Ketik disini

Giri Menang Headline

Pasar Seni Sepi, Pedagang a�?Mati Suria�?

Bagikan

GIRI MENANG-Berkurangnya kunjungan wisatawan ke Senggigi bisa juga dilihat dari keluhan para pedagang di Pasar Seni Senggigi. Mereka mengaku tidak banyak mendapatkan pembeli sejak satu tahun terakhir. Padahal namanya pasar, seharusnya ramai dikunjungi.

Di siang hari, kondisi pasar masih saja sepi. Pedagang yang ada di sana seperti mati suri. Mereka terlihat duduk ngobrol menikmati kesepian pasarnya.

Sesekali ada satu dua wisatawan asing yang datang. Tapi jarak kedatangannya sangat panjang. Kira-kira bisa habis segelas kopi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Bleh, salah satu pedagang di pasar seni mengisi kesepian pembeli dengan merajut sebuah gelang dari benang. Ia mengatakan, sangat bersyukur kalau dapat seratus atau dua ratus ribu rupiah perhari.

Hal tersebut berbeda sekali dengan beberapa tahun sebelumnya. Di mana banyak wisatawan asing, khususnya yang datang dari Australia.

a�?Kunjungan saat ini memang sedang sepi,a�? kata Bleh.

Menurutnya hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor. Termasuk kurangnya perhatian pemerintah untuk menarik minat pengunjung. Karena kalau kebersihan dan keamanan, pasar Seni ini masih terjamin.

Untuk dapat berjualan di satu lapak, pedagang di pasar seni mesti beli lahan. Menurut Bleh, ia sendiri membeli lapak sebesar 70 juta rupiah. Kemudian setiap tahun harus bayar pajak sebesar lima juta rupiah.

Menurut Bleh, akan lebih baik jika Pasar Seni, nantinya bisa dikelola langsung oleh pemerintah. Karena saat ini, di bawah perusahaan, atau pihak ketiga, Bleh merasa sewanya cukup besar. Ditambah dengan keadaan yang sepi.

Ditanya mengenai Pasar Seni, Ispan Junaidi, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat mengatakan, Pasar Seni Senggigi merupakan di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTB. a�?Kita tetap bertanggung jawab atas kebersihan dan keamanannya. Selain itu, semuanya Pemprov NTB yang mengurus,a�? pungkas Ispan. (cr-tih/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka