Ketik disini

Giri Menang Headline

Tiga Tahun Menunggu E-KTP

Bagikan

GIRI MENANG-Pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) lagi-lagi dikeluhkan warga. Sebab, warga yang sudah melakukan perekamansejak tiga tahun lalu, belum juga mendapat e-KTP.

Seperti yang dialami Fauzan, warga Labuapi. Ia saat ini tengah mengurus e-KTP milik istrinya. Menurut pengakuannya, sudah lebih dari tiga tahun, fisik e-KTP istrinya belum juga didapat. Alasan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disukcapil) pun dinilai klasik, blangko habis.

a�?Sekitar tiga, masuk empat tahun belum jadi (KTP istri),a�? keluh Fauzan usai mengurus sejumlah dokumen di kantor Desa Labuapai, kemarin (12/10).

Lamanya fisik e-KTP didapatkan, membuat segala kebutuhan dan keperluan rumah tangganya terhambat. Istrinya yang seorang pegawai negeri di salah satu instansi pemerintahan, menjadi sulit mengurus kepegawaian. Termasuk urusan peminjaman sejumlah dana di Bank.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Solusi ya sampai sekarang masih manual (KTP), ada diberikan surat keterangan dari desa juga,a�? jelasnya.

Selain permasalahan blangko e-KTP yang selalu habis, rumor beredar jika blangko sebenarnya ada di Dukcapil. Hanya saja, jika masyarakat tidak pro aktif atau minimal tidak memiliki orang dekat di dinas, maka blangko dan fisik e-KTP tidak segera diterima. Termasuk alasan kepengurusan e-KTP yang dianggap penting atau tidak. Sehingga tidak heran, fisik e-KTP yang masuk di tingkat desa bisa dihitung dengan jari. Meski perekaman yang dilakukan warga bisa mencapai ratusan.

a�?Setahu saya, yang perekaman itu bisa ratusan perbulan, tapi yang diterbitkan (Dukcapil) ke desa bisa tiga atau paling banyak 15 e-KTP,a�? ucap Isrardin staf Desa Labuapi ini.

a�?Alasannya ya itu kembali lagi blangko belum ada,a�? tambahnya.

Ia menyebut, ada peraturan terbaru Dukcapil saat ini untuk warga yang memiliki surat keterangan KTP sementara dari tahun 2016 hingga April 2017 dapat segera diproses pencetakan e-KTP-nya. Sedangkan di atas bulan April 2017, belum bisa dilakukan.

a�?Kita harus kenal orang dalam, minta tolong dengan alasan untuk pakai umrah atau daftar haji, baru bisa dibantu,a�? kesalnya.

Sekretaris Desa Labuapi Muhammad Juaini membenarkan kondisi ini. Menurutnya, masih banyak warganya yang belum mengantongi e-KTP. Alasannya sama, blangko e-KTP habis.

Senada, Kepala Desa Dasan Tapen Alman Faluti menuturkan, hal serupa juga terjadi di desanya. Sebagian warganya belum mengantongi e-KTP. Meski ada yang sudah melakukan perekaman. Bahkan perekaman bulan lalu sebanyak 160 warga.

a�?Kendala menurut Dukcapil kurangnya blangko e-KTP,a�? imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Dukcapil Lobar H Muridun menuturkan, kendala keterlambatan perolehan fisik e-KTP tidak hanya blangko saja. Melainkan server yang sering gangguan.

Meski sudah melakukan perekaman, terkadang hasilnya tidak bagus. a�?Untuk kasus seperti ini, kami memanggil warga tersebut untuk melakukan proses sidik jari ulang,a�? ungkapnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk lebih pro aktif. Sebab, ketika dinas melakukan aksi jemput bola perekaman e-KTP, masyarakat seharusnya datang berbondong-bondong. Jemput bola itu juga sekaligus agar masyarakat melakukan perekaman ulang.

a�?Agar tak ada yang sampai bertahun-tahun belum dapat (fisik e-KTP),a�? katanya.

Mengenai kondisi blangko, Muridun mengatakan, masih dalam kekurangan. Stoknya naik turun. Dari jumlah Print Ready Record (PRR), artinya yang sudah lakukan perekaman namun belum diberikan blangko asli dan diberikan surat keterangan sementara, sebanyakA� 32.117.

Dari jumlah penduduk Lobar sebanyak 728.450 orang, sekitar 93.646 orang belum melakukan perekaman dari wajib KTP sebanyak 520.092. Artinya, sekitar 18 persen warga Lobar belum melakukan perekaman.

Guna memenuhi kebutuhan e-KTP, pihaknya juga intens meminta kepada pemerintah pusat. a�?Di pusat kita untung-untungan. Paling sedikit dinas mendapat seribu hingga empat ribu keping KTP. Sementara yang dibutuhkan sesuai data PRR sebanyak 32.117 keping,a�? tuturnya.

Menanggapi isu cepat tidaknya perolehan fisik e-KTP karena kedekatan dengan staf, hal itu langsung dibantah Muridun. Ia pun mengklarifikasi, jika warga sudah melakukan perekaman, pihak dinas bisa saja lebih dahulu memberi fisik e-KTP dengan beberapa pertimbangan.

a�?Sifatnya darurat, bagi keluarga anak, istri yang opname, atau operasi butuh e-KTP dan KK mengurus BPJS, hal manusiawi kita dahulukan. Di luar itu tidak. Itu pun diberikan dengan melampirkan surat keterangan opname dari pihak rumah sakit,a�? tutup Muridun. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys