Ketik disini

Headline Praya

Lokasi Kantor Desa Perako Disoal

Bagikan

PRAYA-Lokasi pembangunan kantor desa persiapan Perako, Janapria Lombok Tengeh (Loteng) dipersoalkan. Warga menolak pembangunannya di Dusun Sayang, sebagaimana rekomendasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat. Kecuali, di Dusun Perako saja.

a�?Karena, dalam proposal pengusulan pemekarannya, kami cantumkan nama Dusun Perako. Bukan yang lain,a�? tekan salah satu tokoh masyarakat desa setempat Kumpul Ramen, kemarin (2/10) saat menggelar hearing di Gedung DPRD Loteng.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ramen tidak ingin, Pemkab mengintervensi terlalu jauh kebijakan desa. Apalagi, penentuan lokasi pembangunan kantor desa sudah disepakati, melalui musyawarah desa.

Keputusan itu pun, beber Ramen tertuang dalam berita acara kesepakatan, yang ditandatangani oleh sejumlah tokoh masyarakat. Di dalamnya terdapat juga kesepakatan batas desa, profil desa, pembagian jumlah dusun dan penduduk desa, hingga pembagian aset desa.

A�a�?Sekarang tergantung Pemkab, apakah mendengar diri sendiri atau kami,a�? sambung tokoh pemuda desa setempat Kamarudin.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PMD Lalu Jalaludin menjelaskan, Desa Loangmaka sendiri mekar menjadi dua desa. Meliputi, desa persiapan Perako dan desa persiapan Tibu Sisok. Dari 15 desa persiapan yang ada, desa persiapan Perako yang masih menyisakan persoalan. a�?Warganya terpecah dua blok,a�? sindirnya.

Warga di Dusun Sayang, beber Jalaludin menginginkan pusat pemerintahan desa, berada di dusunnya. Alasannya, karena faktor jumlah penduduk, luas wilayah dan jumlah dusun. Di tempat itu, terdapat tujuh dusun, dengan 1.350 kepala keluarga (KK). Sedangkan, di Dusun Perako, hanya tiga dusun saja.

Di satu sisi, kata Jalaludin warga Dusun Perako menolak. Dinas PMD, pemerintah kecamatan dan desa pun, sudah berkali-kali memediasi. Namun, tidak ada titik temu. a�?Sehingga, kami membentuk tim,a�? ujarnya.

Tim tersebut, lanjutnya mengeluarkan rekomendasi berdasarkan pendekatan geografis dan sosiologis. Itu artinya, lokasi pembangunan mau tidak mau di Dusun Sayang.

A�a�?Kalau masih berdebat di tempat ini, maka sebaiknya kita mengacu pada aturan saja,a�? cetus Ketua DPRD Loteng H Puaddi FT.

Adik Bupati HM Suhaili FT itu pun mengusulkan, agar dilakukan kajian ulang, baik secara akademis maupun yuridis. a�?Kami mohon, tetap jaga perdamaian,a�? seru politisi Golkar tersebut.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka