Ketik disini

Headline Sumbawa

Lahan Bandara Sumbawa Terbakar

Bagikan

SUMBAWA– Warga Kampung Mande, Kelurahan Bugis yang berada di dekat Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa kemarin siang panik. Lahan yang ada di dekat landasan pacu bandara terbakar. Akibat kebakaran ini, permukiman penduduk yang ada di dekat bandara terpapar asap tebal.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kebakaran ini terjadi siang hari. Saat itu, warga dihebohkan dengan kepulan asap putih dari arah landasan pacu bandara sebelah selatan. Kepulaun asap ini membuat warga sekitar penasaran dan mendekat ke pagar bandara.

Kepulan asap itu berasal dari rumput kering yang terbakar di lahan bandara. Embusan angin yang cukup kencang saat itu membuat api dengan cepat menyebar. Akibatnya, kebakaran meluas hingga dekat garasi mobil pemadam kebakaran milik bandara. Tidak lama, api membesar dan membumbung tinggi hingga sekitar 6 meter. Bahkan asap api menyelimuti permukiman dan semakin mengganguA�A�kenyamanan warga.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Mengetahui kejadian ini, polisi dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sumbawa turun ke lokasi. Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo langsung turun memimpin untuk pemadaman. Kapolres turun didampingi kabag ops dan para kasat di Polres Sumbawa.

Pemadaman dilakukan menggunakan mobil pemadam kebakaran milik Satdamkar dan water canon milik Polres Sumbawa. Berkali-kali mobil tersebut bolak-balik mengambil air. Setelah sebagian besar api di lahan tersebut berhasil dipadamkan, para petugas tidak tinggal diam. Kapolres bersama anggotanya dan petugas Satdamkar bahkan berkeliling hingga keliling pagar. Hal ini dilakukan untuk menemukan titik-titik yang masih terbakar. Mereka kemudian melakukan pemadaman di titik-titik yang masih mengeluarkan asap hingga. Semua titik api benar-benar dipadamkan sekitar pukul 16.20 Wita.

Salah seorang saksi mata, Edvan mengaku pertama kali melihat api sekitar pukul 14.30 Wita. Karena khawatir, dia memperingatkan petugas yang ada di bandara untuk segera memadamkan api. Namun, petugas terkesan kurang tanggap atas laporan itu.

a�?a��Sekitar setengah jam, api sudah sampai di depan rumah,a�? ujar pria yang tinggal di dekat pagar bandara ini.

Edvan mengaku, kebakaran di lahan bandara tersebut sering terjadi. Tahun ini saja sudah tiga kali terjadi. Kebakaran pertama karena pembakaran aspal ketika pengerjaan landasan bandara. Juga ada kebakaran ilalang di lima titik berbeda.

Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo yang dikonfirmasi setelah melakukan pemadaman mengatakan, mendapat informasi mengenai kebakaran ini pihaknya langsung turun ke lapangan. Mobil pemadam kebakaran dan water canon bolak-balik melakukan pemadaman. Diduga kebakaran ini terjadi karena faktor alam. Mengingat saat ini sedang musim kemarau. Kondisi ini juga dia pastikan tidak menganggu aktivitas penerbangan karena sudah berhasil ditanggulangi.

a�?a��Sementara melihat situasi ini karena faktor alam. Karena musim kering, lahannya kering sehingga menimbulkan potensi terjadinya kebakaran,a�? kata kapolres.

Hal senada juga dikatakan Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa I Kadek Juli Sastrawan. Kadek mengatakan, kebakaran ini terjadi karena musim kemarau.

a�?a�� Apalagi di Sumbawa sudah tiga bulan ini sangat kering. Karena lahannya lapang, anginnya juga kencang. Sehingga kebakaran ini cepat menjalar,a�? terangnya.

Dia mengungkapkan, sebelumnya memang pernah terjadi kebakaran, namun berhasil ditanggulangi sebelum membesar. Kawasan bandara sudah dikelilingi pagar besi. Jadi tidak mungkin api berasal dari luar kawasan bandara. Kecuali ada yang sengaja melakukan pembakaran.

Terkait adanya warga yang mengatakan bahwa petugasnya kurang tanggap saat terjadi kebakaran, menurut Kadek petugasnya bukan mengabaikan laporan dari warga. Namun petugasnya memanggil rekannya yang lain untuk memastikan kejadian tersebut. Sehingga bisa dilakukan penanganan dengan segera.

Kadek mengatakan, pihaknya selalu melakukan pengecekan rutin dengan berkeliling bandara. Tujuannya untuk mengantisipasi kejadian kebakaran.

Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, pihak bandara akan membuat saluran air kecil di sekitar lahan bandara. Saluran air kecil ini nanti berfungsi sebagai pemutus api. Sehingga apinya tidak akan melebar jika terjadi kebakaran. Memang untuk mengantisipasi kebakaran pihaknya bisa melakukan pemangkasan rumput yang tumbuh di lahan bandara. Namun sisa rumputnya masih bisa terbakar.

a�?a��Karena itu saluran air kecil ini merupakan salah satu cara yang efektif sebagai pemutus api jika terjadi kejadian serupa,a�? pungkasnya. (run/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka