Ketik disini

Headline Praya

Penyuluh Pertanian Lapangan Terancam Gagal Jadi PNS

Bagikan

PRAYA--Dinas Pertanian (Dispertan) Lombok Tengah (Loteng), menyebut tiga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang dianulir SK pengangkatannya sebagai CPNS berlatar belakangA� perikanan. Bukan pertanian. Hanya saja, ijazahnya dipersoalkan karena tidak terakreditasi.

Kendati demikian, Dispertan berjanji akan mengawalnya, sehingga mereka menjadi abdi negara. a�?Sebelumnya, penyuluh perikanan itu, dibawah Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKP3),a�? kata Kepala Dinas Pertan Lalu Iskandar, kemarin (12/10).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Begitu perangkat daerah berubah, terang Iskandar mereka pun ditugaskan di Dispertan. Termasuk, penyuluh peternakan, perkebunan dan pertanian. a�?Kami pun, terus berkoordinasi dengan BKPP. Semoga, ada jalan keluarnya,a�? harap mantan Kepala BKP3 Loteng tersebut.

Saat ini, kata Iskandar merekaA� tetap bertugas seperti biasa, memberikan penyuluhan. Kendati,A� mereka bergelar sarjana perikanan, namun sedikit tidaknya mereka menguasai dunia pertanian, baik teori maupun praktis. Sehingga, Dispertan akan mempertahankannya.

Apalagi mereka, lanjut Iskandar telah banyak membantu, mensukseskan program BKP3, kala itu. Sebagai wujud penghargaan, Dispertan punA� tidak akan menutup mata. a�?Setelah kami telusuri, ternyata di daerah lain, mengalami hal yang sama,a�? cetus Kepala BKPP Loteng HM Nazili, terpisah.

Ia pun menyerukan, agar ketiga PPL yang dimaksud, bersabar. Kalau sudah nasib menjadi abdi negara, tekan Nazili maka pasti ada jalan keluarnya. Yang penting, tetap menunjukkan kinerja maksimal. Bukan sebaliknya, kendor gara-gara kebijakan BKN. a�?Ini adalah, ujian tingkat kesabaran kita,a�? ujarnya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka