Ketik disini

Metropolis

Warga a�?Mengemisa�? Air PDAM

Bagikan

MATARAM-Meski tinggal di Mataram, tidak berarti mudah mendapat air. Seperti enam kepala keluarga (KK) di Kelurahan Cakra Barat yang mengemis tetesan air PDAM.

“Baru sebulan ini kita menampung tetesan air dari pipa PDAM,” kata Lalu Supardi, kemarin (9/10).

Enam KK ini tinggal berderet di bawah jembatan Pasar Sindu,A�Lingkungan Griya Mendara, Kelurahan Cakranegara Barat.A�Untuk memenuhi kebutuhan air minum dan masak, mereka membuat instalasi sederhana menampung bocoran pipa PDAM.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Di bawah pipa besar PDAM, ada pecahan bambu yang disambung. Kemudian air dialirkan ke corong. Dari corong ini selanjutnya masuk ke selang dan mengalir ke tandon. “Kalau malam agak kencang (bocoran). Siang kecil bocornya,” cerita Supardi.

Meski ada program sambungan gratis PDAM Giri Menang untuk masyarakat miskin, ayah dua anak ini mengaku tidak kebagian. Selain mengandalkan tetesan air PDAM, enam KK ini juga mengandalkan air sungai.

“Untuk mandi gak mungkin dari bocoran pipa PDAM. Mandinya langsung ke sungai,” lanjutnya.

Pria asal Praya, Lombok Tengah ini menyebut, sudah minta ke lurah tapi belum ada. Ia tinggal di pinggir sungai sejak 48 tahun silam. Ia berharap ada solusi yang diberikan oleh pemerintah.

a�?Ya, diberi perhatian apa gitu. Di sini juga ada dua jompo yang sudah tua,” imbuhnya.

Sudirman yang juga tinggal di pinggir sungai ini menambahkan, sebelum menampung bocoran air dari pipa PDAM, mereka biasanya meminta air bersih. Sedangkan jika ada rezeki, mereka akan membeli air.

“Kalau bocoran ini gak diambil, mubazir. Nanti terbuang sia-sia,” katanya.

Bapak berambut ikal ini menambahkan, pemerintah bisa lebih aktif memantau kondisi warganya. Ia sendiri termasuk warga Kota Mataram yang siap menjadi sukarelawan.

a�?Meski kondisi begini, ketika diminta ada sukarelawan sepuluh orang tiap kelurahan. Kami siap,” tambahnya. (feb/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka