Ketik disini

Metropolis

Anggaran Penanganan Kekeringan, BPBD Rp 10,5 M, Dinsos Rp 200 Juta Lebih

Bagikan

MATARAM-Meski hujan telah mengguyur sebagian wilayah NTB, tapi pembagian air bersih masih tetap dilakukan. Bahkan pemerintah pusat memberikan dana siap pakai sebesar Rp 8 miliar kepada BPBD NTB. Selain itu Rp 2,5 miliar dari dana tidak terduga APBD NTB. Sehingga total Rp 10,5 miliar untuk kekeringan.

a�?Tetap, kekeringan tetap kita tangani,a�? kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) NTB H Muhammad Rum kepada Lombok Post.

Ia menjelaskan, dana Rp 8 miliar dari pemerintah pusat digunakan untuk menangani semua kebutuhan selama status siaga darurat bencana kekeringan. Jumlah itu lebih kecil dari dana yang diajukan sebelumnya yakni Rp 40 miliar. Tapi Rum mengaku tidak masalah, dana itu tetap akan dimaksimalkan untuk penanganan kekeringan. Baik untuk pembelian air bersih, biaya operasional distribusi air ke rumah-rumah warga, termasuk untuk membangun sumur-sumur bor di kantong kekeringan. a�?Sumur bor kita bangun agar wilayah itu tidak kesulitan air bersih lagi,a�? kata Rum.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Hingga kini, status siaga darurat kekeringan masih berlaku. Diperkirakan akan tetap berlaku hingga Desember mendatang, sesuai SK Gubernur NTB per 31 Desember. Selama itu, penanganan kekeringan tetap seperti biasa.

Selain BPBD, Dinas Sosial (Dinsos) NTB melalui Tim Tagana juga tetap turun melakukan pendistribusian air. Hanya saja, berbeda dengan BPBD. Anggaran penanganan kekeringan Dinsos hanya Rp 200 juta lebih. Jauh lebih sedikit dibandingkan BPBD yang mencapai Rp 10,5 miliar lebih.

Dengan dana Rp 200 juta tersebut, Tagana bisa melakukan pembagian air sejak bulan Mei lalu. Sebab dana itu hanya digunakan untuk pemeliharaan kendaraan dan harga BBM-nya. a�?Kalau kita yang logis-logis saja,a�? kata Kepala Dinsos NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (15/10).

Ia menjelaskan, pihaknya juga tetap melakukan pembagian air bersih di lokasi kekeringan. Seperti ke daerah Jerowaru dan beberapa lokasi di Lombok Tengah. Walaupun hujan turun tapi tetap diberikan karena warga membutuhkan air bersih.

a�?Kekeringan tetap menjadi prioritas sampai warga terpenuhi kebutuhannya, itu perintah gubernur,a�? kata Khalik. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka