?Seperti itu. Kami pun tetap melakukan langkah antisipasi dini dan deteksi dini,a�? kata Maesarah.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka