Ketik disini

Metropolis

SMA dan SMK Wajib UNBK, Dikbud NTB Dag Dig Dug

Bagikan

MATARAM-Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang wajib untuk SMA dan SMK tahun depan membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB dag dig dug.

Sebab, belum semua sekolah memiliki fasilitas UNBK seperti komputer, server, dan penunjang lainnya guna menerapkan ujian sistem ujian online tersebut.

Tahun ini saja, pada UNBK yang digelar April lalu, SMA dan SMK di NTB yang menerapkan UNBK masih di bawah 50 persen. Dari 1.038 SMA/SMK/MA, baru 461 sekolah melaksanakan UNBK. Sisanya masih menggunakan ujian kertas.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kabid Dikmen SMK Dikbud NTB Lalu Hasbulwadi bahkan pesimistis SMK di NTB bisa melaksanakan UNBK secara serentak. Sebab, tidak semua sekolah dijangkau internet. a�?Kalau sekolah di pelosok mungkin tetap kita pakai UNKP,a�? sebutnya.

Dari 258 jumlah SMK di NTB,A� dia menyebut 57 sekolah tidak siap UNBK pada April lalu. Dan sebagian besar sekolah swasta. a�?Di SMK negeri yang tidak UNBK April lalu ada tiga sekolah,a�? aku Hasbul.

Kalaupun tahun depan seluruh SMK diwajibkan, dia berfikir untuk menggabung pelaksanaan UNBK. Sekolah-sekolah yang jumlah siswanya minim akan diminta menggabung melaksanakan UNBK di sekolah yang sudah memiliki fasilitas lengkap.

Selain opsi tersebut, kata dia, saat ini A�ada dana aspirasi dewan yang akan digelontorkan untuk memfasilitasi UNBK di SMK. a�?Kami ingin aspirasi dewan bisa untuk pemenuhan UNBK,a�? pintanya.

Menurutnya, untuk pembelian komputer bagi 57 sekolah yang belum melaksanakan ujian sistem online membutuhkan anggaran Rp 2,5 miliar. Ia menilai dana ini tidak terlalu besar karena jumlah siswa SMK swasta relatif kecil.

Bantuan komputer ini diberikan berdasarkan jumlah siswa. Jika jumlah siswanya kecil maka jumlah komputer disalurkan juga sedikit. Sebaliknya, jika jumlah siswanya besar maka komputer yang diberikan juga harus banyak.

Ditanya soal anggaran komputer di Dikbud NTB . Hasbul mengatakan, A�di SMK dana untuk pembelian komputer hanya Rp 700 juta. a�?Ini yang nanti akan kita salurkan ke sekolah, terutama sekolah swasta,a�?ucapnya.

Untuk besaran dana A�bantuan komputer di masing-masing sekolah. Hasbul mengatakan, tergantung jumlah siswa. Dari data yang didapatkan, sebagian besar jumlah siswa SMK swasta hanya belasan orang. a�?Kita anggarkan satu sekolah paling tidak Rp 17 juta,a�? ucapnya.

Namun, bagaiamanapun ia akan tetap meminta sekolah yang belum memiliki fasilitas UNBK bisa menggabung. UNBK sifatnya tidak memaksa.

Ia menambahkan, bantuan komputer di SMK negeri dan swasta juga berbeda. Untuk sekolah negeri bantuan yang akan diberikan tetap menjadi aset daerah. Sementara di SMK swasta akan dihibahkan yang nantinya akan menjadi milik yayasan. a�?Pembelian nanti akan kita serahkan ke yayasan. Dia yang belanja,a�? ujarnya.

Sementara itu Kabid SMA Dikbud NTB H Surya Bahari optimistis pelaksanaan UNBK A�bisa dilaksanakan 100 persen meski tahun lalu pelaksanaan UNBK tingkat SMA di bawah 50 persen. Tahun ini tercatat ada 40 SMA negeri mendapat bantuan komputer dari DAK.

Masing-masing sekolah mendapat bantuan 20 unit komputer beserta server, printer, LCD proyektor. a�?DAK ini nilainya Rp 6,2 miliar untuk 40 sekolah,a�? ucapnya.

Dari A�total 413 SMA negeri dan swasta, baru 170 sekolah melaksanakan UNBK. Dan kini sekolah yang mendapat bantuan komputer diwajibkan melaksanakan UNBK. Dibeberkan, jika ingin UNBK dilaksanakan di semua sekolah maka harus perbanyak komputer di sekolah negeri.

Sebab, jumlah siswa di sekolah negeri cukup banyak. Membutuhkan komputer yang banyak juga. a�?Kalau sekolah swasta jumlah siswanya minim, ini bisa digabung di sekolah negeri pada saat ujian,a�? ucapnya.

Ia mencontohkan, jika sekolah negeri memiliki 200 komputer dengan jumlah peserta ujian sebanyak 400 orang maka bisa dilaksanakan dua shif. Sementara shif ketiga nantinya bisa digunakan untuk sekolah swasta.

Banyaknya jumah siswa di sekolah negeri maka mau tak mau juga harus tetap menyiapkan laptop. Karena komputer digunakan pasti akan kurang lantaran jumlah siswa yang cukup besar. a�?Laptop siswa dan guru juga harus dipersiapkan,a�? ungkapnya. (jay/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka