Ketik disini

Selong

Penurunan Tarif Pantai Pink Masih Buntu

Bagikan

SELONG-Pemerintah Provinsi NTB mengundang sejumlah pihak membahas rencana revisi Perda Nomor 6 tahun 2016 tentang retribusi Usaha Jasa Wisata di Pantai Pink. Itu setelah sejumlah pihak mengeluhkan mahalnya tarif masuk pantai di kawasan Hutan Lindung Sekaroh tersebut. Sayangnya, dalam rapat yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 15.00 sore tersebut, pembahasan revisi Perda masih buntu.

“Hasilnya nggak bisa selesai. Karena ada sejumlah instansi yang harusnya terlibat tidak hadir dalam rapat tersebut seperti Bappeda,” terang Kasi Bina Usaha Jasa Dinas Pariwisata Lotim Purmadi yang hadir dalam rapat.

Revisi Perda harus melibatkan semua pihak lantaran Perda ini diketahui telah masuk ke Kementerian Dalam Negeri. Sehingga, untuk usulan perubahan aturan harus mendapat kesepakatan semua pihak yang terlibat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Kami diminta tunggu jadwal rapat lagi,” cetusnya.

Dengan kondisi saat ini, peluang untuk merevisi Perda dinilai memang cukup sulit. Hanya saja, jika ada kesepakatan bersama di lapisan bawah, penurunan tarif untuk masuk Pantai Pink bisa dilakukan. Karena sebelumnya hal serupa juga pernah terjadi pada persoalan tiket mendaki Rinjani.

“Itu juga bisa dikurangi. Asalkan ada kesepakatan di bawah, semua masih bisa dilakukan termasuk itu (penurunan tarif Pantai Pink, Red),”A� terangnya.

Dengan kondisi saat ini, maka tarif yang berlaku masih berdasarkan Perda yang ada. Dimana tiket masuk ke Pantai Pink untuk wisatawan asing sebesar Rp 50 ribu. Sedangkan tiket untuk wisatawan lokal sebesar Rp 10 ribu.

Oleh Dinas Pariwisata Lotim tiket ini diusulkan agar dditurunkan. Karena tarif ini dinilai terlalu mahal dan A�dikeluhkan oleh sejumlah pengunjung yang datang. “Kalau kami di Dinas Pariwisata mengusulkan agar harga tiket wisatawan asing Rp 25 ribu. Wisatawan domestik Rp 10 ribu dan wisatawan lokal Pulau Lombok Rp 5 ribu,” jelas Kabid Pengembangan Kapasitas Pariwisata Ahyak Mudin. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka