Ketik disini

Headline Politika

Rohmi Batal Nyagub

Bagikan

MATARAM-Mengantongi mandat dari organisasi Islam terbesar di NTB Nahdlatul Wathan (NW), ternyata tak membuat Hj Sitti Rohmi Djalilah pede menatap Pilgub NTB 2018. Cucu pendiri NW Almagfurullah TGKH M Zainuddin Abdul Madjid yang juga kakak kandung Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi itu pun batal mencalonkan diri sebagai gubernur.

Rohmi hanya mentok mengincar kursi wakil gubernur. Ini terjawab setelah Rohmi kemarin mengembalikan formulir pendaftaran ke Partai Demokrat.

“Posisi wakil gubernur,” kata Rohmi membuka terang benderang langkah politiknya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Soal mengapa dia batal nyagub, Rohmi tak merinci musababnya. Namun, banyak pihak yang menyebut Rohmi memilih menatap Pilgub NTB dengan realistis.

Pun begitu terkait calon gubernur yang akan berpasangan dengannya. Rohmi mengatakan belum bisa banyak berkomentar.

“Gak tahu nanti,” jawabnya enteng.

Dia tak ingin mendahului apapun. Apalagi posisi yang dilamarnya di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu adalah posisi nomor dua. Saat ini pun kata dia, semua masih dalam proses. Sehingga ia tak bisa terlalu banyak berkomentar.

a�?Perubahan bisa saja terus terjadi,a�? kata Rohmi menjawab kepastian apakah dirinya akan diusung maju dengan anggota DPR RI Zulkieflimansyah yang semenjak awal memang kepincut dengan figur Rohmi.

“Tunggu saja,” katanya lantas tersenyum.

Rohmi juga enggan mengatakan pihak mana yang paling intens berkomunikasi dengannya saat ini. Ditanya bahwa pilihan dirinya yang kian menipis, yakni tinggal menyisakan PKS saja, Rohmi memiliki pandangan berbeda.

“Benar gak tinggal PKS? Coba hitung lagi,” katanya balik bertanya.

Yang pasti dia meyakini tak akan jomblo selamanya. Pilkada tahun depan dikatakan Rektor Universitas Hamzanwadi itu harus dihadapi dengan pikiran positif dan penuh rasa optimis.

“Belum apa-apa kok, perjuangan baru dimulai,” katanya.

Peta koalisi untuk Demokrat memang masih terbuka kendati boleh dikatakan tak lagi banyak pilihan. Dari 12 partai di DPRD NTB yang memiliki kursi, nyaris sebagian besar kini sudah menetapkan dukungan. Golkar, PKB dan Partai Nasdem telah melabuhkan dukungan ke pasangan HM Suhaili FT dan H Muhammad Amin. Sementara Gerindra, PAN, dan PPP telah bulat mendukung pasangan H Ahyar Abduh dan Mori Hanafi.

Tersisa PKS, Hanura, dan Partai Bulan Bintang yang sejauh ini masih belum melabuhkan dukungan secara terang benderang. PKS yang punya enam kursi di DPRD NTB masih menimang Zulkieflimansyah, yang ngebet diduetkan dengan Rohmi. Namun, pembicaraan resmi dengan Demokrat sejauh ini belum pernah terjadi.

Sementara PBB punya tiga kursi tadinya meretas jalan koalisi dengan Golkar dengan mengusung bendahara DPP Aris Muhammad, tapi akhirnya gagal menyatu.

Masih ada satu partai lagi yakni PDIP yang punya lima kursi. Namun, PDIP telah menetapkan akan mengusung Hj Putu Selly Andayani dan hendak diduetkan dengan Bupati Lombok Timur H Ali Bin Dahlan.

Karena itu, melihat peta partai tersebut, Demokrat sebenarnya sudah cukup melaju jika hanya berkoalisi dengan PKS saja. Pun begitu dengan Hanura yang punya enam kursi. Juga sudah cukup. Hanya saja, koalisi dengan Hanura nyaris tak terbayangkan. Mengingat jalan politik Hanura di NTB yang di atas kertas tak memungkinkan hal tersebut. Tapi, tentu saja, politik adalah seni segala kemungkinan.

Kalau dengan PBB, kursi untuk melaju tidak cukup sama sekali. Karena itu, koalisi PBB dengan Demokrat tak cukup. Kecuali ada partai tambahan. Sementara dengan PDIP, nyaris peluang koalisi sudah tertutup. Karena itu, peta koalisi Demokrat yang tersisa bisa diesbut hanya dengan PKS.

Namun, apapun kalkulasi itu, Rohmi tak mau menanggapinya sekarang. Setelah semua pasti, barulah ia akan lebih banyak bicara. Tidak saat ini ketika semua masih serba belum pasti. Yang pasti ia sangat yakin dapat mengikuti Pilgub NTB 2018.

“Ya, yakin lah,” katanya dengan nada meninggi saat terus dicecar pertanyaan seputar peluangnya.

Terkait serangkaian pertemuan dengan sejumlah figur yang terus terjadi, ia mengatakan sangat wajar. Semua dalam rangka menjalin komunikasi yang disebutnya masih sangat lentur dan fleksibel.

Rumor lain juga menyebut, ada peluang Rohmi bakal coba dipasangkan dengan H Ahyar Abduh. Kendati sudah melakukan deklarasi dengan Mori Hanafi, Demokrat disebut-sebut masih mencoba peruntungan dengan mencoba segala peluang yang ada.

Termasuk dengan menggoda Ahyar yang makin tinggi popularitasnya berdasar sejumlah hasil survei. Terbukti di hari yang sama, tim Ahyar dan Mori juga kemarin mengambil formulir di Demokrat. Namun Rohmi enggan menjawab hal tersebut.

“Akhirnya saat di KPU baru tahu yang benar-benar maju. Komunikasi jalan terus,” pungkasnya.

Pekan lalu beredar informasi, bahwa Partai Demokrat kini tengah menimbang dua figur yang hendak diduetkan dengan Rohmi. Figur pertama adalah H Farouk Muhammad, anggota DPD RI dari daerah pemilihan NTB.

Farouk yang merupakan pensiunan jenderal bintang dua polisi itu dipandang punya kans kuat untuk melenggang dari Demokrat. Informasi yang didapat Lombok Post, namanya juga tengah ditimang-timang Susilo Bambang Yudhoyono. Farouk sendiri telah mendaftar sebagai calon guburnur ke Demokrat NTB.

Satu figur lagi yang juga ditimang serius tentu saja adalah Zulkieflimansyah. Namun, hingga kemarin, mantan calon gubernur banten itu belum resmi mendaftar ke Demokrat NTB dengan mengembalikan formulir. Politisi asal Sumbawa itu masih punya waktu. Demokrat membuka pendaftaran terkahir hari ini, sebelum seluruh kandidat menyampaikan visi misi pada 8 Oktober 2017.

Bahwa Demokrat SBY belum mengambil keputusan atas siapa yang hendak diusung, disebut lantaran partai berlambang mercy tengah membuat kalkulasi dan pemetaan soal keunggulan dan kelemahan dua figur yakni Farouk dan Zulkieflimansyah.

Sementara itu, Zulkieflimansyah dua hari lalu belum bisa memastikan apakah dirinya akan mendaftar atau tidak di Demokrat. “Saya sedang mengikuti proses politik di Partai Demokrat NTB. Tentu kita mesti sabar menunggu prosesnya selesai sampai definitif nanti siapa yang di usung,” ujarnya dua hari lalu.

Apakah dia akan mendaftar besok atau tidak, Zulkieflimansyah yang dihubungi Lombok Post tadi malam belum memberi respon. Namun, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat NTB M Nashib Ikroman memastikan kalau Zul memang belum mendaftar. Pun tak bisa dipastikan apakah besok Zul akan mendaftar atau tidak.

Terpisah, Ketua Departemen Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPP PKS Suryadi Jaya Purnama dalam rilisnya mengatakan DPW PKS sudah membuat laporan tentang Pilgub NTB. Laporan tersebut sedang ditindaklanjuti di DPP.Terkait komunikasi dengan partai, dikatakannya sejauh ini DPW NTB belum ada komunikasi dengan Demokrat.

“Sehingga belum ada kesepakatan apa-apa,” katanya.

Proses penetapan dan publikasi calon gubernur bagi PKS bukan sekadar proses administrasi ataupun proses politik. Akan tetapi bagian dari strategi pemenangan pilkada. Sehingga siapa yg akan diusung dan kapan akan diumumkan nanti pada saatnya akan disampaikan.

“Disampaikan pada saat yang tepat,” pungkasnya. (yuk/kus/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka