Ketik disini

Metropolis

MUI Ajak Generasi Muda Tidak Lupakan Sejarah

Bagikan

MATARAMa��Maraknya isu kebangkitan ideologi komunis mewarnai media dan jadi perbincangan akhir-akhir ini. a�?Ya termasuk itu yang akan kita bahas,a�? kata Ketua MUI NTB Prof Saiful Muslim, di sela Rapat Koordinasi Daerah Wilayah IV MUI di Hotel Madani, Kota Mataram, kemarin (22/9).

Pembahasan terhadap tumbuhnya ideologi komunis ini menurut Saiful dilakukan bersama daerah lain yang tergabung dalam MUI Wilayah IV. a�?Ada NTB, NTT, Bali, dan Jawa Timur,a�? jelasnya.

Menurutnya ideologi komunis, sama bahayanya dengan ideologi radikal lainnya. Karena itu, pertemuan ini sekaligus dijadikan ajang berbagai informasi dan pengalaman.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Barang kali di daerah lain sudah ada persoalan itu dan bagaimana mereka mengatasinya, itu yang akan kita berbagi, begitu juga persoalan-persoalan lain,a�? urainya.

Saiful menekankan, generasi saat ini perlu mempelajari sejarah bangsanya. Termasuk peristiwa pemberontakan G30S PKI. Sebab ada jarak cukup jauhsejak peristiwa pemberontakan G30S PKI pada tahun 1965 dengan generasi yang lahir di era ini.

a�?Jadi jangan lupakan sejarah,a�? tegasnya.

Satu-satunya ideologi yang sudah ditetapkan dalam konstitusi bangsa yakni ideologi Pancasila. Karena itu baik idelogi komunis atau ideologi radikal, dua-duanya harus ditangkal dan tidak boleh meracuni anak bangsa. Sebab jika itu sampai terjadi maka ancaman disintegrasi bangsa sudah sangat dekat.

Pertemuan ini dipastikan tidak akan mengabaikan persoalan ideologi dan gerakan radikal yang tumbuh di NTB. Karena itu, sudah saatnya peran ulama diperkuat lagi.

a�?Selain itu, kita juga akan bahas soal ahlak dan ekonomi umat,a�? imbuhnya.

Semua poin ini dijadikan bahan diskusi dalam Rapat Koordinasi daerah Wilayah IV MUI. Hasilnya akan dijadikan rekomendasi, kepada pemerintah dan MUI sendiri dalam membentengi dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

a�?Islam ini sangat besar dan mayoritas, tetapi secara ekonomi masih kalah dengan yang lain. Seharusnya potensi inilah yang harus kita berdayakan jangan sampai kita jadi penonton,a�? tandasnya.

Sementara itu Kepala Kebangpoldagri NTB HL M Syafii yang mewakili gubernur NTB berharap para ulama lebih intensif lagi turun dan ikut menjadi benteng keutuhan bangsa. Selain itu, kerja sama harus diperkuat juga dengan tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama.

a�?Kita semua harus bergerak secara bersama-sama,a�? kata Syafii.

Ia juga mengapresiasi langkah MUI untuk membangun sinergi, lalu berbagi informasi dan pengalaman dalam menghadapi berbagi bentuk persoalan keumatan.

a�?Ini langkah penguatan yang baik dalam menjaga kerukunan hidup berbangsa dan bernegara,a�? tegasnya.

Wakapolda NTB Kombespol Imam Margono mengatakan, saat ini pihaknya terus memantau kondisi daerah. Baik dari ancaman ideologi komunis ataupun gerakan radikal.

a�?Kita buka mata dan pasang telinga,a�? ujar Imam.

Posisi polisi ditegaskannya berada pada jalur konstitusi. Apapun bentuk ajarannya, baik itu komunis atau radikal, selama bertentangan dengan ideologi Pancasila akan ditindak.

a�?Itu melanggar hukum dan harus ditindak,a�? tegasnya.

Karena itu, MUI sebagai salah satu lembaga yang masih dipercaya oleh masyarakat diharapnya dapat memberikan informasi yang benar. Seperti apa masyarakat seharusnya menjaga keutuhan NKRI dalam perspektif masyarakat yang beragama.

a�?Setiap ada indikasi yang mengarah ke sana, kita akan datangi, kalau terbukti kita akan bubarkan,a�? tegasnya. (zad/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka