Ketik disini

Headline Metropolis

Tiga Jamaah Haji NTB Belum Pulang

Bagikan

MATARAM-Rangkaian pelaksanaan ibadah haji tahun 2017 resmi berakhir kemarin (6/10). Seiring dengan kepulangan kelompok terbang terakhirJamaah haji kloter terakhir Embarkasi Lombok.

Namun, tiga jamaah haji NTB belum bisa dipulangkan dan masih berada di Arab Saudi karena sakit. Sementara satu jamaah masih diisolasi di RSUP NTB setelah dinyatakan suspect mengidap MERS-CoV.

Kloter terakhir yang terdiri dari 451 jamaah tiba di Lombok International Airport menjelang dzuhur setelah terbang dari Madinah. Dari bandara jamaah langsung menuju Asrama Haji NTB di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram untuk disambut para keluarga, sebelum kembali ke kampung halaman masing-masing.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sementara, tiga orang jamaah yang masih tertinggal di Arab Saudi karena sakit adalah Siti Rahmah Binti Abdullah asal Kota Bima, Sri Kuwati Binti Mangil Utomo asal Pagutan Barat Mataram, dan Hafsah Binti Lasi dari Kabupaten Bima. Ketiganya sedang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Secara keseluruhan, dari total 4.546 jamaah haji NTB yang berangkat, sebanyak 19 orang jamaah meninggal dunia. Dua di antaranya meninggal saat tiba di kampung halaman, sementara 17 lainnya meninggal saat masih berada di Tanah Suci.

Pantauan Lombok Post di Asrama Haji NTB kemarin, suasana pemulangan jamaah kloter terakhir ini disambut haru anggota keluarga. Mereka disambut pelukan dan tangis bahagia anggota keluarga. Sementara terlihat beberapa jamaah lansia harus dibantu menggunakan kursi roda karena tidak bisa berjalan.

Seperti Hj Indiaswari, jamaah haji asal Gatep, Kota Mataram yang harus didorong menggunakan kursi roda karena penyakit stroke yang dialaminya sejak sebelum berangkat. Asmiani, sang menantu dengan setia membantu mertuanya yang sakit. Beberapa saat kemudian beberapa orang cucunya menghampiri. Kali ini Indiaswari tidak kuasa menahan tangis. Ia merasa bahagia bisa melihat senyum cucu-cucunya yang berlarian mengejar.

a�?Saya sangat bersyukur bisa pulang,a�? katanya dari atas kursi roda.

Bagaimana tidak, perjuangannya melaksanakan ibadah haji tidaklah mudah. Penyakit stroke yang sudah lima tahun dialami membuat tubuh bagian kirinya tidak bisa digerakkan. Meski sempat cemas tapi akhirnya ia bisa menjalani semua proses ibadah haji dan pulang dengan selamat.

a�?Tidak ada kendala, lancar semua,a�? tuturnya.

Hal yang sama juga dialami Hj Rukiah. Jompo asal Kota Mataram itu juga harus dipapah dan didorong menggunakan kursi roda karena sakit. Siti Muhda, sang anak tidak kuasa menahan rasa ribu dan mencium sang ibu penuh kasih sayang. Tangis keduanya pun pecah. Sebelum dinaikkan ke atas kursi roda sang ibu sempat diberikan air minum terlebih dahulu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB H Nasruddin mengatakan, pihaknya merasa sangat bersyukur pelaksanaan jamaah haji tahun ini berjalan lancar. Bahkan salah satu jamaah haji tertua asal NTB diberikan keistimewaan oleh Pemerintah Arab Saudi.

a�?Dia menjadi jamaah yang sangat sehat dan bisa menyelesaikan seluruh rukun hajinya dan pulang sehat juga,a�? katanya.

Tapi ada 19 jamaah haji yang meninggal, 17 meninggal di Makkah dan dua lainnya meninggal setelah dipulangkan. Dua jamaah terakhir kata Nasruddin sempat dirawat di RSUD tetapi akhirnya meninggal dunia.

Satu Jamaah Suspek MERS

Sementara itu, seorang jamaah atas nama Hj Siti Hawa hingga kemarin masih dirawat intensif di RSUP NTB. Siti Hawa yang merupakan jamaah kloter sembilan kembali ke tanah air pada Rabu, 4 Oktober 2017.

Saat melalui pemindai suhu tubuh di bandara, diketahui Siti Hawa kembali dengan panas badan tinggi. Kemudian dia menjalani pemeriksaan. Untuk sementara oleh dokter jamaah tersebut dinyatakan suspect mengidap MERSCoV atau Flu Arab. Penyakit ini menyerang organ pernapasan yang ditandai dengan suhu tubuh yang tinggi. Untuk kepentingan penanganan, Siti Hawa dirawat di ruang isolasi RSUP NTB.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dr I Wayan Diantika yang menangani kesehatan jamaah haji NTB saat pelulangan mengungkapkan, tadinya sempat ada empat jamaah yang dinyatakan suspeck terkena MERS-CoV. Namun, tiga jamaah telah diperbolehkan pulang, setelah dinyatakan negatif, dari hasil pemeriksaan sampel yang diambil dari para jamaah oleh Puslitbangkes RI di Jakarta.

Kepastian penanganan Siti Hawa juga saat ini masih menunggu prosedur serupa. a�?Mohon didoakan, semoga negatif juga,a�? kata Diantika.

Secara keseluruhan dia menjelaskan, sebanyak 16 jamaah hasi NTB harus dirujuk ke rumah sakit setelah dipulangkan dari Arab Saudi. Enam orang sudah dipulangkan, lima orang jamaah masih dirawat di RSUD NTB. Sementara tiga orang lainnya meninggal dunia yakni Riadi Karim, Ramlin Bin Yusuf, dan Parihin Suci wafat di RSUD Provinsi NTB.

Hingga kemarin, selain Siti Hawa, jamaah yang masih dirawat adalah M Yasin Boya asal Sumbawa, Sudirman dari KSB, Mukedat Rede masih di IGD dan Masriah binti Ahmad di RS Risa Mataram. Mereka yang masih dirawat adalah jamaah kloter sembilan.

Kakanwil Kemenag NTB H Nasruddin memastikan, semua biaya perawatan ditanggung pemerintah dan tidak ada biaya sepeserpun dari jamaah. Kondisi para jamaah tersebut akan dipantau terus sampai betul-betul sehat total. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka