Ketik disini

Headline Politika

Paket Zulkieflimansyah-Rohmi Djalilah, PKS Ngebet, Demokrat Op Juluk

Bagikan

MATARAM-Deklarasi pasangan HM Suhaili FT a�� H Muhammad Amin dan pasangan H Ahyar Abduh-Mori Hanafi mulai menaikkan tensi politik NTB. Partai Keadilan Sejahtera menjadi salah satu partai yang a�?geraha�?. Partai yang kental dengan warna putih hitam ini pun ingin jago mereka segera dideklarasikan.

Politisi PKS H Johan Rosihan terang terangan mendesak agar pasangan Zulkieflimansyah-Hj Sitti Rohmi Djalilah juga dideklarasikan. Dia menyebut sudah waktunya bagi pasangan Zul-Rohmi unjuk gigi ke publik.

a�?Segera dideklarasikan agar publik punya pilihan yang jelas,a�? kata Johan, kemarin (2/10).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Politisi asal Sumbawa yang kini anggota DPRD NTB ini memang tak merinci desakannya ditujukan ke siapa. Apakah ke partainya sendiri atau juga ke Partai Demokrat yang kerap disebut-sebut hendak berkoalisi dengan PKS untuk mengusung paket Zul-Rohmi.

Johan menegaskan, bila segera dideklarasikan, maka ada dua keuntungan yang didapat pasangan Zul-Rohmi. Pertama, publik kata dia bisa segera menentukan pilihan dengan mempelajari visi misi calon.

Selain itu, dengan jelasnya pasangan calon, maka mesin partai juga bisa lebih cepat melakukan konsolidasi, merepatkan barisan untuk memenangan pasangan calon yang akan diusung.

a�?Jangan sampai kader PKS kemudian tergiur dengan paket yang sudah ada,a�? ujar politisi yang pada Pilgub 2013 lalu bertarung sebagai calon wakil gubernur ini.

Setelah paket Ahyar-Mori Hanafi dan HM Suhaili-HM Amin, kata Johan, maka pasangan selanjutnya yang bisa deklarasi adalah Zul-Rohmi. Dia mengakui kalau saat ini Partai Demokrat memang masih melakukan proses penjaringan bakal pasangan calon.

Namun, Johan tidak memungkiri bahwa Demokrat juga sejak awal sudah menyebut-nyebut pasangan Zul-Rohmi sebagai pasangan yang akan diusung. Bagi Johan, pasangan Zul-Rohmi, lebih dari pantas untuk bertarung.

Dijelaskannya, di PKS ada dua kader yang diberikan mandat untuk maju, yakni dirinya yang sejak awal mencoba merend jalan di Partai Golkar untuk berpasangan dengan HM Suhaili. Tapi setelah Suhaili menyatakan berpasangan dengan H Muhammad Amin, maka otomatis pintu untuk Johan pun tertutup.

Satu-satunya pintu yang terbuka kini memang hanya untuk Zulkieflimansyah yang sedari awal meretas jalan agar bisa maju berpasangan dengan Hj Siti Romhi Djalilah yang disebut-sebut hendak didukung Partai Demokrat. Seperti orang semua mafhum, Rohmi Djalillah adalah kakak kandung Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi yang belum lama meletakkan jabatan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTB. Rohmi sendiri saat ini tercatat sebagai salah satu pengurus Demokrat NTB.

Namun, desakan PKS agar Zul-Rohmi segera dideklarasikan ditanggapi dingin oleh kubu Demorat. Ketua DPD Partai Demokrat TGH Mahali Fikri yang dimintai tanggapan soal ini malah enggan berkomentar. Mahalli berkelit dan menyerahkan sepenuhnya urusan Pilkada kepada tim di partai. a�?Saya tidak komentar dulu soal itu, tim saja,a�? katanya singkat.

Jawaban terang-terangan justru datang dari Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat NTB M Nashib Ikroman. Politisi muda Demokrat ini menampik hasrat PKS tersebut. Alhasil, keinginan PKS pun sementara bertepuk sebelah tangan.

Ikroman berdalih pemilihan masih cukup jauh. Dia menyebut masih banyak tahapan yang harus dilalui untuk sampai pada deklarasi pasangan. Jika saat ini sudah ada pasangan yang mendeklarasikan diri, baginya tidak ada masalah.

Tegas Ikroman menyatakan, bahwa partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini juga sedang tidak ingin terburu-buru. Alih-alih terpengaruh pasangan lain yang sudah deklarasi terlebih dahulu. a�?Masing-masing partai punya strategi untuk bisa memenangkan pertarungan,a�? tandasnya.

Dia mengatakan, dalam menentukan pasangan calon, masing-masing partai juga punya mekanisme. Termasuk dalam membangun koalisi. Khusus untuk pasangan Zul-Rohmi, Ikroman bahkan mengungkapkan kalau Demokrat dan PKS bahkan belum pernah bertemu secara resmi untuk membicarakan pasangan ini.

Saat ini kata Ikroman, Demokrat masih melakukan penjajakan dengan semua pihak. Termasuk dengan tokoh-tokoh lain di luar nama Zulkieflimansyah tentu saja.

a�?Jadi kalau misalnya deklarasinya orang, silahkan saja. Tapi kita punya padangan dan strategis sendiri,a�? kata Ikroman.

Belum tentu kata dia, mereka yang mendeklarasikan dirinya lebih dulu bakal menang. Sebab, dalam politik semuanya masih bisa terjadi, meski sudah ada pasangan yang mendeklrasikan dirinya, belum tentu dipilih warga.

a�?Calon yang dari Partai Demokrat yang akan menang,a�? tandas Ikroman yang identik dengan rambut dikuncir ini penuh keyakinan. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka