Ketik disini

Metropolis

Menyambung Nyawa Koperasi

Bagikan

Koperasi disebut sebagai sokoguru perekonomian rakyat. Tetapi sudah sangat lama menghadapi situasi persaingan bisnis yang sengit dan berat. Bisnis keuangan modern dan corporate lebih mapan, akhirnya perlahan namun pasti membuat banyak Koperasi sekarat. Namun kini asa itu mulai terlihat. Melalui sebuah trobosan penting, Koperasi diyakini akan segera kembali sehat!

—————————–

Koperasi di Kota Mataram saat ini tengah berusaha menyambung nyawa. Setelah sejak lama dibombardir persaingan bisnis keuangan dari perusahaan-perusahan dengan core bisnis yang sama, tetapi dengan keuangan yang lebih mapan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih profesional, kini Koperasi mendapatkan asa bangkit kembali.

Selama ini, Koperasi memang kehilangan pangsa pasar. Akses marketing atau pemasaran Koperasi makin sempit dan terbatas. Suka tidak suka, a�?kuea�� bisnis yang selama ini dikelola koperasi disambar oleh perusahaan yang lebih mapan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Tetapi setelah melihat respons Pak Sekda yang bagus, begitu juga anggota dewan dengan rencana ini, kami semakin termotivasi membangun kekuatan ekonomi Koperasi lagi,a�? kata Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Diskoperin UKM) Kota Mataram Yance Hendra Dira.

Seperti diketahui, skema membangun kekuatan ekonomi Koperasi di Kota Mataram yakni dengan membuka akses marketing . Melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Koperasi akan dilibatkan mengerjakan 10 persen proyek pengadaan barang dan jasa.

a�?Ini bukan untuk memanjakan Koperasi. Jika dibanding dana hibah, cara ini jauh mendidik dan mendorong Koperasi bekerja lebih profesional,a�? ujarnya dengan percaya diri.

Koperasi yang boleh mengerjakan a�?kuea�� proyek 10 persen dari total pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah, mau tidak mau harus bersaing. Ini akan memacu para pengurus Koperasi membentuk lembaga yang lebih profesional. Tidak asal bentuk dan asal ada pengurus.

a�?Kalau bantuan atau hibah justru akan membuat Koperasi lemas, lalu tertidur,a�? sindirnya.

Dengan kebijakan ini, ia yakin persaingan akan jauh lebih terbuka. Yance sendiri sangat yakin jika naskah akademik dari Raperda ini selesai, ia ingin berkonsultasi langsung dengan Sekda. Apakah Raperda ini nantinya menjadi inisiatif Eksekutif sendiri atau Dewan.

a�?Memang ini tidak mudah, tetapi kita akan terus kawal bersama teman-teman Dekopinda,a�? terangnya.

Selain itu, Yance merencanakan untuk membangun Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 61 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.

a�?BLUD ini nantinya akan jadi binaan dinas Diskoperin UKM,a�? terangnya.

Selain akan memberikan pinjaman pada UKM, BLUD juga diharapkan dapat menyuntikan dana pada koperasi dalam bentuk dana bergulir. Menariknya, bunga dari pinjaman akan dikenakan sangat kecil. Yakni 0,3 persen per bulan atau 4,2 persen per tahun. Bantuan ini tanpa agunan atau jaminan.

a�?Kalau untuk Koperasi masih sebatas usulan dan akan kita pertimbangkan, tetapi bagi UKM karena ini usaha kecil, maka harapannya bisa kasih pinjaman Rp 5-10 juta,a�? bebernya.

Syaratnya Perusahaan harus jelas dengan perizinan yang lengkap. Selain itu, memiliki pengelolaan yang profesional dengan neraca keuangan yang sehat.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Mataram Mardia��i melontarkan asiprasi dari rekan-rekannya agar ada dinas yang sebenarnya secara khusus menangani dan mengobati persoalan yang dihadapi Koperasi.

a�?Tidak seperti saat ini, ada beberapa bagian lain yang juga harus ditangani Dinas Koperasi yakni Perindustrian dan UKM,a�? cetus Mardia��i.

Ia khawatir, kerja dinas tidak bisa fokus dan serius mengobati komplikasi persoalan Koperasi. Walau ia berharap besar, rencana yang saat ini tengah diperjuangkan, jadi jalan menjadikan Koperasi sokoguru perekonomian rakyat.

a�?Jangan sampai ini hanya jadi macan kertas saja. Tetapi harus dikawal hingga ada perwalnya,a�? ujarnya.

Kekhawatiran yang disampaikan Mardia��i dinilainya beralasan. Mengingat banyak peraturan daerah yang akhirnya jadi tumpukan aturan. Tetapi tidak ada impelementasi di lapangan.

Jika ini tidak dikawal dengan baik. Ia khawatir upaya besar menyambung hidup Koperasi saat ini, hanya pepesan kosong belaka. a�?Maka kita hanya akan jadi penonton di rumah sendiri,a�? ujarnya.

Disebutkan, hasil dari konsultasi dengan dewan, sudah diarahkan agar segera menyiapakan naskah akademik Raperda. Karena itu, Mardia��i memandang perlu merangkum semua dasar hukum yang mengharuskan Koperasi dilibatkan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah.

a�?Jadi saya rasa perlu untuk mengumpulkan semua dasar-dasar hukum,a�? tegasnya.

Salah satu produk hukum yang secara jelas menyebutkan koperasi wajib dilibatkan dalam proyek pemerintah. Yakni Perpres nomor 54 tahun 2010, tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Pada pasal 96 ayat 1 huruf C. Dan pasal 100 ayat 1.

Di sana disebutkan, dalam pengadaan barang/jasa PA/KPA wajib memperluas peluang usaha mikro dan usaha kecil, serta koperasi kecil.

a�?Ini timing yang tepat, program ini juga mendidik dan saya rasa bentuk keberpihakan pemerintah,a�? puji I Made Mantra dari perwakilan KSP Sejahtera.

Hanya saja, pria yang pernah menjabat sebagai Direktur pemasaran Bank NTB itu memberi masukan pentingnya membuat aturan yang memberi perlindungan koprehensif pada semua koperasi. Selain itu, memikirkan juga Risk Manajemen.

a�?Kalau dulu ada Askrindo. Tetapi ternyata program ini justru membuat pemerintah daerah yang rugi,a�? kenangnya.

Tetapi ia yakin, dengan memberikan peluang akses marekting lebih luas, ini akan memacu koperasi tidak hanya bengong menunggu nasib dan bantuan. Tetapi terpacu juga memperbaiki diri. Menyiapkan perangkat organisasi yang lebih sehat dan profesional. Untuk mengerjakan proyek pemerintah yang butuh akuntabilitas yang detail.

a�?Jadi masukan kami, tetap untuk memperhatikan risk manajemennya,a�? tadasnya. (zad/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka