Ketik disini

Sportivo

Kurang Beruntung, Queen Gagal Pertahankan Gelar

Bagikan

MATARAMGood Job SMAN 1 Narmada (Smanar) begitu teriakkan smanar mania lewat tribun usai mengalahkan tim SMAN 1 Mataram (Smansa) di babak delapan besar Honda DBL West Nusa Tenggara SeriesA� 2017 di Sport Hall GOR 17 Desember Mataram, kemarin (3/10).

Queen (ratu, julukan Smansa) terpaksa melepas gelar tahun lalu setelah dikalahkan dengan skor tipis 22-28.

Di kuarter pertama pertandingan berlangsung sengit. Defense dan offense kedua tim cukup apik. Smansa berhasil memimpin dengan memasukkan tiga bola (6 poin) melalui Made Sri, Julian Fathania, dan Apriza Zikka.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”114″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sedangkan, Smanar membalas lewat aksi Safira Aidil (empat poin) dan Tri Spetiani (1 poin) lewat free throw. Kuarter pertama ditutup dengan skor 6-5 untuk keunggulan Smansa.

Di kuarter kedua, laga semakin memanas. Dewi fortuna berpihak ke Smanar. Serangan yang dilancarkan anak-anak Smanar lebih mulus. Mereka menambah 9 poin.

Sementara serangan Smansa beberapa kali kandas. Mereka hanya mampu menambah 4 poin. Kuarter kedua ditutup dengan skor 14-10 untuk keunggulan Smanar.

Naas menimpa Smanar di kuarter ketiga. Poin mereka sama sekali tak berubah. Serangan mereka selalu kandas.

Smanar cukup beruntung. Mereka menambah delapan poin dan menutup kuarter ketiga dengan skor 22-10.

Smansa yang berstatus sebagai juara bertahan mencoba mengejar ketertinggalan. Mereka mampu menyamakan skor lima menit sebelum laga usai menjadi 22-22. Namun, Smanar yang memiliki fisik yang bagus mampu memanfaatkan momen dan menambah 6 poin. Pertandingan harus ditutup dengan skor 28-22.

Pelatih Smanar Hilman Azizi memuji permainan anak asuhnya. Mereka menjalankan instruksi dengan baik. a�?Kami sempat tertinggal di kuarter pertama. Syukur kami bisa membalikkan keadaan di kuarter kedua,a�? kata Hilman usai pertandingan.

Kemenangan ini menjadi modal awal bagi tim untuk menghadapi semifinal kontra runner up tahun lalu SMAN 1 Aiq Mel. A�a�?Kami optimis bisa tampil di final jika tim bermain dengan baik,a�? ujarnya.

Pelatih Smansa Sandika mengatakan, tim kurang beruntung. Banyak peluang yang diciptakan tapi selalu kandas. a�?Anak-anak sudah bermain dengan baik. Hanya saja kurang beruntung,a�? kata Sandika.

Dia melihat, mental anak-anak di kuarter ketiga semakin menurun. Sehingga tim tidak bisa menambah poin. a�?Ini menjadi pelajaran kita untuk menyiapkan laga tahun depan,a�? ujarnya. (arl)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka