Ketik disini

Headline Kriminal

Polisi Bongkar a�?Perkakasa�? Bule Penyadap ATM

Bagikan

MATARAM-Kepolisian terus mendalami dugaan pembobolan data nasabah melalui mesin ATM yang dilakukan tiga warga negara asing (WNA) asal Bulgaria. Barang bukti yang telah diamankan, yakni berupa perangkat elektronik milik ketiga terduga pelaku dengan inisial VHV, SM, dan MVB diperiksa kepolisian.

Kasubdit II Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB AKBP Iwan Kuswanto mengatakan, perkara ini masih ditangani Polres Lombok Utara (Lotara). Sementara Polda NTB hanya akan melakukan back up dalam penyidikan.

“Masih di sana (Polres Lotara), belum ada dilimpahkan ke kita,” kata Iwan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Meski penanganan di Polres Lotara, Polda pun turun tangan melakukan penyidik. Unit cyber crime dimanfaatkan untuk membongkar isi perangkat elektronik berupa handphone dan laptop ketiganya.

Iwan mengatakan, jajarannya tengah melakukan ekstraksi terhadap barang bukti yang telah diamankan. “Kita bantu dengan melakukan ekstrak handphone dan laptop milik pelaku,” ungkap dia.

Ekstrak tersebut bertujuan untuk menelusuri riwayat penggunaan perangkat elektronik milik ketiga WNA tersebut. Termasuk mengetahui berapa jumlah nasabah, yang datanya berhasil direkam pelaku.

Kepala Kantor BRI Cabang Mataram Mohammad Harsono mengatakan, dalam alat skimming milik pelaku, terdapat kartu memori dengan kapasitas 32 gigabyte.A�Di dalam memori tersebut berisi sejumlah data milik nasabah BRI.

Hanya saja, mereka belum dapat mengetahui berapa jumlah pasti nasabah yang berhasil direkam datanya. a�?Masih belum tahu. Nanti hasilnya dari kepolisian,a�? ujarnya.

Sebelumnya, tim patroli pengecekan ATM dari BRI telah mengendus adanya alat skimming yang dipasang ketiga pelaku. Sedikitnya mereka memasang alat tersebut di 10 ATM berbeda, meliputi wilayah Batulayar, Senggigi, dan tiga gili di Lombok Utara. Antara lain, 4 mesin ATM di Gili Trawangan; 2 mesin ATM di Gili Air; serta 1 mesin ATM masing – masing di Kantor BRI Unit Ampenan, CafA� Metzo, Senggigi, dan Gili Meno.

Setelah melakukan koordinasi dengan Polres Lotara, mereka berhasil menangkap ketiga pelaku. Dua orang di antaranya ditangkap di depan ATM BRI Hotel Villa Ombak, Gili Trawangan, kepolisian mengembangkannya ke tempat mereka menginap. Di Hotel Diva Lombok, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, polisi melakukan penggeledahan. Di tempat ini, polisi sekaligus menangkap satu pelaku lainnya.

Dari kamar hotel tersebut, polisi menyita barang bukti dua unit alat skimmer ATM, uang tunai Rp 46.899.000 dan USD dua, satu alat pencongkel yang terbuat dari besi, tiga unit telepon genggam, dua dompet, tiga unit tang, satu set kunci elektronik, satu unit laptop, dan 19 ATM duplikat berwarna merah.

Ketiga pelaku ini, diduga merupakan sindikat yang beraksi membobol mesin ATM di Bali dan Lombok. Hingga kini polisi juga masih mencari keterkaitan ketiganya dengan Yulee Stevanov. Nama terakhir juga berasal dari Bulgaria dan tersangkut kasus skimming mesin ATM.

Yulee telah divonis bersalah dengan hukuman penjara 16 bulan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Februari lalu. Kini yang bersangkutan tengah menjalani hukuman di Lapas Mataram.(dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka