Ketik disini

Kriminal

Penjual Nasi Goreng Nyambi Ecer Sabu

Bagikan

MATARAM-Seorang penjual nasi goreng dengan inisial FR, 28 tahun ditangkap polisi. Pria asal Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) diduga menjalankan bisnis haram sebagai pengedar narkotika jenis sabu.

Tertangkapnya FR berkat pengintaian selama tiga bulan terakhir yang dilakukan tim Subdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB. Setelah berhasil ditangkap, FR tak bisa mengelak lagi. Apalagi polisi menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan mereka.

Barang bukti yang disita polisi saat penggeledahan di kos FR, antara lain 14 poket kristal putih sabu dengan total 8,42 gram serta timbangan elektrik. Selain itu, kos yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Pagesangan ini, ditemukan juga satu bong sebagai alat hisap dan satu bungkus plastik bening transparan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

FR mengatakan, dirinya memang sudah dua tahun terakhir ini menjadi pemakai aktif narkotika jenis sabu. Disinggung alasannya, FR beralasan hanya ingin memakai saja.

a�?Memang cuma mau pakai saja. Coba-coba pas pertama kali,a�? kata FR, kemarin (18/9).

Setelah sebagai pemakai aktif, FR rupanya tertarik menjadi pengedar. Pria yang telah beristri ini akhirnya mencoba peruntungan menjadi pengedar sabu. a�?Baru sebulan ini jualan (sabu),a�? aku dia.

Sementara itu, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra mengatakan, jajarannya telah mengintai pergerakan FR selama tiga bulan terakhir. Mereka mencurigai FR sebagai salah satu pengedar yang menjual sabu di wilayah Kota Mataram.

a�?Tiga bulan ini kita intai,a�? kata Satra.

Setelah cukup melakukan pengintaian, polisi memutuskan untuk menangkap FR, pada Jumat (15/9) lalu. FR tak berkutik karena saat penangkapan tersebut polisi mendapati sabu dengan berat total 8,42 gram.

a�?Dia kemas ke dalam 14 poket kecil,a�? ungkapnya.

Bisnis sabu tersebut, membuat FR terancama hukuman paling singkat selama 5 tahun penjara. Kata Satra, FR disangka dengan Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2, dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka