Ketik disini

Headline Tanjung

Kesejahteraan Petugas Kebersihan Gili Trawangan Perlu Ditingkatkan

Bagikan

TANJUNG-Saat ini pengelolaan sampah di Gili Trawangan sudah dilakukan langsung oleh Pemkab Lombok Utara. Sebelumnya pengelolaan sampah di sana dilakukan pihak dusun.

Untuk pengelolaan sampah ini, pemkab masih harus berbenah. Misalnya terkait ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Karena saat ini dari segi SDM dan fasilitas pendukung masih kurang.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kita berharap ada perhatian lebih untuk petugas sampah di Gili Trawangan. Karena beban biaya hidup di sana lebih besar dari di daratan seperti biaya makan dan fasilitas tempat tinggal,a�? ujar Koordinator Petugas Kebersihan Gili Trawangan Asikin, kemarin (2/10).

Menurut Asikin, beban kerja setiap hari para pekerja kebersihan cukup berat. Karena, mereka bertanggungjawab terhadap kebersihan di Gili Trawangan pada pagi harinya. Sehingga setiap pagi, mereka harus memastikan tidak ada terlihat tumpukan sampah. Baik di depan hotel, penginapan, restoran atau rumah warga.

Petugas pengelola sampah di Gili Trawangan harus mengangkut sampah mulai pukul 02.00 Wita sampai pukul 05.00 Wita. Karena jika melebih waktu tersebut akan mengganggu wisatawan yang datang. a�?Ada dua armada yang berkeliling mengangkut sampah di semua TPS yang ada. Sedangkan jumlah mereka hanya 8 orang saja saat ini,a�? ujarnya.

Menurutnya, jika saja ada lebih perhatian, maka akan sangat membantu kehidupan keluarganya mereka. Saat ini, petugas kebersihan tersebut menerima uang makan saja sebesar Rp 50 ribu. Itu di luar gaji bulanan sebagai tenaga kontrak daerah.

Namun, jika dibandingkan dengan biaya hidup di Gili Trawangan dengan uang Rp 50 ribu yang mereka terima tentu tidak akan bisa mencukupi. Disamping itu, saat ini masih belum ada tempat tinggal tetap bagi tenaga ini. Karena saat ini masih tinggal di perumahan SD yang ada di Gili Trawangan. a�?Seminggu sekali mereka pulang ke darat, karena semua tenaga berasal dari darat. Kalau ada yang sakit kita juga bingung karena akan kurang orang,a�? tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup, Kawasan Pemukiman dan Perumahan Lombok Utara Rusdianto tidak menampik apa yang dikeluhkan tenaga kontrak di Gili Trawangan tersebut. a�?Memang masih banyak yang perlu dibenahi. Kita kan lakukan kajian terkait kesejahteraan, peralatan kerja dan jumlah tenaga kerjanya,a�? ujarnya.

Menurut Rusdianto, setiap minggu petugas kebersihan di Gili Trawangan dirolling. Setiap akan berangkat, petugas kebersihan ini diberikan uang makan Rp 50 ribu per hari. Jumlah ini di luar sebagai tenaga honor kontrak. a�?Setiap mereka akan pergi ke Trawangan kita kasih uang makan ini istilahnya untuk bekal di sana,a�? tandasnya.

Terkait tempat tinggal, tenaga kontrak di Gili Trawangan saat ini masih menumpang di perumahan SD. Karena saat ini pemkab belum memiliki fasilitas di Gili Trawangan. Untuk itu, ke depan, pihaknya berencana membangun semacam asrama untuk petugas kebersihan di Gili Trawangan. a�?Nanti kalau sudah ada lahan sendiri kita akan bangun semacan asrama,a�? tuturnya.

Dari sisi fasilitas juga, lanjut dia, pihaknya akan memberikan memperhatikan. Karena dinas tahun ini sudah menganggarkan pembelian lahan untuk pengelolaan sampah khusus Gili Trawangan. Di mana, pemerintah pusat akan membangun fisik tempat pengelolaan sampah terpadu. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka