Ketik disini

Headline Politika

Ali, Suhaili, Ahyar Sudah Punya Modal

Bagikan

MATARAM-–HM Ali BD, HM Suhaili FT, dan H Ahyar Abduh menatap Pilgub 2018 dengan optimisme tinggi. Ketiganya kerap disebut sebagai yang terkuat.Salah satunya karena posisi mereka yang kini menjabat kepala daerah.

“Mereka punya daerah kekuasaan masing-masing, ini menguntungkan,” kata Ketua Lingkaran Masyarakat Madani Akhmad Roji.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ali memimpin Lombok Timur (Lotim), Suhaili berkuasa di Lombok Tengah (Loteng), dan Ahyar sebagai Wali Kota Mataram. Ketiganya memiliki modal suara masing-masing berdasar pilkada terakhir yang dimenangkan. Di Lotim, 2013 lalu Ali BD meraih 272.726 suara. Sementara itu Suhaili dalam Pilbup Loteng 2015 meraih 213.039 suara. Di tahun yang sama, Ahyar menang di Mataram dengan 123.119 suara. Dalam poin ini, Ali tampak mendominasi, sementara Ahyar berada di urutan terendah.

“Apa saja bisa terjadi saat pilgub nanti,” kata Pengamat Politik Unram Khaerul Muslim.

Ya, jika variabel analisa dirubah, maka keunggulan Ali boleh jadi akan berubah. Misalnya, jika melihat persentase kemenangan masing-masing. Di Mataram, Ahyar unggul hingga 77,27 persen. Sementara jumlah suara Suhaili setara 46,31 persen, dan Ali hanya 44,28 persen. Secara sederhana hal itu dapat dimaknai dengan jumlah yang tak mendukung Ali kala Pilbup Lotim 2013 sangat tinggi dan potensial memilih calon lain kala Pilgub NTB 2018.

Sejumlah 55,72 persen tak memilih Ali kala itu. Itu setara 343.173 suara. Jumlah yang sangat besar dan dapat menjadi faktor penentu kemenangan lawan. Sementara itu di Loteng ada 246.973 suara yang tak mendukung Suhaili yang bisa dimanfaatkan lawan. Di Mataram, Ahyar dapat dikatakan unggul dominan, dengan hanya menyisakan 36.221 suara saja.

Strategi merebut basis massa bakal sangat menentukan. Tak heran hal itu sudah coba dijalankan Ahyar yang melangsungkan deklarasi di Masbagik, Lotim. Ketua Umum Gerindra H Prabowo Subianto bahkan turut hadir dalam deklarasi Ahyar-Mori awal bulan ini.

“Salah satu pertimbangannya karena memang Masbagik daerah dengan populasi terpadat,” kata Ketua Tim Pemenangan Ahyar-Mori H Ridwan Hidayat.

Ali tak mau kalah langkah. Dengan lantang ia mengklaim siap mengalahkan Ahyar di kandang sendiri.

a�?Saya akan menang di Mataram,a�? kata Ali sesumbar.

Sementara itu Suhaili tampak lebih menjalankan strategi menjaga kandang. Dengan deklarasi di Praya, Loteng, Suhaili agaknya coba menjaga pemilihnya.Di saat bersamaan meyakinkan orang yang belum memilihnya. Jika menjadi satu-satunya calon, boleh jadi strategi ini mampu mengkonsolidasikan daerahnya. Tapi jangan lupakan L Rudy Irham Srigede yang juga berencana maju. Suara Suhaili juga sangat mungkin digerogoti. Sementara Ali menghadapi Hj Sitti Rohmi Djalilah sebagai calon pengganggu, dan Ahyar harus mewaspadai Hj Putu Selly Andayani serta H Subuhunnuri.

Selain mengandalkan pendamping dan basis partai, mereka diyakini melakukan pendekatan pada daerah yang tak mengirim wakil seperti Lombok Barat (Lobar) dan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Termasuk sejumlah kabupaten/kota di pulau Sumbawa yang tak langsung mengutus putra/putri terbaiknya untuk berlaga.

a�?Masih akan sangat dinamis dan menarik pergerakan strategi ini,a�? kata Pengamat Komunikasi Politik UIN Mataram Dr Kadri. (yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka