Ketik disini

Metropolis

Cerita di Balik Nama Jalan Bentoel, Marong Pekarangan, Karang Baru

Bagikan

Tidak seperti nama jalan pada umumnya, jalan ini memilih nama produk rokok. Pernah mau diganti tetapi warga ngamuk mencopot nama plang baru. Apa sebab nama jalan ini sangat dicintai warga? Berikut laporannya.

***

JALAN ini terletak di Marong Pekarangan, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang. Dengan cat warna merah dan putih sangat ngejreng menarik perhatian pengendara yang kebetulan lewat di sana.

Tetapi yang memuat jalan ini terlihat lebih istimewa, tentu saja tulisan tiga dimensi di pintu gerbang. Di situ tertulis jelas Jalan Bentoel. Warga di sana sepertinya sangat bangga dengan nama jalan itu.

a�?Paling beda sendiri memang,a�? kata Lalu Maulana Hazmi, Kepala Lingkungan Marong Pekarangan, sembari menyeruput kopi hitam hingga tedengar suara mendesis.

Bahkan pernah suatu ketika nama jalan itu mau diganti. Petugas sudah memasang plang nama jalan baru di sana. Tetapi bukannya senang, warga malah menolak mentah-mentah. Mereka tak rela, nama jalan Bentoel itu diganti nama lain, sekalipun itu nama aset daerah yang terkenal.

a�?Pernah mau di ganti nama jalan Bentoel dengan nama Gili, tetapi warga tidak senang. Setelah dipasang, plang lalu dicabut warga,a�? tuturnya.

Kalau dicermati jalan arteri dr Soetomo di Karang Baru, baik di sisi timur atau barat jalan, rata-rata menggunakan nama Gili. Semisal Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Anyar, dan Gili Gede. Hanya jalan itu yang terlihat a�?membangkanga�� memakai nama tujuan wisata di Lombok.

Hazmi mengatakan jika jalan itu sudah terlanjur mendarah daging di warga. Bukan soal itu nama produk rokok, tapi soal namanya yang sudah tenar hingga ke banyak penjuru bumi.

“Sudah sangat dikenal hingga ke luar negeri. Bahkan, kalau ada orang di luar negeri yang kenal Mataram, mereka pasti tahu di mana jalan Bentoel itu,” tuturnya percaya diri.

Bagaimana ceritanya nama itu bisa mendunia? Ternyata tidak lepas dari banyaknya warga asal Marong Pekarangan yang menjadi Tour Guide. Bahkan tidak sedikit yang menikah dengan orang luar negeri lalu punya keturunan dan keluarga di sana.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Ada dari Jepang, Korea, dan banyak negara lain. Kalau mereka bercerita tentang asal-usul pada sanak keluarganya, dengan bangga selalu menyebut jalan Bentoel,a�? terangnya.

Karena itulah, Hazmi sangat yakin jalan ini sudah banyak dikenal di luar sana. Jika ada pertemuan sesama putra daerah di luar negeri, jalan Bentoel selalu jadi referensi pertama. Sebelum menunjukan alamat detail.

a�?Kalau jalan lain orang kan masih lupa-lupa ingat. Tetapi kalau jalan Bentoel, orang akan langsung ingat di mana tempatnya,a�? ujarnya dengan percaya diri.

Nama jalan Bentoel berawal sekitar tahun 80-an. Saat itu Hazmi mengaku masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Sebuah turnamen bola dihelat oleh sebuah produsen rokok yang cukup legendaris kala itu.

a�?Rokok itu ya rokok Bentoel,a�? kenangnya.

Tempat yang saat ini menjadi lahan dibangunnya Bank SegaraA� Anak Kencana, disebut menjadi bagian dari lapangan di mana turnamen itu digelar. Kala itu, turnamen bola dinilai cukup wah dan selalu berhasil menyedot perhatian warga.

a�?Sampai akhirnya, tokoh masyarakat dan warga, termasuk dari pihak Bentoel sepakat menamai salah satu gang dengan nama gang Bentoel,a�? tuturnya.

Belakangan awalnya cikal bakal gang itu, akhirnya a�?diresmikana�� warga menjadi nama Jalan. Namun walau nama jalan itu dipertahankan dengan sangat sengit oleh warga, tidak ada royalti yang warga dapat dari branding nama itu.

“Kita merasa bangga dan senang saja dengan nama itu. Lagi pula rata-rata warga juga suka produk rokok ini,” cetusnya.

Kini produk rokok kretek ini sudah punah di pasaran Kota Mataram. Tetapi warga tetap memilih untuk mengabadikan nama jalan dengan rokok yang terbilang cukup keren di zamannya itu.

a�?Walau saat itu awalnya saya kerap pusing dibuat oleh rokok ini,a�? ungkapnya dengan bahu terguncang-guncang karena tawa.

Jalan ini juga pernah dusulkan untuk diganti dengan nama lain. Karena banyak pemuda di sana enggan cepat menikah. Mereka rata-rata memilih usia kepala tiga baru mulai memikirkan soal rumah tangga.

Rupanya kebiasaan anak muda itu membuat beberapa diantara mereka, termasuk Hazmi sendiri mengusulkan opsi kocak mengganti nama jalan.

a�?Saya usulkan namanya diganti saja dengan nama Jalan Mosot (jalan Perjaka Tua, Red), tapi semua menolak,a�? kelakarnya.A� (*/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka