Ketik disini

Headline Politika

Daftar Demokrat, Fauzan Tuai Sindiran

Bagikan

GIRI MENANG–H Fauzan Khalid resmi mendaftar di Demokrat untuk posisi Bupati Lombok Barat, kemarin. Ibarat anak yang lama menghilang, Fauzan akhirnya kembali ke orang tua yang melahirkannya.

“Dia datang langsung, kembalikan formulir, ya kami terima,” kata Ketua Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah Demokrat NTB M Nashib Ikroman.

Sekilas ia melihat berkas Fauzan cukup lengkap. Sehingga kemungkinannya lolos seleksi administrasi sangat besar, untuk selanjutnya mengikuti tahap penyampaian visi dan misi. Ikroman menegaskan pihaknya tak berhak menolak siapapun yang mendaftar, termasuk Fauzan. Kendati di kalangan akar rumput Demokrat Lombok Barat, banyak nada sumbang yang ditujukan pada calon petahana tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

A�”Bukan di black list, tapi dia banyak catatan dari kader-kader di Lobar termasuk NTB,” katanya.

Catatan itu lanjut pria yang juga menjabat sang Ketua Bapilu Demokrat NTB terkait tidak adanya komitmen terhadap partai. Padahal saat maju bersama Zaini Arony dulu, Demokrat adalah salah satu pengusung utama. Berkolaborasi dengan Golkar, kala itu Demokrat sukses mengantarkan Fauzan sebagai wakil bupati, sebelum akhirnya naik jabatan karena Zaini yang tersangku kasus.

“Dulu itu dia punya kartu tanda anggota Demokrat,” katanya.

Ibarat pepatah, habis manis sepah dibuang, Demokrat kemudian ditinggalkan begitu saja. Tak ada imbal balik yang diterima partai, termasuk gerakan untuk membesarkan partai di Lobar.

“Ya itu jadi catatan yang tak akan kami lupakan,” tegasnya. Pengalaman buruk itu jelas menjadi pertimbangan yang juga akan disampaikan pada DPP Demokrat.

Agaknya pil pahit yang dirasakan Demokrat itu juga menjadi kekhawatiran Golkar yang 2018 mendatang akan mengusung Fauzan maju.

“Ya, kami tahu masalah itu,” kata Juru Bicara Golkar NTB Chris Parangan.

Dia berharap kasus serupa tak dialami Golkar. Bagaimanapun, jika nanti terpilih, Fauzan memiliki tanggung jawab untuk terus bekerja sama dengan Golkar hingga lima tahun kedepan. Termasuk juga dalam upaya membesarkan partai.

“Semoga nasib Golkar tak seperti Demokrat,” katanya.

Sementara itu, Fauzan sengaja ia datang ke kantor Partai Demokrat siang kemarin untuk mengembalikan formulir pendaftaran.Sehari sebelumnya, Fauzan memang sudah mengambil formulir pendaftaran. Fauzan juga tak memilih mengirimkan tim sukses untuk mengembalikan formulirnya. Itu dilakukan Fauzan sebagai bentuk komitmen dalam mematuhi dan menghormati penjaringan bakal calon pilkada yang dilakukan semua partai politik.

a�?Saya mendaftar ke semua partai agar tidak dikatakan anti ini dan anti itu,a�? jelas Fauzan.

Dalam kesempatan itu, Fauzan mengklarifikasi anggapan bahwa dirinya akan memborong semua partai politik. Menurutnya, setiap partai politik tentu memiliki hitung-hitungan dalam mengusung bakal calon kepala daerah. Termasuk Demokrat sendiri.

a�?Tidak ada niatan untuk memborong partai. Itu sudah menjadi komitmen saya untuk mendaftar di semua partai yang membuka penjaringan,a�? katanya. (yuk/ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka