Ketik disini

Headline Metropolis

Kementan Lirik Potensi Sembalun Jadi Sentra Pengembangan Bawang Putih

Bagikan

MATARAM-Meski Indonesia merupakan negara agraris, tapi untuk memenuhi kebutuhan bawang saja harus impor. Data Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan 95 persen bawang yang beredar saat ini merupakan bawang impor, sebagian besar dari Tiongkok.

Dengan kebutuhan konsumsi bawang putih sekitar 500 ribu ton, 95 persen atau 480 ribu ton. Selain Tiongkok, bawang putih juga didatangkan dari Mesir, India, dan Taiwan. Sementara kemampuan produksi bawang dalam negeri hanya 20 ribu ton. a�?Itu faktanya, maka kita mau tidak mau harus mengembangkan (bawang putih) dalam negeri,a�? kata Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Dr Spudnik Sujono usai konsolidasi budidaya bawang putih di Mataram, kemarin (5/10).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Untuk bisa memenuhi kebutuhan konsumsi sebesar 500 ribu ton, maka dibutuhkan lahan pengembangan bawang seluas 73 ribu hektare lebih. A�A�A�A� Tahun 2019 pemerintah menargetkan swasembada bawang putih. Guna mengejar target itu, kementerian sudah memetakan daerah-daerah yang akan dijadikan pusat pengembangan bawang putih nasional. Ada 19 provinsi dan 60 kabupaten se-Indonesia yang akan dijadikan sentral produksi bawang putih. Salah satunya adalah NTB, lokasinya di daerah Sembalun.

Sujono mengaku sangat optimis upaya pengembangan bawang putih bisa dilakukan. Sebab di Indonesia saja ada 22 varietas bawang putih. Jika rencana tersebut berjalan lancar, maka 2019 mendatang Indonesia akan swasembada bawang putih. a�?Tapi untuk mewujudkan itu butuh peran pemerintah daerah, karena kementerian saja tidak cukup,a�? tandasnya.

Karena itu dalam pertemuan di Mataram, pemerintah melakukan konsolidasi terkait langkah-langkah yang akan ditempuh. Terutama untuk mewujudkan swasembada bawang putih itu. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka