Ketik disini

Headline Politika

Farouk-Rohmi Unggul dalam Survei Polmark

Bagikan

MATARAM-–Persaingan Pilgub NTB terus memunculkan kejutan. Terbaru, Prof H Farouq Muhammad dan Hj Sitti Rohmi Djalillah disebut sangat berpeluang menang jika dipasangkan. Hal tersebut mengacu hasil survei Polmark yang dipimpin oleh Eep Saefulloh Fatah.

a�?Benar, keduanya jika digabung akan mempunyai peluang menang yang besar, mengalahkan calon dengan elektabilitas tinggi saat ini,a�? kata peneliti Polmark Eko Bambang Subiantoro melalui rilis yang diterima Lombok Post, kemarin.

Dijelaskan, survei berlangsung 19-24 Agustus terhadap 1.200 responden menggunakan metodeA�multistage random samplingA�denganA�margin of errorA�2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Rinciannya adalah H Ahyar Abduh 15,8 persen, HM Suhaili FT 15,3 persen, dan HM Ali Bin Dachlan 12,8 persen. Adapun posisi papan tengah dengan perolehan suara di atas 5,0 persen diraih oleh Prof H Farouk Muhammad 5,9 persen dan Hj Sitti Rohmi Djalilah 5,5 persen. Selanjutnya suara di bawah lima persen adalah KH Zulkifli Muhadli 1,8 persen, Zulkieflimansyah 1,0 persen dan Lalu Rudy Irham Srigede 0,3 persen.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Data survei pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebesar 41,6 persen,a�? sebutnya.

Menariknya adalah perubahan drastis terjadi ketika simulasi pasangan dilakukan. Setelah mencoba bongkar pasang berbagai kemungkinan paket calon, ditemukan hasil pasangan dengan elektabilitas tertinggi ada pada Farouk- Rohmi 8,7 persen, disusul Ahyar dengan pasangannya 8,5 persen, Ali BD dengan pasangannya 7,8 persen, Suhaili dengan pasangannya 6,8 persen, undecided voters tercatat sebesar 62.2 persen.

a�?Farouk-Rohmi memiliki magnet elektoral yang tertinggi dibandingkan lainnya,a�? katanya.

Analisanya, hal itu terjadi karena Farouk-Rohmi mencerminkan representasi dua pulau di NTB. Selain itu ada latar belakang basis sosial yang dipersepsi publik sebagai representasi Nahdatul Wathan (NW). Kelebihan lainnya, Farouk sudah memiliki basis suara DPD 160 ribu dukungan, lebih dari 4,0 persen pemilih 2018 yang diprediksi mencapai 3,9 juta. Selama menjabat Wakil Ketua DPD RI, Farouq menjadi salah satu tokoh NTB yang sangat populer bahkan untuk level nasional.

Rohmi sendiri menempati posisi puncak elektabilitas sebagai calon wakil gubernur 11,2 persen, jauh selisihnya dibandingkan calon lainnya seperti H Muhammad Amin 5,1 persen, Muhammad Syafrudin 5,1 persen, Lalu Gede Sakti 4,0 persen , Mori Hanafi 2,1 persen dan Putu Selly Andayani 2,3 persen.

Trend elektoral keduanya juga menarik untuk dianalisa. Dibandingkan calon lainnya yang memiliki popularitas dan elektabilitas personal lebih tinggi, faktor kemantapan pemilih Farouk dan Rohmi dinilai lebih efektif dibandingkan pasangan lain. Persentasenya 67,4 persen untuk Farouk dan 66,1 persen untuk Rohmi. Lalu disusul Ali BD 58,6 persen, Muh. Suhaili FT 58,3 persen, dan Ahyar Abduh 48,4 persen.

Hasil survei juga mencatat mayoritas masyarakat 78,3 persen menyatakan belum punya pilihan terhadap calon gubernur yang akan datang. Sejumlah data yang disebutkannya memperlihatkan dinamika politik NTB belum mengerucut pada salah satu tokoh. Kondisinya masih terbuka peluang bagi setiap individu untuk berkontestasi dan memenangkan pilkada yang akan dihelat 2018 mendatang.

Dikatakan, jika jadi berpasangan, maka keduanya tinggal memikirkan partai pengusung saja. Rohmi yang sudah mengunci Demokrat dengan delapan kursi memerlukan tambahan sekurangnya lima kursi lagi. Peluang itu bisa didapat melalui PAN yang pas memiliki lima kursi.

A�a�?Farouq jadi salah satu finalis juga di PAN,a�? kata H Syaiful Muslim, Ketua Tim Desk Pilkada PAN NTB beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Farouq menegaskan dirinya memang hanya mengincar posisi nomor satu. Dengan berbagai pergerakan yang sudah dan terus dilakukan, ia yakin pada waktunya akan mendapat dukungan partai yang pas, termasuk calon pendamping yang tepat.

a�?Saya yakin akan peluang menang,a�? katanya.

Rohmi belum memberikan komentar spesifik terkait rilis lembaga survei tersebut. Namun yang pernah disampaikan beberapa waktu lalu adalah potensi dan peluang yang masih sangat terbuka. Berbagai kemungkinan menurutnya bisa saja terjadi mengikuti perkembangan politik NTB. (yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka