Ketik disini

Headline Kriminal

Razia PCC, Polisi Temukan Obat Kedaluwarsa

Bagikan

MATARAM-Kembali maraknya peredaran Tramadol membuat gerah kepolisian. Dua hari terakhir ini, Polda NTB bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram serta Dinas Kesehatan NTB menggelar razia.

Sasaran razia ada di 14 tempat di Kota Mataram. Tiga diantaranya merupakan distributor atau Pedagang Besar Farmasi (PBF),A� 8 apotek, dan 3 toko obat. Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB AKPB AA Gede Agung mengatakan, peredaran Tramadol di sejumlah daerah mendapat atensi Mabes Polri. Ditambah lagi dengan adanya kasus penyalahgunaan obat jenis PCC di sejumlah daerah.

Menindaklanjuti itu, Polda NTB mendapat telegram khusus dari Kabareskrim Mabes Polri. Untuk melakukan pengecekan, dimulai dari distributor hingga toko obat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”624″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Sudah kita laksanakan pengecekan,a�? kata Agung, kemarin (22/9).

Dari 14 tempat yang telah di cek, kata Agung, tidak satupun yang didapati menyimpan, menjual, atau mengedarkan Tramadol maupun obat PCC. Tim hanya menemukan sejumlah obat serta kosmetik kedaluwarsa dan tanpa izin edar.

Untuk kosmetik kedaluwarsa, tim mendapatinya dijual salah satu apotek di Jalan Catur Warga. Masih di tempat yang sama, ditemukan tiga botol obat merek Hydrea sebanyak 300 butir. Obat ini akhirnya disita karena tidak memiliki izin edar.

a�?Tidak ada PCC dan Tramadol yang kita temukan,a�? terang dia.

Sementara itu, Kasi Penyidikan BBPOM Mataram Hadiyono mengatakan, tim gabungan ini bertujuan mencari penjualan PCC, Tramadol, dan Trihex. Hanya saja, dari penelusuran tim terpadu belum ditemukan obat yang dimaksud.

a�?Ada yang kita sita, tapi belum ada satu pun obat yang menjadi sasaran kita ditemukan,a�? ujarnya.

Barang sitaan tersebut, kata Hadiyono, merupakan produk obat-obatan dan kosmetik yang tidak memiliki izin edar. Pun telah kedaluwarsa. Karena produk tersebut bisa membahayakan konsumen, maka BBPOM memasukkannya ke dalam daftar barang sitaan.

a�?Nanti akan kita tindaklanjuti dan selidiki,a�? tegas Hadiyono.

Ditambahkannya, meski tidak menemukan PCC dan Tramadol di sejumlah apotek, bukan berarti membuat kendor pengawasan. Kata Hadiyono, pihaknya akan tetap mengatensi setiap distributor, apotek, dan toko obat terkait penjualan mereka.

a�?Walaupun belum ditemukan, tetap kita monitor di lapangan,a�? kata dia.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka