Ketik disini

Headline Kriminal

Kasus Pusuk Sembalun Naik Penyidikan

Bagikan

MATARAM-Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB akan kembali turun ke Pusuk Sembalun, Lombok Timur (Lotim). Ini setelah penyidik Polres Lotim menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

Koodinator Investigasi BPKP NTB Ngatno mengatakan, tim akan turun kembali untuk audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) di Pusuk Sembalun. Ini merupakan permintaan kali kedua dari Polres Lotim setelah pelaksanaan audit investigasi (AI) beberapa waktu lalu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Iya nanti akan A�turun lagi,” kata Ngatno.

Mengenai hasil audit investigasi, Ngatno mengatakan tidak bisa membeberkan kepada media. Laporan tersebut telah diserahkan kepada penyidik Polres Lotim untuk ditindaklanjuti.

Dalam audit PKKN ini, nantinya BPKP akan turun kembali bersama penyidik Polres Lotim. Mereka akan mengecek kembali sejumlah item pengerjaan yang telah dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim.

Hasil pengecekan fisik yang dilakukan BPKP, indikasi korupsi terlihat dari pembangunan gerbang, yang diduga tidak sesuai spesifikasi. Disinggung mengenai hal ini, Ngatno mengatakan jika hal tersebut sebaiknya ditanyakan ke pihak kepolisian.

Sebelumnya saat masih menjabat Kapolres Lotim, A�AKBP Wingky Adhityo Kusumo, menargetkan jika tahun ini kasus korupsi yang menelan anggaran sebanyak Rp 1,6 miliar harus tuntas.

a�?Tahun ini akan kita selesaikan,a�? kata Wingky beberapa waktu lalu.

Menurut Wingky, pihaknya tetap memberi atensi terhadap setiap kasus yang ditangani jajarannya. Terutama untuk kasus korupsi. Untuk kasus korupsi, Polres jajaran mendapat target untuk penyelesaian dua kasus korupsi.

Karena itu, dugaan korupsi penataan sarana prasarana kawasan wisata Pusuk Sembalun menjadi, satu di antara dua kasus yang akan mereka selesaikan tahun ini.

Diketahui, proyek pembangunan sarana dan prasarana wisata PusukA� Desa SembalunA� Bumbung menelan dana sebesar Rp 1,6 miliar. Anggaran tersebut digelontorkan Kementerian Pariwisata kepada Disbudpar Lotim pada 2015 silam. Peruntukannya digunakan membangun gapura, taman pusuk, dan gerbang selamat datang.

Namun dalam perjalanannya, pengerjaan objek sarana dan prasana wisata Pusuk Sembalun ini dianggap tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan.

A�Selain pengerjaannya yang tidak tuntas, fisik sejumlah proyek yang telah selesai dikerjakan rupanya tidak tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak pengerjaan.

Ini berdasarkan penilaian ahli dari Universitas Mataram yang telah melakukan pengecekan proyek fisik yang berada di objek wisata Pusuk Sembalun ini.

Selama penyelidikan, pihaknya telah melakukan permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak terkait. Termasuk pejabat dari Dispar Lotim hingga rekanan proyek.(dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka