Ketik disini

Headline Praya

PSK Terselubung Lebih Berbahaya

Bagikan

PRAYA-Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Lombok Tengah (Loteng), merasa kesulitan menemukan lokasi para pekerja seks komersil (PSK) di kawasan Mandalika, Desa Kuta, Pujut. Karena, lokasinya menyebar dimana-mana, tidak di satu tempat seperti Pasar Beras di Kota Mataram, atau Dolly di Surabaya.

a�?Yang seperti itu, justru mengkhawatirkan. Jadi, perlu kerja sama semua pihak,a�? kata Sekretaris KPA Loteng HL Sabit pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Ia menilai, penyebaran virus HIV/AIDS di objek wisata Pantai Kuta, lebih berpeluang dari pada di pusat perkotaan Praya. Terlebih, para PKS tidak mendiami satu tempat, melainkan berpindah-pindah. Dengan cara, menyewa kos-kosan atau rumah kontrakan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sehingga, menurut Sabit wajar saja aparatur pemerintah desa setempat mulai khawatir. Jika tidak cepat disikapi, maka akan menjadi bom waktu. a�?Saya pun sudah berkali-kali turun ke Kuta,a�? bebernya.

Tujuannya, terang Sabit untuk memberi penyuluhan tentang, bahaya HIV/AIDS, cara menghindarinya dan pemeriksaan kesehatan. Hal itu dilakukan dibeberapa kafe dan kos-kosan, tidak di satu tempat.

A�Potret semacam itu pun, diakuinya membutuhkan waktu, tenaga dan materi besar. Kecuali, mereka memiliki kawasan tersendiri.

a�?Soal ada atau tidaknya PKS eks Dolly, maka harus di antisipasi,a�? ujarnya.

Sebagai gambaran, beber Sabit penyeberan HIV/AIDS di Gumi Tatas Tuhu Trasna sendiri, terus mengalami kenaikan, hingga kini totalnya sebanyak 178 orang terjangkit. a�?Setiap tahunnya, pasti ada saja penderita baru,a�? ujarnya.

Fakta di lapangan, kata Sabit penderita AIDS justru lebih tinggi, dari pada HIV. Penyebabnya, karena mereka terlambat mendapatkan penanganan medis. Kemudian, faktor malu dan takut.

a�?Intinya, risiko tertular dan menularkan harus kita minimalisir. Khususnya, di objek-objek wisata,a�? serunya.

Kekhawatiran Kepala Desa (Kades) Kuta Lalu Badarudin pun, tambahnya tidak boleh dianggap sepele. a�?Apalagi, Desa Kuta menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,a�? sambung Anggota Fraksi PKS DPRD Loteng H Ahmad Supli, terpisah.

Ia tidak ingin, kasus itu justru menyebar ke desa tetangga lainnya, seperti Desa Sukadana, Sengkol atau Desa Rambitan. Sehingga, harus cepat-cepat diatasi. a�?Tolong segera bergerak,a�? seru Anggota Komisi IV DPRD Loteng tersebut.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka