Ketik disini

Headline Politika

Daftar di Demokrat, Ahyar Rupanya Belum Pede

Bagikan

MATARAM-Sementara itu, Partai Demokrat NTB menutup hari terakhir penjaringan bakal calon kepala daerah dengan manis, kemarin. Beberapa bakal calon gubernur mendaftar di partai berlambang mercy tersebut. Salah satu yang mengejutkan adalah kedatangan H Ahyar Abduh.

Minggu (1/10) lalu H Ahyar Abduh sudah mendeklarasikan diri berpasangan dengan Mori Hanafi. Pasangan ini didukung Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanah Nasional (PAN). Rupanya tiga partai itu bagi Ahyar belum cukup, Ahyar mendatangi Partai Demokrat di hari terakhir pendaftaran. Tapi Ahyar menegaskan, walaupun mendaftar lewat Demokrat, dia akan tetap berpasangan dengan Mori.

“Tak mungkin berubah, saya terus terang saja,” kata Ahyar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Wali Kota Mataram dua periode itu menutup iring-iringan para pelamar posisi calon gubernur melalui Partai Demokrat. Datang langsung untuk mengembalikan berkas, ia menunjukkan keseriusannya mengikuti proses yang dilakukan partai tersebut.

“Saya tidak main-main,” katanya.

Kendati secara syarat administratif dukungan Gerindra, PAN, PPP yang telah dikantongi sudah sangat mencukupi, Ahyar merasa perlu untuk mencari tambahan partai.

“Tidak ada yang namanya cukup, justru harusnya sebanyak mungkin,” ucapnya.

Bagi pria asal Dasan Agung, Mataram itu Demokrat adalah partai besar. Karenanya dia sangat berharap bisa diusung partai berlogo mercy tersebut.

“Saya memandang (Demokrat) penting,” katanya.

Dikatakan Ahyar, ada persamaan antara Demokrat dengan perjuangan yang dilakukannya. Itu jua yang menjadi alasan dia mendaftar. Karenanya Ahyar meneguhkan hati mengikuti tahapan yang dilakukan partai yang di NTB diketuai TGH Mahally Fikri tersebut.

“Saya ikuti mekanisme dan ketentuannya,” kata Ahyar.

Pola Demokrat yang tak mengakomodir pendaftaraan paket bisa saja menjadi batu sandungan Ahyar-Mori. Masalah berpotensi muncul jika nantinya Ahyar yang terpilih untuk posisi nomor satu, namun tidak demikian dengan Mori untuk posisi nomor dua.

Kendati Mori juga mendaftar, namun ia harus melawan saingan kuat Hj Sitti Rohmi Djalilah yang tak lain Wakil Ketua II Demokrat NTB. Rohmi yang sudah memutuskan melamar untuk posisi wagub disebut-sebut sangat berpeluang dimajukan Demokrat untuk posisi tersebut. “Saya tak suka spekulasi,” kata Ahyar terkait hal itu.

Dia ogah menanggapi selentingan manuver Demokrat yang hendak memaksanya bercerai dengan Mori, untuk kemudian mengambil Rohmi. Selain karena sudah final bersama Mori, ia menegaskan pilihannya berpasangan dengan Mori adalah untuk masyarakat NTB.

“(Ini) kepentingan bersama bukan hanya soal pasangan, tapi berikan yang terbaik,” tegasnya.

Sejak lama ia menegaskan NTB bukan semata Lombok. Karena itu keterwakilan Pulau Sumbawa menjadi penting. Hal itu ada pada diri Mori Hanafi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung persoalan Golkar. Baginya hingga kini SK belum keluar sama sekali. Sehingga masih ada peluang untuknya bersaing memperebutkan dukungan partai beringin.

“Saya sudah minta langsung diberi peluang,” ujarnya seraya menegaskan lobi politik masih terus terjadi.

Sebagai kader Golkar, ia tentu menyerahkan keputusan pada DPP Golkar. Namun jikapun benar nantinya Suhaili yang dimajukan, Ahyar tetap akan ambil bagian dalam kontestasi Pilkada NTB 2018 kendati harus melawan HM Suhaili FT yang bersatus pimpinannya di Golkar NTB.

a�?Tak ada kata lawan, semua (termasuk Suhaili) kawan teman,” ucapnya mantap.

Terkait ancaman pemecatan yang dialamatkan, ia mengatakan keprihatinannya.

“Kita cari kawan di partai ini, jangan main pecat,” katanya lantas tersenyum.

Otoriterkah Suhaili dengan ancaman itu?

Dia ogah mengartikannya. Yang pasti, dalam sejarah Golkar, sejumlah kader pernah maju tanpa dukungan partai. Itu terjadi dalam berbagai level, bahkan hingga pusat. Sehingga seharusnya ia juga diberi kesempatan untuk maju.

“Perbedaan biasa, dari dulu ada,” katanya.

Saat mendaftar sore kemarin, salah satu yang mengantarkannya adalah Ketua Gerindra NTB H Ridwan Hidayat. Kedatangan Ridwan langsung disambut sindiran Ketua Penjaringan Calon Kepala Daerah Demokrat NTB M Nashib Ikroman.

“Katanya tak butuh Demokrat, buktinya daftar,” katanya.

Ridwan yang mengerti maksud perkataan itu langsung melempar senyum.

“Bukan seperti itu maksud omongan kita,” katanya terus tersenyum.

Setelah penutupan pendaftaran semalam, hari ini verifikasi administrasi menjadi tahapan selanjutnya. Setelah itu, Minggu (8/10) dilakukan penyampaian visi dan misi di Mataram oleh semua kandidat.

“Kita akan pilih yang terbaik,” tegas Ikroman.

Melihat animo para pendaftar, ia menegaskan itu menjadi bukti Demokrat memainkan peranan yang sangat vital. Termasuk kehadiran Ahyar Abduh ke Demokrat bisa mejadi sinyal bahwa dinamika Pilgub NTB 2018 masih dinamis. Ini bisa saja menunjukkan pasangan calon yang sudah deklarasi pun bisa berubah dalam masa waktu tiga bulan ke depan. Seperti diketahui, pendaftaran untuk pasangan calon melalui partai politik dilakukan pada Januari 2018.

a�?Seperti yang sudah saya tegaskan sebelumnya, politik masih dinamis. Di Demokrat belum final hingga tahapan penjaringan,a��a�� kata pria yang akrab disapa Acif itu.

“Kalau ada yang bilang kita ketinggalan kereta, salah besar,” tukasnya.

Dr Zul Hanya Mau Sama Rohmi

Sementara itu pada hari yang sama Zulkieflimansyah mendaftar di Demokrat. Dia menegaskan keinginannya untuk berpasangan dengan Hj Sitti Rohmi Djalilah.

“Dari dulu saya bilang akan maju kalau pasangannya Ibu Rohmi,” tegasnya.

Mendaftar di Demokrat adalah bagian dari upaya merealisasikan paket Zul-Rohmi tersebut. Baginya berpasangan dengan Rohmi bukan semata hitung-hitungan menang kalah. Selain karena itu yang tampak paling memungkinkan, dia dan Rohmi menjadi representasi Sumbawa dan Lombok.

“Penting untuk menjaga modal sosial NTB,” katanya yang diantarkan puluhan massa pendukung.

Dalam kesempatan itu, pria bergelar doktor tersebut juga membantah kabar PKS tak mendukungnya. Ia justru mengatakan kader tetap menjadi prioritas.

a�?Saya kira tak seperti berita yang berkembang belakangan,” katanya.

DPP PKS termasuk partai-partai lain diyakini masih sangat mungkin berubah. Namun ia menolak terlalu percaya diri. Karena bisa saja ada pertimbangan lain, kendati sebagai kader ia meyakini ada skala prioritas.

“Tapi sampai sekarang tetap kader yang prioritas,” katanya kembali memberi penekanan.

Mitra koalisi juga menjadi pertimbangan lain sebuah paket dimajukan. Mengenai sejumlah survei yang tak begitu menjagokannya, Zul tak menampik hal itu.

“Tapi kandidat lain juga stagnan popularitasnya,” kata Anggota DPR RI tersebut.

Dia mengatakan survei bisa saja berubah berdasar pergerakan dan strategi yang dilakukan. Misalnya saat survei sedang dilakukan, untuk menaikkan popularitas, pada saat itu pergerakan masif harus dilakukan. Hasilnya tentu menjadi baik dan popularitas terkerek. Zul seolah ingin menegaskan bahwa survei bukanlah segalanya.

Akankah Demokrat mau mengalah terhadap PKS yang sebenarnya lebih kecil dari segi jumlah suara dan kursi di NTB?

Tanda-tanda itu sebenarnya terbaca dari posisi Rohmi yang hanya mendaftar sebagai calon wakil gubernur saja.

“Nanti dibicarakan,” sambungnya.

Jika ujungnya rencana PKS-Demokrat dengan Paket Zul-Rohmi buntu, bisa saja opsi lain diambil. Misalnya mengusung calon lain yang sepaham dengan garis pergerakan partai, termasuk paling pas dengan kebutuhan masyarakat.

“Tak ada yang pasti, mungkin saja ada opsi lain, sangat terbuka,” katanya.

Semua partai boleh saja mematok target. Tapi sebelum daftar, yang sudah deklarasi sekalipun masih bisa berubah.

“Itu terjadi pada sejumlah pilkada, tengok saja Jakarta,” contohnya.

“Tanpa mendahului keputusan partai, saya yakin tetap jadi prioritas,” sambung Zul.

Zul menjadi pendaftar nomor empat untuk posisi calon gubernur Demokrat. Sebelumnya sudah ada Prof H Farouk Muhammad, L Rudy Irham Srigede, dan Kiyai Zulkifli Muhadli yang mendaftar satu jam sebelum Zul.

“Benar, tadi Pak Kiyai Zul juga daftar,” kata Ketua Penjaringan Calon Kepala Daerah Demokrat NTB M Nashib Ikroman.

Sementara tadi malam, dua jam sebelum pendaftaran ditutup HL Sajim Sastrawan datang langsung ke Kantor DPD Partai Demokrat NTB, mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Lombok Barat. Sajim kata Ikroman baru mengambil formulir pendaftaran di Kamis pagi.

Disusul kader Partai Demokrat HM Syamsul Luthfi yang mendaftar sebagai bakal calon bupati Lombok Timur, disusul HL Zulkifli. Pengusaha asal Masbagik ini mengadu peruntungan mendaftar sebagai bakal calon Wakil Bupati Lotim. Tidak lama kemudian disusul Nauvar Farinduan, putra mantan Bupati Lobar H Zaini Aroni sebagai calon wakil bupati Lombok Barat.

“Banyaknya yang mendaftar di Partai Demokrat memberikan banyak pesan. Tidak hanya di Pilgub, tetapi di pilkada Lombok Barat mainkan kunci,” ungkap Ikroman.

TGB Santai

Sementara itu Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi yang dimintai komentarnya terkait konstelasi politik NTB menunjukkan sikap tenang. Bahkan sedikit tersenyumA� saat ditanya tentang langkah politiknya di Pilgub mendatang.

a�?O Pilgub ya supaya nyaman, supaya tenang,a�? kata TGB singkat usai menghadiri upacara HUT TNI di Bandara Selaparang, kemarin (5/10).

Kalapun Hj Siti Rohmi Djalilah, kakak kandungnya yang sebelumnya dideklarasikan sebagai calon gubernur, tapi kini malah sebagai calon wakil gubernur, TGB juga tidak mau ambil pusing.

Urusan partai ia serahkan sepenuhnya ke pengurus Demokrat, sebab ia sendiri kini bukan lagi ketua DPD Demokrat NTB. Meski arah dukungannya dianggap akan menentukan arah politik, tapi ia merasa tidak demikian. a�?Kata siapa..?a�? katanya mengkelit.

Terkait pasangan yang akan didukungnya, TGB enggan blak-blakan. Meski berhembus isu bahwa pasangan Zulkieflimansyah-Siti Rohmi Djalilah akan didukung, tapi TGB tetap diam. Terhadap pasangan yang sudah mendeklarasikan diri, ia hanya berharap yang terbaik.

a�?Mau dua pasang, tiga pasang, empat pasang, wartawan tidak mau maju? Majulah lewat jalur independen,a�? katanya setengah bencanda.

Terkait Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin yang berpasangan dengan Suhaili, ia memastikan hubungan mereka tetap harmonis. Baginya, Amin adalah sosok wagub yang punya komitmen menjalankan tugas dengan baik. Ketika dia maju itu sepenuhnya adalah hak politiknya.

a�?Kalau ingin berkiprah lagi di ranah politik ikuti prosesnya,a�? ujarnya.

Baginya, hal yang penting dari momen Pilkada adalah semua calon berkompetisi dalam semangat fastabikulkhairat, berlomba-lomba menuju kebaikan. Karena kekompakan sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Ia pun berharap kampanye politik isinya fokus pada apa yang hendak dilakukan dalam lima tahun ke depan. Sehingga masing-masing pasangan calon harus beradu gagasan agar NTB semakin maju.

a�?Saya harap Pilkada kita sehat, bermanfaat dan menyenangkan,a�? ujar penghafal Alquran itu. (yuk/ili/r4/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka