Ketik disini

Headline Politika

Ali, Suhaili, Ahyar Jangan Terlalu Pede

Bagikan

MATARAM–Pilgub NTB 2018 bukan hanya mengenai HM Ali BD, HM Suhaili FT, atau H Ahyar Abduh. Kandidat lain juga masih sangat berpeluang memenangkan kontestasi.

Pengamat Komunikasi Politik UIN Mataram Dr Kadri mengatakan publik kerap terjebak pada tiga kandidat yang berstatus kepala daerah Lotim, Loteng, dan Mataram saja. Hal itu tak lepas dari kemantapan ketiganya untuk maju, baik melalui jalur partai maupun independen. Bagi Ahyar dan Suhaili, keduanya tampak sangat siap dengan dukungan partai yang sudah mencukupi. Sementara Ali sebagai calon perseorangan yang sudah mapan dengan pengumpulan KTP.

“Ketiganya juga terlihat masif bersosialisasi,” katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Berbagai panggung di wilayah masing-masing juga dimanfaatkan untuk tebar pesona. Sehingga tak heran mereka dikenal. Di saat bersamaan, yang lain tampak masih melakukan utak-atik pasangan, lobi kiri kanan untuk memastikan kendaraan politik.

A�”Akan tetapi pilkada bukan hanya milik mereka,” Kadri mengingatkan.

Terlebih ketiga kepala daerah tersebut masih lebih banyak dikenal di daerah masing-masing. Itupun diyakininya dengan tingkat elektabilatas yang belum jauh melonjak.

“Artinya tidak benar jika pilgub hanya milik tiga kepala daerah itu,” katanya kembali menekankan.

Dia pribadi tak setuju jika kandidat lain dikatakan sebagai calon alternatif. Misalnya H Zulkieflimansyah yang diyakini sebagai sosok cerdas, dengan ide dan karyanya yang nyata. Usianya yang masih muda apalagi didukung oleh PKS yang dikenal solid bisa saja menempatkannya sebagai calon kuat.

A�”Apalagi jika bisa mengambil Rohmi,” ujarnya.

Dia percaya semua bakal calon saat ini memiliki strategi kampanye yang baik dan terukur. Tinggal menunggu kepastian saja saat ditetapkan oleh KPU.

A�”Saat itulah pertarungan sesungguhnya terlihat,” katanya.

Pengamat politik Unram Khaerul Muslim mengatakan ada keuntungan tiga kandidat yang kini berstatus kepala daerah. Mereka bisa mengklaim keberhasilan yang sudah dilakukan, di saat bersamaan menjanjikannya untuk diterapkan di NTB. Namun saat bersamaan juga, sebenarnya mereka bisa diserang dari berbagai arah atas kegagalan selama menjabat. Karena tak ada yang sempurna, pasti ada berhasil dan gagal.

Kini tergantung seberapa hebat kandidat mempromosikan keberhasilannya, atau lawan mengeksploitasi kegagalan dan kekurangan.

A�”Misalnya Ahyar akan mengklaim sejumlah capaian Mataram, tapi tetap ada celah untuk diserang juga atas apa yang masih kurang,” ucapnya.

Selain ketiganya, ia mengatakan calon lain yang pernah menjabat juga bisa menjelaskan peninggalannya terdahulu. Misalnya KH Zulkifli Muhadli yang dua periode pernah memimpin Sumbawa Barat. Calon lain yang tak pernah menjadi kepala daerah juga tetap memiliki amunisi. Misalnya terkait kesuksesan di organisasi, militer, kepolisian, dunia usaha, legislatif, dunia pendidikan, dan bidang yang digeluti.

A�”Tugas yang belum pernah menjabat ini menjelaskan hal itu,” katanya. (yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys