Ketik disini

Kriminal

Pemilik Kayu Sonokeling Jadi Tersangka

Bagikan

MATARAM-Upaya penyelundupan kayu jenis A�Sonokeling ke luar wilayah NTB digagalkan polisi. Satu unit truk A�yang membawa 870 batang kayu sonokeling disita di Jalan Raya Gerung-Lembar, Lombok Barat (Lobar).

Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan akhir September lalu.

a�?Rabu tanggal 27 September lalu kita amankan,a�? kata Darsono, kemarin (6/10).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ketika disita petugas sempat melakukan pemeriksaan dokumen. Sopir truk sempat menunjukkan nota angkutan yang tertera jenis kayu Sonokeling berjumlah 636 batang. Dokumen tersebut ditandatangani pemilik kayu dengan inisial MG.

Selain itu, terdapat pula dokumen Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) khusus untuk pengangkutan hasil hutan, yang berasal dari hutan hak Nomor 00012. Di sana juga tertera jenis kayu, yaitu Sonokeling.

a�?Meski ada dokumen, kita tetap curiga karena memang untuk kayu Sonokeling di NTB kan zero tolerance, tidak ada kuota lagi,a�? jelas Darsono.

Untuk membuktikan dugaan bahwa kayu tersebut ilegal, polisi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB serta KPH Rinjani Barat melakukan lacak balak. Lokasi lacak balak disesusaikan dengan dokumen yang diamankan petugas.

Ada empat lokasi yang diklaim MG sebagai tempat asal usul kayu Sonokeling miliknya. Petugas gabungan kemudian mendatangi satu per satu lokasi, yang semuanya berada di Lobar, yakni di Desa Jembatan Kembar, Desa Jembatan Gantung, Desa Sekotong Timur, dan Desa Banyu Urip. Hasil lacak balak yang dilakukan petugas, tidak cocok dengan dokumen yang dimiliki MG.

A�Dugaan kayu milik MG didapatkan secara ilegal semakin menguat dengan hasil relas (kehilangan kayu) dari KPH Rinjani Barat.

A�Darsono mengatakan, di dalam kawasan Hutan Mareje Bonga RTK 13 yang berada di Kabupateng Lombok Tengah dan Lobar, terdapat banyak sisa pangkal pohon ditebang. Dari keterangan ahli, perkiraan penebangan itu terjadi sekitar 2 A�hingga 4 bulan lalu. Waktu penebangan itu, sesuai dengan usia kayu Sonokeling yang diangkut dengan truk fuso dengan nomor polisi L 9186 UN ini.

a�?Kita juga lakukan penghitungan ulang dengan jumlah kayu di dalam truk. Ternyata tidak sesuai dengan dokumen. Kayu di truk ada 870 batang, sementara di dokumen tertera 636 batang kayu,a�? ungkap dia.

Dari sejumlah bukti yang didapatkan penyidik, polisi juga menetapkan MG sebagai tersangka. Dia diduga kuat melakukan tindak pidana ilegal logging. MG dijerat dengan Pasal 87 ayat 1 huruf b Jo Pasal 12 huruf l Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Ancaman hukuman atas tindak pidana itu, yakni berupa penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar.

a�?Satu orang kami jadikan tersangka, yakni pemilik kayu MG,a�? pungkas Darsono.(dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka