Ketik disini

Giri Menang

Bupati Ajak REI Bangun RTLH

Bagikan

GIRI MENANG-Bupati Lobar H Fauzan Khalid meminta komitmen DPD Real Estate Indonesia (REI) NTB untuk ikut berpartisipasi dalam membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Khususnya yang berada di wilayah Gumi Patut Patuh Patju. Alasannya, masih banyak rakyat kecil yang menempati rumah dengan kondisi memprihatinkan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Dinas Perumahan dan Permukiman Lobar L Ratnawi, saat 14 developer (pengembang) yang tergabung dalam REI mengajukan PSU (prasarana dan fasilitas umum), Bupati Lobar H Fauzan Khalid meminta komitmen kepada 14 pengembang tersebut.

a�?Developer di Lobar ini harus punya komitmen, untuk bersama-sama membangun Lobar,a�? kata Ratnawi menirukan Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Rabu (20/9).

Kata dia, para pengembang tersebut diminta dalam penyaluran Corporate Responsibility Respon (CSR) diarahkan pada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Disepakati, CSR tersebut dengan membangun RTLH disekitar lokasi pembangunan rumah bersubsidi milik pengembang.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Misalnya pengembang berada di Kecamatan Labuapi, sepakat lakukan CSR disana,a�? tambahnya.

Wujud dalam CSR tersebut, kata dia, Bupati mengharapkan masing-masing pengembang bisa salurkan CSR pembangunan RTLH sebanyak sepuluh unit. Namun berapa kepastiannya, hal ini akan kembali dibahas dalam pertemuan dibulan Oktober mendatang.

a�?Yang jelas mereka sangat antusias untuk membantu kita,a�? katanya.

a�?Secara teknis antara kami di Pemda melalui Pak Bupati dan developer sebagai stakeholder pengembang pembangunan di Lombok Barat sudah sepakat untuk menyisihkan CSR mereka untuk penanganan RTLH di Lobar,a�? papar Ratnawi.

Komitmen yang diminta Pemda terhadap pengembang, sambungnya, didasarkan pada Lobar yang menjadi magnet pembangunan perumahan bersubsidi. Dari lokasi, Lobar sangat strategis karena dekat dengan Kota Mataram, serta mata pencaharian masyarakat yang sudah heterogen.

a�?Dari minat konsumen (rumah) ada di Lobar,a�? imbuhnya.

Perlu diketahui berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), kondisi RTLH memiliki komposisi cukup besar di Lobar, yakni di atas lima ribuan unit.

Dari angka tersebut, sambungnya, yang sudah ditangani pada tahun 2017 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar 527 unit. Kemudian, sekitar 200 unit dari Afirmasi (sistem penyaluran berupa pembangunan baru sebesar Rp 30 juta per unit, yang khusus mengurangi backlog). Sedangkan yang Peningkatan Kualitas (PK) Reguler, sebesar Rp 15 juta per unit untuk perbaikan rusak berat.

a�?Kita prioritaskan untuk pembangunan yang rusak berat, Sehingga PK rasa PB (pembangunan baru),a�? ucap Ratnawi.

Ia menjelaskan, untuk yang kondisi RTLH yang berat ini, Pemda membuat dari awal pembangunan rumah yang dimulai dari pondasinya. Sesuai standar dari Kementerian (lantai, dinding, dan atap). Untuk kekurangan yang lain, seperti plester dinding setelah rumah dibangun dilakukan swadaya masyarakat.

Sementara itu, Bupati Lobar H Fauzan Khalid menambahkan, turunnya ia ke lapangan mengecek kondisi RTLH dikarenakan komitmen REI. Ia akui, masih banyak masyarakat tidak mampu belum mendapat bantuan RTLH.

a�?Tetapi dengan kebersamaan, intervensiA� teman-teman REI, saya optimis target kita menyelesaikan RTLH bisa lebih cepat,a�? kata Fauzan.

a�?Saya kira tidak apa-apa, misalnya membuat komitmen dengan teman REI, itu kan untuk masyarakat bukan buat saya pribadi,a�? tutup mantan Ketua KPU NTB ini.

Terpisah, Sekretaris DPD REI NTB Anas Amrullah menyampaikan, pihaknya menyambut positif komitmen tersebut. Hanya saja, perlu koordinasi lagi dengan pihak-pihak terkait.

a�?Seperti harapan Pak Bupati, perlu pertemuan yang lengkap, baik dari kami maupun Pemkab Lobar,a�? katanya.

Selain itu, Anas juga menyinggung pelaksanaan pembangunan perumahan yang dikembangkan di NTB tahun ini. Di mana jumlahnya mencapai 7.010 unit yang tersebar pada 24 lokasi. Dengan rincian, tujuh ribu unit tersebut telah terbit izinnya, sebagian lagi masih dalam proses.

a�?Dari 24 lokasi, sebanyak 16 lokasi tersebar di Lobar,a�? imbuh Anas.

a�?Realisasi pembangunannya baru mencapai 60 persen,a�? tutup anak dari mantan Bupati Lobar HL Mujitahid ini. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka