Ketik disini

Metropolis

Hujan Datang, Persoalan Segudang

Bagikan

MATARAM-Musim hujan tiba. Sejumlah dinas sudah tampak siap-siap menghadapinya. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terpantau sibuk mengeruk sedimentasi di sepanjang drainase Kota Mataram.

a�?Iya hujan sudah mulai datang, jadi kita harus siap-siap,a�? kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram H Mahmuddin Tura.

Tura menyadari sistem drainase kota masih belum aman. Seperti pengalaman tahun kemarin, hujan acap kali membuat kota tergenang bahkan banjir.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Tura merasa was-was, karena itu, ia sesegera mungkin menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengeruk sedimentasi di sepanjang drainase perkotaan. a�?Tim sudah turun dan keluar masuk drainase agar aliran-aliran air selama musim hujan nanti bisa lancar,a�? harapnya.

Sementara itu, sebuah pohon dikabarkan tumbang Selasa (10/10) kemarin di jalan Langko. Saat Lombok Post berupaya ke lokasi yang disebutkan, pohon sudah berhasil disingkirkan. Namun, sejumlah petugas dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) terlihat masih melakukan perantingan di sana.

a�?Ada juga yang tumbang tadi,a�? kata salah satu petugas lapangan yang ditemui Lombok Post di Lokasi.

Perantingan terpaksa dilakuakan saat hujan turun. Mengingat kondisinya yang darurat dan sewaktu-waktu dapat membahayakan para pengguna jalan.

a�?Ini bukan perantingan biasa, ini statusnya emergency,a�? jelas petugas itu.

Dikonfirmasi terkait pohon tumbang itu, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DPKP Kota Mataram, Nanang Edward mengaku belum dapat laporan. Pada saat tim perantingan turun, dirinya tengah berada di Bandara. Sehingga belum bisa melakukan koordinasi dengan petugas lapangan.

a�?Saya belum tahu soal itu (pohon tumbang),a�? kata Nanang.

Hanya saja, ia menegaskan jika pihaknya selalu rutin melakukan perantingan setiap hari Kamis dan Sabtu. Nanang tak merinci berapa pohon pinggir jalan yang rentan dengan kondisi angin kencang dan hujan. a�?Semua dalam pengawasan kita,a�? terangnya.

Ditambahkan Nanang, dalam kondisi hujan seperti saat ini, tim kerap menemui kesulitan untuk melakukan perantingan. Terutama di jalan Langko, karena ukuran pohon di sana disebutkan sangat besar dan menyulitkan untuk melakukan perantingan masif. Mengingat jalan itu selalu ramai.

a�?Tetapi Insya Allah di musim hujan tetap siaga,a�? tegasnya.

Sementara itu, menurut Kepala BMKG Stasiun Penamatan BIL, Oral Sem Wilar mengatakan, dalam perhitungan BMKG sendiri, sebenarnya saat ini belum masuk musim penghujan. Kondisi saat ini terhitung sebagai masa pancaroba.

a�?Iya memang beberapa hari terakhir terlihat hujan, tetapi dalam hitungan BMKG sebenarnya saat ini belum masuk musim penghujan. Ini hanya masa peralihan musim, atau sering disebut musim pancaroba,a�? terang Wilar.

Periode musim hujan diprediksi masuk saat minggu ke empat bulan Oktober ini. Curah hujan yang sempat dipantau paling tinggi hanya mencapai 127 milimeter perdasarian (10 hari). Itupun tidak terjadi di Kota Mataram. Melainkan di Lombok Tengah.

a�?Di Puyung, yang sampai membuat air itu meluap,a�? jelasnya.

Tetapi syarat ini masih di bawah syarat tibanya musim hujan. Di mana perdasarian, bisa melampaui 150 milimeter. Barulah disebutkan jika musim hujan telah tiba. Tetapi kondisi saat ini, hujan terpantau masih belumA� merata.

a�?Yang kerap keliru dipahami, musim kemarau juga ada hujan loh ya. Bukan berarti kemarau lalu tidak ada hujan sama sekali, bukan begitu,a�? tandasnya. (zad/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys