Ketik disini

Tanjung

Catat, Buku Nikah itu Penting Lho!

Bagikan

TANJUNG-Sampai saat ini masih ada masyarakat Lombok Utara yang belum memiliki buku nikah. Untuk itu, Kemenag Lombok Utara menjamin ketersediaan buku nikah bagi masyarakat yang akan melaksanakan isbat nikah. Hal ini diungkapkan Kepala Kemenag Lombok Utara H Muallip dalam rapat koordinasi pelayanan terpadu (yandu) isbat nikah dan pencatatan kelahiran di Aula Kantor Kemenag, kemarin (9/10).

Dalam rakor tersebut juga ditandatangani MoU antara Pemkab, Kemenag Lombok Utara, dan Pengadilan Agama Giri Menang. a�?Pelaksanaan isbat nikah di Lombok Utara saat ini sudah baik. Semoga ke depan tetap berjalan lancar dan lebih baik lagi. Koordinasi dengan pemkab dan PA Giri Menang juga sudah bagus,a�? ujarnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama (PA) Giri Menang Hj Baiq Alkiyah mengungkapkan, melalui yandu, masyarakat tidak punya akta nikah maka dalam satu hari bisa mendapatkan tiga identitas hukum. Identitas hukum yang dimaksud adalah setelah masyarakat melaksanakan isbat nikah, kemudian keluar penetapan dari PA Giri Menang. Selanjutnya dari PA Giri Menang, masyarakat akan membawa penetapan ke Kemenag Lombok Utara untuk dikeluarkan akta nikah. Setelah mendapat akta nikah, maka masyarakat bisa ke Dinas Dukcapil untuk mendapatkan akta kelahiran bagi anak-anaknya.

Untuk 2017 ini, PA Giri Menang sudah menyelesaikan 1.200 perkara isbat nikah. Yandu ini adalah pelayanan yang paling populer di PA Giri Menang. a�?Kami ingin pemkab membantu menyosialisasikan ke masyarakat yang belum memiliki akta nikah tentang program yandu isbat nikah ini. Karena kita ingin Lobar dan Lombok Utara selesai isbat nikah dalam jangka waktu tiga tahun,a�? katanya.

Lebih lanjut, Alkiyah mengatakan, saat ini masyarakat yang tidak memiliki buku nikah mencapai 50 ribu. Ke depan Lombok Utara harus bisa membendung masyarakat yang menikah namun tidak memiliki akta. Caranya adalah masyarakat, kadus maupun kades segera melaporkan ke KUA jika ada masyarakat yang menikah. Agar jangan sampai ada masyarakat sudah menikah tapi tidak memiliki akta nikah.

a�?Karena untuk isbat nikah ini tentu membutuhkan dana. Jadi dengan membendung lebih awal, maka dana isbat nikah ini bisa digunakan untuk pembangunan yang lain,a�? tandasnya.

Alkiyah meminta Kemenag dan Pemkab Lombok Utara terus sigap untuk bekerjasama dengan PA Giri Menang. Selain itu, Alkiyah juga mengingatkan PA hanya menerima informasi dari masyarakat maupun Dinas Dukcapil terkait isbat nikah, bukan aktif turun melakukan isbat nikah. a�?Jadi kalau ada pengajuan baru kita turun menyelesaikan perkara isbat nikah itu,” paparnya.

Untuk tahun ini pihaknya menerima usulan untuk tahun 2018. “Silakan diusulkan dan kades mendata pasangan yang mau isbat nikah. Paling lambat usulan kami terima November nanti,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar yang diwawancarai usai rakor mengungkapkan, pemerintah menargetkan 150 orang dalam isbat. Dari keseluruhan itu semua ditargetkan akan mendapat buku nikah sehingga akta kelahiran anak pun dapat terpenuhi. a�?Target kita melalui yandu ini 150. Kalau ada sisanya akan dilakukan dengan sistem lain secara cuma-cuma,a�? katanya.

Ditambahkan, dari sisi anggaran pemerintah juga akan melakukan intervensi. Termasuk desa-desa juga bisa berkontribusi melalui ADD dan DD yang dikelola.

Kata dia, selama ini belum ada kendala dan ini sudah berjalan. Hanya saja masyarakat masih ada yang merasa isbat ini tidak penting. Padahal akta nikah saat dibutuhkan sebagai syarat mengurus dokumen lain misalnya BPJS. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys