Ketik disini

Headline Praya

Dinas LHK Segel Selong Selo

Bagikan

MATARAM– DinasA� Lingkungan Hidup (LHK) NTB menyegel lahanA� vila Selong Selo di Dusun Jabon Desa Selong Belanak, Praya Barat Lombok Tengah (Loteng) Senin (2/10) lalu. Dinas menuding sekitar tiga are jalan masuk ke kawasan tersebut masuk dalam kawasan hutan yang dikelola KPH Rinjani Barat.

A�Kepala Bidang Perlindungan Hutan, LHK NTB H Mursal menjelaskan penyegelan itu terpaksa dilakukan karena kerjasama kemitraan antara pengelola Selong Selo dengan A�Balai KPH Rinjani Barat TasturaA� masih belum tuntas, dan saat ini sedang diproses kedua pihak.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Tanda larangan tersebut sudah dinegosiasikan sementara untuk diberi kesempatan kepada investor menyelesaikan proses kemitraannya,a�? katanya, pada Lombok Post, kemarin (3/10).

Menurutnya, tidak ada yang salah dengen penyegelan tersebut, dan karena alasan kemanusiaan, pihak KPH Rinjani Barat memindahkan sampai proses kemitraan diselesaikan.

a�?Jalan keluarnya PT Selong Selo harus menuntaskan proses kerjasama kemitraannya dengan KPH,a�? katanya.

Sementara itu pihak A�Selong Selo menyebut A�aksi yang dilakukan Dinas LHK NTB, salah sasaran.A�A�A�A�A�A�A� a�?Segel yang ditancapkan pun, sudah dicabut,a�? kata Asisten Sales and Marketing Manager Selong Selo Stpehen Wijaya pada Lombok Post, kemarin (3/10).

Menurutnya langkah A�Dinas LHK tersebut terkesan mendadak, tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan jajaran Selong Selo. Tiba-tiba, di beberapa titik ditancapkan papan peringatan penyegelan. Salah satunya, pintu keluar masuk menuju vila.

Total luas lahan yang dimiliki Selong Selo sendiri, bebernya mencapai 12 hektare (ha). Di A�lahan tersebut, kata Wijaya akan dibangun 70 unit vila yang ditargetkan rampung tahun 2020 mendatang. A�Seluruh lahan diklaim tak bermasalah. a�?Kecuali, di areal parkir,a�? cetusnya.

Di tempat itu, lanjut Wijaya masih tertancap papan penyegelan dari Dinas KLH. Selong Selo pun, memamfaatkan areal tersebut sebagai areal parkir. Sedangkan kepemilikan lahan, dari warga desa setempat.

a�?Memang benar itu milik warga kami. Tapi, jangan main segel dong,a�? sesal Kepala Desa (Kades) Selong Belanak Lalu Yahya, terpisah.

Kalau mau bertindak tegas, saran Yahya Dinas LHK NTB, sebaiknya menelusuri seluruh kawasan hutan di wilayah selatan. Bukan mencari titik-titik tertentu saja. Bila perlu, tindak tegas rumah-rumah warga yang dibangun di kawasan hutan. a�?Berani atau tidak,a�? tantangnya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka