Ketik disini

Headline Politika

Ahyar-Mori Masih Berburu Partai

Bagikan

MATARAM– H Ahyar Abduh dan Mori Hanafi belum menghentikan aksi berburu partai. Kendati Gerindra, PPP, dan PAN sudah dalam genggaman, sejumlah partai lain masih dalam bidikan.

“Saya merasa satu visi dengan Demokrat,” kata Ahyar, saat mengikuti debat kandidat akhir pekan lalu.

Bersama Mori, keduanya mendaftar dan mengikuti tahapan yang ada. Kendati sudah deklarasi dengan tiga partai pengusung, Ahyar-Mori merasa perlu mengikuti tahapan Demokrat yang dianggap sebagai partai besar, dengan visi dan misi yang jelas, plus rekam jejak pemerintahan TGB yang baik.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

A�”Saya tak hendak mengganti TGB, dia tak tergantikan, saya mau melanjutkan,” ujarnya.

Selain Demokrat, ternyata Golkar juga masih terus dilobi. Ahyar blak-blakan mengakui hal itu kala dicecar wartawan.

“Sebagai kader saya sudah sampaikan niat maju dan berharap Golkar mau memberi kesempatan,” katanya.

Baginya Golkar belum final mengusung Suhaili-Amin. Buktinya hingga kini belum ada SK resmi yang pernah dilihatnya. Karena itu, ia sama sekali tak berpikir untuk melempar handuk tanda menyerah mendekati Golkar.

PKS juga dalam bidikan. Untuk urusan partai dakwah tersebut, peran Gerindra yang dimaksimalkan. Kedekatan semenjak pilpres terdahulu, diikuti kemenangan dramatis dalam Pilkada Jakarta membuat Gerindra dan PKS makin akrab satu sama lain, dan sangat mungkin berlanjut di NTB.

“Kita merapat ke semua yang memungkinkan,” kata Mori, calon pendamping Ahyar yang merupakan kader Gerindra memberi jawaban diplomatis.

Bahkan, PKB yang sudah menyatakan dukungan untuk Suhaili-Amin juga belum sepenuhnya dilepaskan. Saat deklarasi Ahyar-Mori di Masbagik (1/10) lalu, lambang partai dan foto sang Ketua Umum PKB H Muhaimin Iskandar juga terpampang. Tengoklah baliho Ahyar-Mori di simpang empat AMM Mataram. Jelas ada lambang PKB di sana. Pertanda partai yang identik dengan nahdliyin itu masih didekati. Kendati berulang kali Ketua PKB NTB HL Hadrian Irfani memberi penegasan pihaknya memilih Suhaili-Amin, lagi-lagi belum ada SK resmi yang keluar.

“SK itu segera menyusul,” kata Amin membantah kemungkinan PKB berpindah ke lain hati.

Semua masih berproses di DPP, sehingga tak ada yang perlu dikhawatirkan. Pengalaman terdahulu, biasanya SK baru keluar jelang pendaftaran dilaksanakan. Saat ini dia membenarkan sifatnya baru sebatas rekomendasi.

“Kami hargai itu, tapi pada akhirnya kami yakin PKB bersama kami,” pungkasnya. (yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka