Ketik disini

Headline Metropolis

HUT TNI ke-72, TNI Solid, NTB Maju

Bagikan

MATARAM-TNI memasuki usia ke-72 tahun. Di NTB, upacara peringatan HUT TNI digelar di eks Bandara Selaparang, Kota Mataram, kemarin (5/10). Bertindak selaku inspektur upacara adalah Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi.

Peringatan HUT TNI kemarin dimeriahkan dengan parade defile dan demonstrasi atraktif kemampuan prajurit dan alutsista dari tiga matra TNI. Selain itu, dalam upacara kemarin, Gubernur juga menyerahkan tanda kehormatan dari Presiden RI Joko Widodo kepada tiga prajurit dari TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), dan Angkatan Laut (AL).

Mereka yang diberikan tanda kehormatan adalah Serma Taisir dari Korem 162/Wira Bhakti atas pengabdiannya selama 24 tahun, Serda (Nav) Arifudin dari Lanal Mataram untuk pengabdian selama 18 tahun, dan Praka Satriadi atas pengabdian selama 8 tahun dari Lanud Rembiga.

Usai memimpin upacara, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mengatakan, dalam konteks pemerintahan daerah, peran TNI sangat dibutuhkan di wilayah NTB. Misalnya, beberapa wilayah di NTB yang rawan bencana, selalu hadir TNI untuk memberi bantuan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Belum lagi untuk persoalan kekeringan. Kata Gubernur, dari waktu ke waktu, TNI tetap bersiaga memberi bantuan dan membantu masyarakat yang tertimpa kekeringan.

a�?Kami berharap kerja sama selama ini bisa terus dilanjutkan. Teman-teman TNI bisa turun untuk terus membantu,a�? kata TGB, sapaan akrab Gubernur NTB.

Selain masalah kerawanan bencana, TGB menyinggung peran aktif TNI dalam pemberantasan ilegal logging di NTB. Selama ini, Gubernur selalu mendapat laporan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB dan Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Inf Farid Makruf, terkait operasi bersama penindakan ilegal logging.

a�?Khususnya dari Kodim, cukup efektif melakukan operasi bersama. Dan berhasil untuk melakukan penindakan,a�? ujar dia.

Contoh terakhir penindakan yang dilakukan TNI bersama Dinas LHK adalah pengamanan 18 meter kubik kayu Sonokeling. Kayu tersebut diambil dari hutan wilayah Sekotong, Lombok Barat (Lobar).

Gubernur mengatakan, kayu Sonokeling masuk dalam zero tolerance. Artinya tidak diperbolehkan mengambil kayu sonokeling dari hutan, berapapun jumlahnya. Jadi, jika menemukan ada kayu sonokeling di jalan, dipindahkan. Bisa dipastikan itu ilegal.

a�?Teman-teman wartawan juga harus tahu, kalau ketemu Sonokeling di jalan, itu pasti ilegal,a�? kata TGB.

Lebih lanjut, di atas semua itu, Gubernur berharap jika TNI di wilayah NTB tetap solid. Solid di dalam dan solid dengan aparat lainnya, seperti Polri. Selama ini, hubungan TNI Polri di NTB telah terjalin harmonis.

a�?Ini yang paling utama, harapan kami di NTB kita semua, TNI bersama Polri harus solid. Karena soliditas TNI Polri ini akan sangat menentukan kekokohan bangsa dan daerah,a�? tegas TGB.

Sementara itu, Brigjen TNI (Pur) Abdul Kadir mengatakan, TNI mengalami perkembangan yang cukup pesat. Terutama dalam hal alutsista yang dimiliki saat ini, dengan ketika ia bertugas sebagai prajurit TNI sejak tahun 1959.

a�?Dari segi alat utama persenjataan itu sudah bagus. Jauh dari zaman saya ketika bertugas,a�? kata dia.

Hanya saja, masih ada yang perlu ditingkatkan lagi. Yakni mengenai kepekaan terhadap ancaman, hambatan, dan gangguan yang berpotensi merusak pancasila dan negara.

a�?Kepekaan ini yang perlu ditingkatkan, kepekaan terhadap ancaman,a�? ujarnya.

Selain itu, Abdul Kadir juga berharap anggota TNI saat ini bisa menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap setiap potensi ancaman terhadap ideologi negara. Mengajarkan sejarah perjuangan bangsa untuk bisa mendeteksi dini ancaman kepada bangsa.

a�?Harus membaca sejarah perjuangan bangsa. Sejarah bangsa harus diajarkan kembali,a�? pungkas dia.

HUT TNI Berlangsung Meriah

Sementara itu dari Jakarta dilaporkan puncak perayaan HUT TNI ke -72 di dermaga PT Indah Kiat Cilegon, Banten kemarin (5/10) disambut antusias. Warga sekitar tumpah ruah, seluruh akses menuju lokasi macet. Presiden sampai harus berjalan kaki.

Perayaan dimeriahkan dengan parade defile dan alutista yang melibatkan 5.932 personil TNI, 48 kapal perang berbagai kelas. 70 an pesawat udara dan helikopter serta sekitar 300 unit kendaraan tempur berbagai jenis mulai dari tank, artileri, peluncur roket, hingga tank amfibi.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan bahwa saking antusiasnya, masyarakat sekitar telah berkumpul di lokasi sejak pukul 2 dinihari. “Saya tidak bisa berkata lain selain bersyukur,” katanya.

Dalam pidatonya Gatot sempat meminta maaf karena keadaan membuat presiden berjalan kaki. Menurutnya, masyarakat sudah kadung berkumpul dan tidak mungkin disuruh kembali. Mendengar presiden berjalan kaki, Gatot yang sudah berada di lokasi bergegas menyusul.

Perwira yang akan segera mengakhiri masa jabatannya enam bulan mendatang tersebut mengungkapkan bahwa ia berharap perwira pangkotama di bawahnya segera bersiap untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan TNI, juga meningkatkan kinerja.

Ditanya soal rencana paska pensiun, Gatot menyatakan akan menyediakan banyak waktu untuk keluarga. Ia menuturkan, selama 35 tahun menjadi prajurit, ia hampir belum pernah mengambil cuti tahunan. Enam kali operasi militer besar, ia hanya cuti satu kali. “Jadi rasanya waktu untuk keluarga hampir tidak ada,” katanya.

Setelah purna tugas, ia ingin menghabiskan banyak waktu untuk anak dan cucu-cucunya. Meski demikian, ia menyebut sebagai seorang prajurit, pengabdian harus terus diberikan pada negara. “Sekecil apapun, kapanpun negara memanggil, saya siap,” katanya.

Pengabdian terhadap negara, bisa dilakukan dari berbagai macam jalur. Gatot menyebut mencangkul di sawah juga merupakan bentuk pengabdian. Tentang jalur politik. Ia mengaku masih pikir-pikir. “Saya tidak punya pengalaman dalam berpolitik, jadi masih mikir-mikir, tapi kapanpun negara memanggil saya siap,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo optimistis bahwa kekuatan TNI dari tahun ke tahun akan terus meningkat dan semakin disegani baik di kawasan (Asia Tenggara) maupun di kancah internasional.

Jokowi mengingatkan bahwa para personil TNI hanya loyal pada kepentingan bangsa dan negara. “Itu artinya kesetiaan dalam membela kepentingan rakyat,” katanya.

TNI juga tidak bokeh lupa terhadap prinsip politik negara yang diamanatkan oleh Panglima Besar Sudirman. TNI harus senantiasa berdiri dan milik semua golongan, serta dijamin netralitasnya. “Sama sekali tidak boleh terseret dalam politik praktis,” katanya.

Sementara itu, Direktur Ekeskutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengatakan, berdasarkan survei terbaru pihaknya, nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo mulai muncul dalam pilihan presiden. Meskipun, dia hanya berada diurutan 11 dengan angka 0,3 persen.

Djayadi mengatakan, jika melihat tren sekarang, nama Gatot jelas tidak bisa dikesampingkan. Kalaupun elektabilitasnya masih rendah, itu lebih disebabkan oleh sosoknya yang masih dikenal sebagai panglima TNI.

a�?Masyrakat belum tahu dia nyalon atauA�gak? Mungkin saja itu,a�? ujarnya di Kantor SMRC, Jakarta, kemarin (5/10).

Selain itu, kata Djayadi, karakteristik pemilih Gatot masih satu tipe dengan Prabowo. Nah, karena itu, kecenderungannya masih mengutamakan prabowo sebagai sosok yang layak bertarung melawan Jokowi.

a�?Jadi wajar Gatot Nurmantyo belum mendapat limpahan suara,a�? imbuhnya.

Lantas, apakah Gatot bisa menjadi pendamping Prabowo? Djayadi menilai, itu bukanlah pasangan yang ideal dari segi elektoral. Pasalnya, basis pendukung keduanya sama. Sehingga sulit untuk menjaring kelompok pemilih yang ada di pihak Jokowi.

Sementara jika berdampingan dengan Jokowi, secara elektoral memang bisa menggerus suara Prabwo. Namun di sisi lain, karakter yang dimainkan Gatot selama ini terkesan bertentangan. Sehingga memberikan efek positif dan negatifnya tersendiri, khususnya terhadap soliditas pendukung Jokowi.

Terpisah, kiprah Gatot selama menjadi Panglima TNI dinilai bisa berbicara di kontestasi politik. Partai Nasdem bahkan mendorong agar Gatot bisa maju dalam kontestasi pemilu presiden 2019 mendatang.

“Sampai saat ini kami menegaskan calon presiden adalah Pak Jokowi. Nah, salah satu dari militer itu, menurut saya, harus dipertimbangkan adalah Gatot. Kalau dari sipil yaitu Sofyan Djalil,” kata anggota DewanA�Pakar Partai Nasdem Taufiqulhadi di DPR, kemarin.

Taufiq menilai sosok Gatot bisa menjadi calon yang tepat untuk mendampingi Presiden Jokowi. Kombinasi latar belakang sipil dengan militer selama ini juga mampu berkontribusi banyak untuk pemerintahan. “Selain kombinasi Jawa-luar Jawa adalah kombinasi sipil-militer bagus juga. Nah, salah satu dari militer itu menurut saya harus dipertimbangkan adalah Gatot,” tandasnya.A�(dit/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka