Ketik disini

Metropolis

Masalah TPU Masih Mengendap

Bagikan

MATARAMa��Sampai saat ini, belum ada langkah konkrit penyediaan lahan tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Mataram. Sejak dibahas sekitar 2015 dengan sejumlah pengembang yang tergabung dalam Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) NTB, belum terlihat ada langkah nyata menambah area pemakaman.

A�a�?Pertemuan kita dulu memang berangkat dari kekhawatiran ketersediaan lahan pemakaman,a�? kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Putra mantan Wali Kota Mataram almarhum HM Ruslan itu melihat persoalan ini harus segera ditangani. a�?Jumlah penduduk kita bertambah secara alamiah dan dorongan urbanisasi, sedangkan lahan cenderung menyempit,a�? imbuhnya sembari membetulkan kaca matanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sedikit mengulas, dengan kening berkerut, Mohan mengingat beberapa poin penting dalam pembahasan dua tahun silam. Saat itu, hasil pembicaraan dengan sejumlah developer (pengembang) disebutnya cukup bagus. a�?Mereka menunjukan ada rasa tanggung jawab sosial,a�? jelasnya.

Namun ia mengakui, pembahasan sempat mengendap. Hingga dalam waktu yang relatif panjang belum ada langkah nyata untuk menkonkritkan rencana-rencana yang sudah dibahas. Akibatnya, pembahasan untuk aturan dan teknis pelaksanaannya ikut melempem cukup lama.

a�?Karena letak perumahan ini tersebar, kita sepakati untuk menentukan lokasi (TPU) di mana,a�? terangnya lagi.

A�Jika tempat sudah disepakati, maka harus ada pembahasan dan aturan. Bagaimana cara untuk melakukan sharing anggaran. Termasuk pembuatan instrumen aturan dalam bentuk perwal, sehingga langkah ini memiliki pijakan aturan yang kuat. a�?Kita memang menghadapi persoalan harga lahan yang cukup tinggi,a�? cetusnya, sembari mengisyaratkan dengan gestur tangan terangkat di depan dada.

Ada dua opsi kawasan yang dibidik menjadi lahan pemakaman. Yakni Mataram bagian utara dan selatan. Dua tempat ini dinilai masih banyak menyisakan lahan kosong. Mohan berjanji segera melakukan pembahasan lagi dengan REI.

a�?Saya tidak bisa menutup fakta, ada banyak laporan persoalan sosial yang muncul karena penyempitan lahan ini. Terutama di pemukiman heterogen,a�? ungkapnya dengan mimik resah.

Sebelumnya, Sekretaris DPD REI NTB (sebelumnya tertulis wakil ketua DPD REI NTB) Lalu Anas Amrullah membenarkan pihaknya bersedia untuk diajak bicara. Membahas persoalan lahan pemakaman yang terus menyempit dalam setiap waktu. a�?Tentu kita siap untuk bahas ini lagi,a�? ujar Anas, yang juga putra mantan Wali Kota Mataram Rintisan HL Mudjitahid. (zad/r3/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka