Ketik disini

Headline Metropolis

TGB Tausiah di Korea Selatan Dihadiri 3.500 Umat Muslim

Bagikan

MATARAM-Gubernur NTB TGBA� HM Zainul Majdi secara khusus diundang Komunitas Muslim Indonesia (KMI) di Korea Selatan. Orang nomor satu di NTB yang juga ulama kharismatik tersebut diundang secara khusus memberi tausiah kepada 3.500 warga Muslim Indonesia di Negeri Ginseng kemarin (3/10).

Tausiah disampaikan dalam Tabliq Akbar yang digelar di Universitas Gimpo, sebuah universitas ternama yang terdapat di kota dekat Incheon, Seoul, Korea Selatan.

Dalam keterangan tertulis dari Korea Selatan yang diterima Lombok Post tadi malam, panitia tabliq akbar menyebutkan bahwa komunitas Muslim Indonesia di Korea Selatan menilai TGB sebagai sosok ulama muda yang serba bisa (sosok komplit). Dia disebut tokoh santun, berprestasi dalam kepemimpinan serta sosok penghafal Alquran yang kharismatik.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Itu mengapa KMI dan berbagai organisasi Kemasyarakatan lainnya, menempatkan TGB sebagai tokoh nasional yang favorit untuk A�didaulat menjadi A�narasumber A�dan pemateri pada berbagai event bertaraf internasional.

Kehadiran TGB yang juga Ahli Tafsir Alquran A�di Korea Selatan disambut antusias ribuan jamaah yang datang dari berbagai sudut Kota di Negeri Ginseng tersebut. Mereka menyebut datang untuk bersilaturahmi dan menyimak secara langsung tausiah orang nomor satu tokoh pemimpin muda Indonesia tersebut.

Di tengah-tengah para jamaah, hadir pula Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi yang menyambut dan mendampingi TGB sepanjang acara berlangsung.

TGB dalam tausiahnya antara lain mengupas Alquran Surah Al-Hujurat Ayat 13 yang menegaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia, laki dan perempuan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa tidak lain hanya untuk saling mengenal.

Ayat inipun, kata TGB kalau diletakkan di atas muka bumi, di sudut-sudut benua yang ada, maka Indonesialah yang paling cocok untuk Ayat ini. Karena hanya Indonesialah negara yang memiliki banyak suku, ras dan agama dibanding negara-negara lain yang hanya memiliki satu ras dan suku. Namun, meskipun beragam, A�Indonesia menyatu dalam satu bangsa, yaitu Indonesia.

a�?Maka nikmat ini harus kita syukuri,a�? seru TGB.

Mengapa kebaragaman harus kita syukuri? Karena Allah telah melimpahkan bermiliaran nikmat. Namun, dari jutaan bahkan miliaran nikmat tersebut, tidak semuanya kita diperintahkan mengingat secara khusus.

Ada juga nikmat yang diperintahkan mengingatnya secara umum. Tetapi kalau secara khusus, maka itu adalah keistimewaan. Maka nikmat persaudaraan dan persatuan ini merupakan keistimewaan bagi Allah SWT.

a�?Kita ini sebagai satu bangsa, diberi kerunia yang luar biasa, yaitu keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa,a�? kata Gubernur dua periode tersebut.

TGB juga menceritakan tentang kehidupan masyarakat Madinah atau dulu masih bernama Yastrib. Dulu, sebelum datang Rasulullah, tidak ada yang tahu Yastrib itu. Bahkan daerah itu bukan merupakan daerah yang ingin didatangi oleh siapapun.

Desa kecil dan ditinggali oleh satu kelompok saja serta memiliki kemampuan yang terbatas. Maka datanglah Rasulullah, berhijrah ke Madinah lalu kemudian terbentuklah beragam suku di daerah tersebut.

Orang-orang Muhajrin, Anshor dan suku yang lain berasal dari Persia, Roma dan negara-negara lainnya berkumpul dan hidup menyatu dalam keberagaman. Jadi kata TGB, keberagaman itu modal untuk membangun. Karena itu keberagaman tidak boleh lepas.

a�?Kita jaga karena itu warisan ulama, jauh sebelum Indonesia merdeka,a�? tandas dia.

Selain mengajak bersyukur, TGB mengajak jamaah yang hadir untuk merenungi Bangsa Indonesia. Indonesia merupakan negara yang memiliki masyarakat Muslim terbesar di dunia, yakni sekitar 210 juta jiwa. Bahkan, jumlahnya lebih besar dibanding warga muslim di negara-negara Arab jika disatukan.

a�?Apakah ini kebetulan? Tidak. Tidak ada yang kebetulan dalam skenario Allah. Tidak ada yang kebetulan dalam penciptaan Allah SWT,a�? tegas TGB.

Dalam penciptaan itu, lanjut alumni Universitas Al azhar, Kairo, Mesir ini, Allah memiliki tujuan dan maksud, yakni bisa jadi agar umat Islam di Indonesia ini menjadi contoh terbaik bagi seluruh umat se-dunia. Bahkan bagi seluruh umat manusia tentang kebaikan dan kemuliaan Islam.

Maka, untuk menjaga dan menjadikan umat Islam terus tumbuh dan berkembang, TGB mengajak seluruh anak bangsa untuk menjaga perdamaian. Hanya dengan perdamaianlah Islam akan semakin dicintai dan dibanggakan.

TGB menutup tausiah tersebut dengan kunci kebekahan dalam mencari rezeki yang ada di dunia ini. Di antaranya bahwa rezeki itu dikatakan berkah apabila yang diterima berasal dari yang baik.

Rezeki itu dikatakan berkah apabila merasa gampang bila dibelanjakan pada kebaikan, namun berat untuk dibelanjakan kepada kemaksiatan.

Kunci keberkahan kedua menurut TGB adalah Juhud, yakni digambarkan dengan kalau kita dapat nikmat tidak berlebihan dalam kebahagiaan dan tidak larut dalam kesedihan.

a�?Silahkan bekerja sekuat-kuatnya. Taruh itu di tangan, bukan di hati. Karena hati itu merupakan tempat yang paling mulia dalam diri kita. Adapun dunia, entah itu jabatan, harta, maka letakkan itu di tangan bukan di hati,a�? pesan TGB. (kus/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka